Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Bahaya


__ADS_3

Helikopter mendarat dengan sempurna di sebuah landasan bergaris bundar.


Yuda dan Pangeran turun dan berdiri tegap untuk menyiapkan diri dan menata hati. Bukan hati yang tenang, melainkan hati yang harus di bentengi supaya tidak ada rasa belas kasih menghampiri.


Semua orang menunduk hormat. Kesalahan harus dibayar dengan mahal.


Disebuah gudang besar, Yuda dan Pangeran disambut oleh Paula.


"Mereka ada didalam," ucap Paula tanpa basa basi.


Yuda melewati Paula ketika sudah mendapatkan informasi. Namun Pangeran masih terjaga dan menatap Paula dengan lekat lekat.


"Terima kasih banyak untuk segalanya," ucapan tulus dari bibir Pangeran.


Paula tersipu malu dan menahan rasa jedak jeduk dihatinya supaya tidak terlalu terlihat menjijikkan didepan Pangeran.


Pangeran tersenyum melihat ekspresi Paula yang terlihat seperti ABG yang baru jatuh cinta.


"Jangan ditahan tahan, lepaskan saja. Kamu cantik kok," ucap Pangeran membuat Paula menutup mukanya yang sudah sangat memerah.


Paula berjalan kearah bagian punggung Pangeran dan mencoba mendorongnya untuk lekas pergi menyusul Yuda.


"Tuan cepat masuk sekarang," ucap Paula mendorong Pangeran sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.


Pangeran hanya tersenyum tampan melihat sikap Paula yang ternyata sangat menggemaskan.


"Hahaha ya ya ya aku masuk, tidak perlu didorong dorong begitu."


Paula langsung berlari keluar meninggalkan Pangeran yang masih berdiri menatap kepergian Paula. Paula berlarian bak anak kecil yang sangat menggemaskan.


"Ternyata dia benar benar gadis yang unik," gumam Pangeran yang merasakan sesuatu dihatinya. Namun dengan cepat Pangeran menggelengkan kepalanya. "Dia masih gadis, sedangkan aku sudah menduda dua kali, ayolah Pangeran ... Sadarkan dirimu," gumam Pangeran tidak ingin buru buru untuk menanam buih buih cinta dihatinya.


.


"Siapa yang bertanggung jawab atas pengeroyokan terhadap anak aku !!?"teriak Yuda dengan suara yang menggelegar.


Semua orang masih terdiam, tubuh mereka serasa mati rasa.


Pangeran masuk dengan gayanya.


"Maju atau akan berbeda jika aku yang menemukan kalian!?" Terdengar santai namun sangat berbobot.


3 bodyguard dengan badan yang bergetar merangkak untuk menghadap Yuda dan Pangeran.


"Apa kalian orangnya?"


"I i iiya Tuan, maafkan kami Tuan, kami tidak tahu jika anak itu adalah anak Tuan ..."

__ADS_1


"Oh oh ooohh ... Jadi, jika dia bukan anak saya, kalian akan tetap akan melakukan itu!?"


"Maafkan kami Tuan, kami hanya menjalankan perintah."


"Siapa!?"


"Manager Ali Tuan."


"Maju ..."


Keringat dingin membasahi tubuh manager Ali.


"Maju !!!"teriak Pangeran merasa tidak sabar.


Manager Ali langsung berlari kearah Yuda dan bersujud dikakinya.


"Tuaaa aaa aaan... Maafkan,, maafkan saya Tuan... Tolong maafkan saya, saya hilaf tuan saya hilaf !!!" Suara pilu Manager Ali terdengar sangat menjijikkan ditelinga Yuda dan Pangeran.


"Saya perintahkan, semua orang disini menuju wajah pria busuk ini dengan benar. Jika tidak benar, maka saya akan mencontohkannya kepada wajah kalian semua. MENGERTI !!"


Semua orang mengangguk dengan cepat.


"Bagus, ikat dia dan tunjukan kekuatan kalian."


Manager Ali meraung raung meminta belas kasih kepada Yuda dan Pangeran. Namun tidak akan semudah itu. Nyawa anak dan istrinya hampir saja melayang karena kejahatan yang mereka buat.


Setelah manager Ali terkapar, sekarang giliran mereka. Mereka semua mendapat pukulan dari rekan mereka sendiri, semakin kecil kesalahan maka akan sedikit pukulan yang mereka terima.


Sampai akhirnya hanya ada satu orang tersisa yang sama sekali belum mendapatkan pukulan, karena dia nomor terkahir jadi tidak ada yang memukul dia dan dari perhitungan mereka, bahwa orang terkahir ini adalah yang paling sedikit kesalahannya.


Yuda maju dan bertanya.


"Apa kesalah kamu?"


"Kesalahan saya hanya karena saya tidak mengatakan ini dari awal kepada anda Tuan," ujar sekertaris manager.


"Lalu apa lagi kesalahan kamu sehingga kamu bisa dikategorikan salah satu biangkerok!?"


"Karena saya selalu mengikuti perintah manager Ali sampai detik ini," ucapnya lagi.


