Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Di Ancam..


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat. Hari ini Raka akan pergi ke Prancis bersama dengan Bayu untuk melakukan pemotretan model. Wajah tampan Raka dan gayanya yang tidak kaku membuat perusahaan itu menerima kontrak dengan Raka begitu saja.


"Ibu jaga diri ibu baik baik ya, Raka janji akan pulang membawa uang yang banyak untuk ibu," ucap Raka yang merasa berat meninggalkan ibunya.


Mumut dengan senyum di wajahnya mencoba untuk menyakinkan anaknya jika dia akan baik baik saja.


Pangeran akan ikut dengan Raka dan Bayu karena kebetulan dia juga ada perjalanan bisnis ke negara itu.


Orang dirumah itu tidak ada yang ingin bicara dengan Mumut setelah foto majalah Mumut dengan Yuda keluar.


Bahkan Tuan Suroto menganggap Mumut sama saja dengan wanita lain, demi uang dan karir rela di peluk dan di pegang pegang oleh orang asing.


"Mas jaga anak kita ya," ucap Mumut mencoba untuk mencium tangan suaminya, tetapi Pangeran malah menghempaskan Tangan Mumut.


"Ayo Raka nanti kita terlambat," ucap Pangeran mengacuhkan Mumut membuat hati Mumut merasa sedih.


"Sayang, kamu hati hati ya dan jangan lupa telfon aku jika sudah sampai," ucap Sarah mesra.


"Iya sayang itu pasti, emuach ,,,"Pangeran mencium bibir Sarah dengan singkat di depan Mumut, membuat Mumut memejamkan matanya.


Mumut menetes air mata ketika anaknya pergi meninggalkan dia..


"Hey wanita kampung, ayok cepat masuk kedalam !!"ucap Sarah dengan kasar.


Mumut menyeka air matanya dan mengikuti Sarah dari belakang.


Di rumah itu hanya ada Sarah, Mumut dan mama Ratu.

__ADS_1


Mumut di bawa ke kamarnya sendiri oleh Sarah dan Mama Ratu.


"Buk, mba Sarah ada apa ini ?"tanya Mumut.


"Mumut cepat kemasi barang barang kamu," perintah Mama Ratu.


"Memang kita mau kemana !?"tanya Mumut heran.


"Bukan kita tetapi kamu dasar bodoh !"bentak Sarah.


"Apa maksud kalian !?"tanya Mumut yang tidak mengerti.


"Jika kamu tidak pergi dari rumah ini Sekarang juga, kamu tidak akan pernah melihat anakmu hidup di dunia ini," ancam Sarah.


"Maksud kalian apa to !!?"tanya Mumut yang masih tidak mengerti.


"Opo !!!! ya Allah mana mungkin Mas Pangeran mau membunuh anaknya sendiri !!"ucap Mumut merasa cemas dan khawatir dengan anaknya.


"Maka dari itu jika kamu ingin anak kamu selamat, kamu harus pergi dari rumah ini sejauh mungkin dan jangan pernah menampakkan wajah kamu lagi," ancam Mama Ratu.


"Tidak !! aku tidak ingin meninggalkan anak aku, aku akan melaporkan ini pada polisi !!"ucap Mumut merasa sangat khawatir, Mumut tidak mengerti dengan ancam Sarah dan juga Mama Ratu, yang dia maksud hanya Pangeran akan membunuh anaknya.


"Ya ampuuun dasar anak bodoh !!"bentak Mama Sarah.


"Mbak Sarah cepat telfon polisi !! bagaimana jika Mas Pangeran beneran mau membunuh Raka !!" ucap Mumut benar benar merasa cemas.


",Hiii kamu ini benar benar yah, !!"ucap Sarah kesal.

__ADS_1


Huuft .." Mama Ratu dan Sarah membuang nafas dengan kasar, rencana mereka gagal karena kebodohan Mumut.


"Kenapa kalian diam saja !! cepat telfon polisi !!"bentak Mumut kepada Sarah dan Mama Ratu. Bukan karena alasan, Mumut benar benar merasa khawatir dengan anaknya.


"Diaaammm !!!!"teriak Mama Ratu dan Sarah membuat Mumut langusng menutup mulutnya.


"Kami hanya bercanda, jadi tidak usah telfon polisi," ucap Mama Ratu lalu keluar dari kamar itu bersama Sarah.


Mumut memegangi jantungnya yang terasa akan copot,


"Walah cuma bercanda to, tapi kok bercanda kaya beneran Yo, jantung ku hampir saja copot. Lagian mana munt seorang ayah membunuh anaknya sendiri," gumam Mumut merasa bersyukur karena mertuanya ternyata hanya bercanda.


"Aaaakkkhhh Mamaah, rencana kita gagal !!"umpat Sarah kesal.


"Kita harus menggunakan cara yang halus Sarah," ucap Mama Ratu sambil berfikir.


...


Di sisi lain, Raka yang merasa cemas dengan keadaan ibunya mencoba untuk mengirimkan pesan pada Yuda.


"Om, Raka minta tolong ya, tolong jagain ibu selama Raka tidak ada dirumah," isi pesan Raka untuk Yuda.


Ting.. pesan telah sampai dan Yuda membalasnya.


"Dengan senang hati anak pintar," balas Yuda.


Di dalam pesawat Raka bisa tersenyum dengan lega.

__ADS_1


__ADS_2