
Pangeran menceritakan semuanya apa yang terjadi saat 6 tahun yang lalu di desa perbukitan.
"Begitulah Mah, Pah, Pangeran saat itu Pangeran hanya bercanda dan hanya ingin mengerjai Mumut, tetapi Pangeran tidak menyangka jika semuanya menjadi seperti ini !!"ucap Pangeran menundukkan kepalanya.
"Apa !! ya ampun Pangeran ,, jadi benar ternyata kamu sudah memiliki anak dari wanita ini !!"ucap Mama Ratu merasa sangat terkejut.
"Hmm papa bangga dengan kejujuran kamu nak, dan kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu," ucap Tuan Suroto yang dapat menerima kenyataan ini.
"Apa maksud Papa !!"teriak Mama Ratu.
"Pangeran harus menikahi wanita ini .."
"Apa !! tidak bisa papa, sampai kapanpun mama tidak akan setuju dan merestui hubungan mereka, lagi pula besok Pangeran akan menikah dengan Sarah," ucap Mama Ratu.
Semua orang masih terdiam dengan masalah Pangeran ini.
"Emm Pangeran mama punya ide, kamu pulangkan saja wanita ini dan beri dia uang yang banyak, beri saja hotel yang ada di disana buat dan kita akan akan ke pengadilan untuk meminta hak asuh anak," ucap Mama Ratu memberi ide buruk.
"Tidak bisa !!"ucap Raka membuka suara.
"Ayah harus menikahi ibu malam ini juga atau Raka akan melaporkan kalian kepolisi !!"ucap Raka mengancam keluarga itu.
Tuan Suroto dan Mama Ratu Sangat terkejut dengan keberanian Cucu mereka.
"Ah sayang, apa maksud kamu nak ?"tanya Mama Ratu.
Pangeran dan Bayu hanya diam saja karena mereka dapat mengira apa yang akan di lakukan anak cerdas itu.
"Raka akan melaporkan ayah atas kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur," ucap anak kecil yang berbicara soal hukum di depan mereka.
"Apa !!"ucap Mama ratu merasa sangat terkejut.
"Jika Ayah tidak menikahi ibu malam ini juga, besok Raka jamin akan ada polisi yang menjemput papa di hari pernikahannya," ucap Raka kembali.
Om Suroto bertepuk tangan dengan kehebatan cucunya ini, sedangkan Nyonya Ratu hanya bisa melongo dengan apa yang barusan dia dengar dari mulut cucunya.
__ADS_1
"Hmm, aku tidak ingin kehilangan cucu pintar dan genius ini. Setelah Pangeran menikahi wanita ini, dia bisa menceraikan wanita ini dan kita dapat meminta hak asuh anak. Selain dapat untung kita juga akan bebas dari hukuman," batin Mama Ratu.
"Emm baiklah, malam ini Pangeran akan menikah siri dengan wanita ini. Tetapi besok Pangeran akan tetap menikah dengan Sarah. Undangan dan semuanya sudah siap, kita tidak membatalkannya begitu saja," ucap Mama Ratu.
"Apa mama yakin ?"tanya Pangeran dengan serius.
"Ya mama yakin, kalian akan menikah malam ini juga tanpa ada perayaan atau semacamnya karena kalian hanya akan menikah siri. Tetapi mama ada permintaan terhadap Raka," ucap Mama Ratu.
"Apa itu ibu yang sudah menua," ucap Raka membuat Mama Ratu memegang pipinya yang masih kencang.
"Sayang, Oma masih muda, yah walaupun Oma sudah menjadi seorang nenek tetapi Oma masih terlihat muda bukan," ucap Mama Ratu tidak terima di Katai menua.
"Hem ya ya," ucap Raka yang malas berdebat.
"Oma mohon kepada Raka agar tidak memberi tahu Sarah soal ini, jangan sampai Sarah tahu jika malam ini Pangeran akan menikah dengan Ibumu," ucap Mana Ratu memohon.
"Hmm baiklah," ucap Raka cuek.
..
