
Tok tok tok ... Suara pintu di ketuk.
"Maaf tuan, anda mencari siapa ?"tanya Pelayan.
"Apakah Mumut ada ?"tanya Yuda.
"Oh Non Mumut, ada tuan. Sebentar saya panggilkan dulu," ucap pelayan itu.
Di saat pelayan sedang memanggil Mumut, tidak sengaja Mama Ratu lewat dan melihat tamu sedang duduk.
"Maaf, anda siapa ?"tanya Mama ratu ramah melihat penampilan Yuda yang seperti bos.
"Ah saya Yuda Tante, saya adalah derektur dari perusahaan yang waktu itu menjadikan Mumut menjadi model di perusahaan saya,", ucap Yuda panjang lebar.
"Oowwh iya saya ingat anda, anda yang waktu itu ikut berfoto dengan anak kampung itu ya," ucap Mama ratu tiada hari menghina dimana ada kesempatan.
"Apa maksud anda Tante,?"
"Ah bukan apa apa Tuan Yuda. Oya apa yang membuat anda datang kerumah saya, Pangeran sedang tidak ada di rumah."
"Ah saya tidak sedang mencari Pangeran Tante, saya mencari Mumut," jelas Yuda.
Tidak lama Mumut datang, Mumut merasa cemas ketika melihat Yuda. jika sampai Pangeran tahu, dia pasti akan memarahinya lagi.
"Hay Mumut, apa kabar ?"sapa Yuda ramah membuat Mama Ratu merasa panas.
"Saya baik Tuan, ada apa Yo cari Mumut ?"tanya Mumut.
"Ah saya kemari ingin memberi kamu ini," ucap Yuda memberikan sebuah amplop.
__ADS_1
"Opo ini tuan ?"
"Itu bonus untuk kamu, majalah itu melejit sangat cepat cepat saat di bintangi model secantik kamu," puji Yuda.
"Ah Tuan Yuda, bukankah menantu saya Sarah juga cantik. Dia sudah membintangi beberapa produk ternama dari dalam dan luar negeri Lo," ucap Mama Ratu mencoba memuji menantunya Sarah di depan Yuda
"Ah iya saya tahu Tante, tetapi publik sudah sedikit bosan dan selalu menantikan model baru yang lebih bening," ucap Yuda membuat Mama Ratu semakin naik darah.
Karena malas berdebat, akhirnya Mama Ratu memilih pergi meninggalkan mereka berdua.
"Hmm baiklah, jika begitu saya Permisi," ucap mama Ratu sewot.
Yuda hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Emm Mumut, ini silahkan di ambil," ucap Yuda.
"Makasih banyak Ya tuan," ucap Mumut sambil membuka amplop itu.
"Hahahaa ,,," Yuda tertawa terbahak bahak.
"Kamu tidak tahu ini !!"?tanya Yuda merasa lucu.
"Ini kertas Tuan, kemarin juga ibu ratu memberikan Mumut kertas seperti ini. Katanya dia memberi Mumut uang 1 M, tapi kok malah cuma kertas, uang 1 M itu sak koper to tuan," ucap Mumut menggerutu.
"Apa, Kamu di beri uang 1 M oleh Tante Ratu !! dalam rangka apa !?"tanya Yuda tidak percaya.
"Ya kemarin itu ceritanya Mumut harus bawa kertas itu pergi dari rumah ini, jika tidak nanti Mas Pangeran akan membunuh Raka, tapi katanya mereka itu hanya bercanda ketika Mumut mau lapor polisi," ucap Mumut dengan polos.
"Apa !! jadi keluarga ini berencana membuang Mumut. Hmm apa aku bekerja sama saja ya dengan mereka," batin Yuda yang sudah sangat tertarik dengan Mumut.
__ADS_1
"Emm Mumut, ini adalah cek. Kamu bisa ke bank untuk mencairkan uang ini," jelas Yuda.
"Tapi Mumut tidak tahu gimana caranya," ucap Mumut yang memang tidak mengerti.
"Aku akan mengajak kamu keluar pergi ke bank untuk mencairkan uang ini, tapi sebelum itu kita harus meminta izin Tante Ratu dahulu ya."
Di saat Mumut sedang berganti baju, Mama Ratu dan Sarah mengobrol dengan Yuda sangat serius di ruang tamu.
Mereka berencana akan menjebak Mumut dan membuat Pangeran mau segera meninggalkan Mumut.
Lagian, dengan adanya Mumut berselingkuh. Maka Hak asuh anak akan dengan mudah jatuh ke tangan Pangeran.
"Tuan, saya sudah siap," ucap Mumut yang menggunakan kaos oblong dan androk selutut.
"Hahah dasar anak kampung, kamu itu ganti apa !! yang tadi sama yang ini sama saja," ejek Sarah.
"Nganu mbak Sarah, Mumut lebih nyaman begini. Baju yang di belikan Raka semuanya sangat seksi, Mumut kurang nyaman," ucap Mumut.
"Tidak papa Mumut, begini saja kamu sudah sangat cantik," puji Yuda.
Di saat Yuda dan Mumut memasuki mobil, Yuda dengan sengaja membuat adegan seperti dia sedang mencium Mumut, padahal dia sedang memasang sabuk pengaman.
Dengan cepat Sarah memotret mereka berdua.
Crek crek crek ..
"Sarah kamu dapat ?"tanya Mam ratu.
"Sudah mamah, ini lihat lah .."
__ADS_1
Mereka tersenyum dengan sangat puas.