
Dengan semangat 45, akhirnya Pangeran telah sampai dirumah kediaman saudara dari Mama Uni di Jepang.
Ting ... Ting ...
"Permisi ...." (Disini mereka menggunakan b.inggris, namun karena bahasa Inggris author blepotan, kita terjemahkan saja :)
Cekleek...
"Iya, anda siapa ya? Cari siapa?"tanya seorang bapak-bapak paruh baya.
"Perkenalkan, saya Pangeran. Saya kesini ingin mencari paula Tuan," jawab Pangeran dengan ramah.
Bapak-bapak itu mengerutkan keningnya sesaat lalu menutup pintunya kembali.
"Siapa Pah?"tanya istri dari bapak tersebut.
"Orang salah sambung," jawab bapak itu singkat.
"Oh, kirain siapa ...."
Ketika mereka akan pergi, terdengar suara bel berbunyi lagi.
Ting... Ting ...
Kali ini sang ibu-ibu yang membukakan pintunya karena si bapak sudah masuk kedalam.
"Oh Tuan, ada yang bisa saya bantu?"tanya si ibu.
Pangeran yang mulai kesal langsung menunjukan foto Paula kepala ibu-ibu itu.
"Apa keluarga ini mengenal gadis ini.? Namanya Paula," ucap Pangeran dengan tegas.
"Oooh ya ya ,,, ini Lala, ponakaan saya," ucap si ibu merasa senang.
"Huft,," Pangeran bernafas lega.
"Jadi, apakah saya bisa bertemu dengan gadis ini? Saya ada keperluan penting dan ingin bicara," ucap Pangeran.
"Oh bisa-bisa, silahkan masuk dulu," ucap si ibu.
Pangeran tersenyum lebar ketik ia diperbolehkan untuk masuk dan bicara dengan Paula.
Rumah ini sangat besar dan klasik. Pangeran sangat menyukainya.
"Silahkan duduk dulu Tuan," ucap si ibu yang langsung masuk kedalam untuk mengambil sesuatu.
Pangeran duduk dengan santai, di ruang tamu terpampang jelas foto keluarga besar mama Uni dan juga si ibu. Disana juga foto Paula.
"Hem, keluarga ini sangat kompak," gumam Pangeran merasa senang karena sebentar lagi akan bertemu dengan Paula.
Ibu itu dengan membawa handphone ditangannya.
"Ahhaha nak sebentar ya. Minuman sedang di buat. Jika boleh, saya ingin bertanya-tanya. Apa hubungan anda dengan ponakan saya, Lala?"tanya si ibu.
Pangeran yang merasa jika ini adalah salah satu tantangan supaya dirinya bisa dipertemukan dengan Paula, akhirnya mencoba untuk bicara jujur.
"Jadi begini Nyonya, saya dan Paula memiliki sebuah hubungan yang rumit. Sebenarnya hubungan kami tidak rumit, tapi pikiran saya yang membuat hubungan kami menjadi rumit. Saya datang kesini untuk menemui Paula dan mencoba untuk meluruskan kerumitan ini," jawab Pangeran dengan tegas.
"Oh begitu, hahahhaa ... Jadi nak pria tampan ini yang sudah membuat ponakan saya murung tidak jelas di hari pernikahan putra saya," jawab si ibu.
Pangeran yang mendengar itu hanya bisa tersenyum canggung.
Tidak lama seorang wanita keluar membawakan minuman. Pangeran sedikit terkejut di buatnya, ia pikir wanita yang membuatkannya minuman adalah Paula.
"Ah nak, perkenalkan ini menantu saya."
"Salam ,," sapa wanita itu.
"Salam ,,," jawab Pangeran.
"Oya, saya belum tahu siapa nama anda?"tanya si ibu.
__ADS_1
"Ah, perkenalkan nama Pangeran, nyonya."
"Oh nak Pangeran,," ucap si ibu menganggukkan kepalanya.
"Jika boleh, saya ingin segera bertemu dengan Paula," ucap Pangeran merasa tidak sabar.
"Paula ..?"ucap si menantu bingung.
"Ah maksud saya, Lala."
"Oh Lala ...? Bukankah dia sekarang sudah ada di Indonesia?"tanya si menantu.
"Apa !!! Indonesia !!?"pekik Pangeran yang terlihat sangat terkejut.
"Ah hahaha, iya memang ponakan saya sudah pulang seminggu yang lalu. Ini saya akan telfon Lala supaya kalian bisa berbicara," ucap si ibu dengan santainya.
Pangeran baru mengetahui jika ternyata Paula berada di Indonesia tidak dapat mengekspresikan wajahnya dengan benar. Perasaan campur aduk sedang terkoyak-koyak dalam hatinya.
....
Notifikasi suara panggilan handphone Paula berbunyi. Paula yang sedang di pijat mencoba untuk bangkit.