"Sah, saaah!!" ucap Mereka yang menjadi saksi disana.
"Pangeraaaaaan !!!!!"teriak Sarah yang tiba tiba muncul.
"Sarah !" semua orang juga ikut terkejut melihat kedatangan Sarah.
"Apa .. Apa yang kalian lakukan !!"teriak Sarah. dia merasa kakinya sedang menompang beban beribu beribu ton besi.
Mumut yang sedari tadi diam tiba tiba merasa jantungnya sangat sakit, Mumut tidak mengerti harus berbuat apa, Mumut juga sebenarnya kasihan pada Sarah tetapi dia tidak tahu harus berbuat apa selain diam.
Sarah berlari menjauh kerumuman keluarga itu, dan Pangeran pun mengejarnya.
"Saraah tunggu !!"
"Kamu jahat Pangeran !! kamu jahat, kamu sudah ninggalin aku sendirian di toko dan sekarang apa ini !! besok kita akan menikah Pangeran !! apa kamu lupa, hik hik hik !!"
__ADS_1
"Sarah aku mohon dengarkan penjelasan aku, plis aku mohon," ucap Pangeran memeluk erat Sarah agar tidak kabur dan lari.
"Sarah ini semua tidak seperti yang kamu lihat,aku memang menikahi Mumut itu hanya karena aku bebas dari tuntutan," jelas Pangeran.
"Tuntutan apa Pangeran !?"
"Raka anakku akan mengancam aku, dia akan melaporkan aku kepolisian kasus pemerkosaan terhadap Mumut di masa lalu jika malam ini aku tidak menikahi wanita itu. Jika sampai aku masuk penjara maka besok kita tidak akan bisa menikah, aku sama gadis itu hanya nikah sirih dan aku akan segera menceraikan dia setelah hak asuh anak jatuh ke tangan aku," jelas Pangeran membuat Sarah mengerti.
"Apa kamu yakin akan menceraikan wanita itu,?"
"Ya jelas dong sayang, aku tidak mencintai dia dan aku hanya mencintai kamu seorang. Besok kita tetap akan menikah sayang," ucap Pangeran merasa lega karena Sarah sangat mudah di bujuk.
"Hik hik aku kira kita akan berakhir disini Pangeran, aku tidak tahu apa yang harus lakukan hidup tanpa kamu !!"ucap Sarah menangis di pelukan Pangeran.
"Aku tidak akan mungkin meninggalkan kamu sayang, aku janji," ucap Pangeran mencoba menenangkan perasaan Sarah.
Akhirnya Sarah dan Pangeran kembali bersama dan menemui mereka yang sudah menunggu.
"Sarah sayang !!"sapa Mama Ratu memeluk Sarah.
"Sayang maafkan kami ya, kami .."
"Tidak apa mama, Pangeran sudah menceritakan semua. Demi Pangeran, Sarah menerima pernikahan mereka asalkan Pangeran lepas dari semua tuntutan," ucap Sarah dengan lembut membuat Mama Ratu meneteskan air mata untuk nasib Sarah yang malang.
"Ow jadi Tante ini yang akan menjadi ibu tiri Raka ?"tanya Raka dengan sopan.
"Hay Raka, kamu benar sayang, sebentar lagi aku akan menjadi ibu tiri kamu," ucap Sarah mengelus kepala Raka dengan lembut.
Entah mengapa melihat itu, Mumut merasa tidak nyaman dan takut jika anaknya di ambil dan dijauhkan dari dirinya.
"Raka, ibu Raka cuma satu yaitu ibu Mumut," ucap Mumut membuat orang disana terkejut Terutama Pangeran.
"Wanita ini bisa mengerti pembicaraan kami, apa dia selama ini pura pura bodoh," batin Pangeran yang tidak tahu arti kebatinan seorang ibu kepada anaknya.
Sebodoh bodohnya wanita tidak akan bisa jika di pisahkan dari anaknya, wanita bisa kehilangan suami, dan keluarga. Tetapi seorang ibu tidak akan sanggup jika kehilangan dan jauhkan dari anaknya.
__ADS_1