"Owh, jadi kamu berdiri disini karena perintah Manager Ali. Lalu apa yang membuat kamu rela berdiri sendiri padahal kamu tidak melakukan kesalahan besar?"


"Karena dia menjanjikan kepada saya akan membiayai obat ibu saya jika saya mengakui semua kesalahannya."


"Wah wah waaahh,,,, manager Ali, kamu benar benar manusia hebat ya disini !!" sindir Pangeran membuat manager Ali yang mencoba bertahan hidup menggelengkan kepalanya dengan kuat. Manager Ali ingin sekali mengatakan sesuatu namun ia tak memiliki kekuatan.


Ketika Pangeran akan berjalan kearah manager Ali, tiba tiba ia memutarkan tubuhnya dan menuju Sekertaris itu dengan sangat kuat sampai membuat Sekertaris hampir pingsan.

__ADS_1


Semua orang sangat terkejut, yang sudah luka langsung meringkuk karena takut jika nanti mereka juga mendapatkan giliran.


Sekertaris itu menggeleng gelengkan kepalanya untuk agar tetap terjaga.


"Tu.. tuan, apa yang anda lakukan?" tanya Sekertaris itu dengan wajah polosnya.


Pangeran mengangkat kerah baju Sekertaris itu dengan sangat kuat sehingga Sekertaris merasa tercekik.


"Kamu pikir, kamu dapat melabui kami, CUIH!! Kamu pikir kami tidak tahu apa apa. Kamu telah mengadu domba dan menghasut manager Ali supaya memakan semua uang hasil korupsi dan sekarang kamu berdiri disini untuk menyalahkan orang lain !!" gertak Pangeran benar benar merasa sangat geram.


Sekertaris itu membelalakkan matanya, ia sangat terkejut jika Bos barunya telah mengetahui semua kebusukannya.


"Tuaaan !! Ampuni saya tuan !! Saya mohon ampuni saya, saya melakukan itu semua untuk mengobati ibu saya yang sedang sakit sakitan tuan ..!"


"Ibu yang mana ?"tanya Yuda dengan santai namun tatapannya membuat Sekertaris itu sangat sulit untuk menjawab.


"Kamu tidak memiliki ibu, kamu adalah anak yatim piatu, bagaimana bisa anak yatim piatu tega menggusur sebuah panti yang isinya anak anak yang senasib denganmu. Dan kamu tidak memberi mereka ganti rugi yang sudah kami berikan!?"Yuda menjelaskan jika ia tahu semua seluk beluk keburukan Sekertaris itu.


Sekertaris itu menepis tangan Pangeran dengan kuat.


"Hahahhaaaa hahahhaaaaa,,, Yah !!! Aku yang sudah mengatur semuanya !! Tapi apa aku salah, aku hanya ingin anak anak yatim itu merasakan apa yang dulu aku rasakan, hidup dijalanan dan merasakan kerasnya hidup tanpa sebuah atap perlindungan, mereka harus bisa seperti aku, untuk menjadi kuat kita harus berasal dari kehidupan yang keras ..." ucap pria itu dengan ekspresi yang sangat yakin jika dirinya benar.


Namun tiba tiba ...


Buuk !!! Yuda meninju Sekertaris itu sampai sempoyongan.


"Dasar laki laki psikopat !! Kamu benar benar orang gila yang tidak layak disebut manusia !!" geram Yuda.


Yuda menahan amarah yang memuncak didadanya. Namun tidak disangka, tiba tiba Sekertaris itu mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan siap siap untuk menembak Yuda.


Semua orang mencoba untuk menolong Yuda yang masih belum menyadari jika bahaya menghampirinya karena ia membelakangi Sekertaris.


DOR !! Satu tembakan mampu membuat semua orang tercengang. Semua pekerja yang sudah babak belur sekuat tenaga untuk bangkit dan menghajar Sekertaris itu sampai mati.


Yuda menengok kearah suara pistol, Paula yang mendengar suara tembakan langsung masuk kedalam untuk melihat situasi. Paula tidak dapat percaya, Pria yang baru saja menggodanya kini terkapar bersimbah darah di dari balik bajunya.


"Pangeraaaaaan !!"teriak Yuda yang terkejut dengan aksi Pangeran yang telah menyelamatkan.


"Tuaaan ... Tuan, sadarlah tuaaaan !!!"teriak Paula histeris.


"Semuanya bantu aku bawa Pangeran naik ke helikopter, cepat kalian lari dan beri tahu pilot !!" Yuda benar benar sangat panik, ia menahan pundak Pangeran yang terkena tembak supaya tidak terlalu banyak darah yang keluar.


Disisa sisa nyawanya, Sekertaris itu tersenyum melihat Pangeran akan mati di tangannya. Manager yang melihat senyum jahat Sekertarisnya, berusaha untuk bangkit dan menaiki tubuh Sekertaris itu.


"Aku titip salam untuk penghuni neraka," senyum aneh manager. BUK !!" Satu tinjuan maut dari manager Ali langsung mengantarkan nyawa Sekertarisnya keneraka jahanam.


budayakan like sebelum lanjut ke BAB berikutnya .... 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2