"Tunggu bentar bude, Lala mau angkat telfon dulu. Mungkin itu mamah, dia kebiasaan jika berpergian mendadak pasti ada saja yang dilupakan,," umpat Paula dengan kesal.
"Apa mamah sudah sampai Jepang, cepet sekali?"gumamnya lagi.
Paula melihat nama yang terpampang di handphone'nya.
"Bibik Shun. Ada apa, tumben?"batin Paula yang mengangkat panggilan Vidocall.
Paula yang hanya menggunakan handuk putih untuk membalut tubuhnya dengan percaya diri mengangkat panggilan Vidocall itu.
"Hay Bibik, ada apa, tumben?"
"Hay ponakanku yang cantik, lihatlah Bibik kedatangan tamu jauh," ucap bibik Shun membuat Paula penasaran.
Bibik Shun mengarahkan Handphone'nya kearah Pangeran yang terlihat sangat bingung.
"Oh ya tuhaaan,,, pria itu ngapain di Jepang!? Dan ... "
"Hallooo ... Halo ...."
"Bentar bik, Paula pakai baju dulu sebentar," teriak Paula tanpa melihat kearah handphone'nya.
.
Disana, Pangeran benar-benar dibuat bingung dengan apa telah terjadi. Dia benar-benar tidak dapat berkata sepatah katapun.
Marah, senang, kecewa, rindu, semua campur aduk dalam hatinya.
"Apakah aku sedang dikerjai oleh Om Guan,"gumam Pangeran merasa tidak percaya.
"Haloo bik ,,,"sapa Paula yang sudah mengenakan dress simpel berwarna pink pola bunga-bunga.
"Nah, begitukan kamu terlihat cantik. Sekarang coba kamu bicara dengan calon suami kamu ya. Merajuk lama-lama tidak baik sayang," ucap si bibi Shun.
"Ah, haha iya bik," jawab Paula sambil menata rambutnya dan ekspresi wajahnya supaya tidak terlihat menjijikkan dimata Pangeran.
"Tuan tampan, silahkan jika ingin bicara dengan ponakan saya," ucap Bibik Shun memberikan handphone'nya kepada Pangeran yang masih terlihat bengong.
"Ah iya Nyonya, apakah saya boleh bicara diluar?"
"Oh ya silahkan, tidak papa," jawab Bibik Shun.
..
Pangeran membawa handphone Bibik Shun kehalaman depan. Pangeran mencoba menata hati dan pikiran, ia mencoba untuk berfikir jernih saat ini.
Di balik layar handphone, Paula sudah siap untuk menatap wajah pria yang sangat ia rindukan. Paula sudah siap untuk mendengarkan penjelasan dari Pangeran. Air mata tidak terasa mengalir begitu saja.
Pangeran mengarahkan handphone kewajahnya. Dua mata kini akhirnya saling menatap, mereka masih saling diam, tidak tahu apa yang sedang ada dibenak mereka masing-masing. pangeran mencoba untuk membuka percakapan.
__ADS_1
"Hay ..?"ucap Pangeran dengan berat.
"Hik hik .. Hay ,," jawab Paula sambil terisak.
"Terima kasih sudah mau bertemu denganku," ucap Pangeran.
"Hik..hik.. apa yang kamu lakukan disana, kenapa kamu tidak menemuiku langsung kerumah.?"tanya Paula dengan polosnya.
"Ahaha, hal konyol apa ini!? Aku sudah mendatangimu kerumahmu kemarin. Dan orang tuamu malah mengirimku kesini," ucap Pangeran berdecak tidak percaya. Semua terdengar konyol baginya.
"Apa !!! Kamu kemarin datang kerumah !! Oh hahahaa ya tuhan aku tidak percaya ini," ucap Paula menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Ternyata kedua orang tuanya telah mengerjai Pangeran sampai mengirimnya ke Jepang.
Melihat wanita yang sangat ia rindukan tertawa, membuat hati Pangeran luluh. Ia menganggap jika ini adalah salah satu tantangan untuk mendapatkan kepercayaan dari Om Guan dan Mama Uni.
"Hay .."
"Kak, maafkan mama papah yah? Mereka memang suka keterlaluan jika mengerjai orang," ucap Paula merasa tidak enak.
"Aku merindukanmu," ucap Pangeran terdengar serius membuat Paula salah tingkah.
"Haha, lalu?"
"Aku ingin bertemu denganmu, ini sudah sangat lama sejak sat itu dan aku merindukanmu," ucap Pangeran dengan raut wajah penuh penyesalan.
"Apa kamu sudah mengambil keputusan?"tanya Paula yang mulai terlihat serius.
"Aku akan langsung datang untuk melamarmu, bersiaplah," ucap Pangeran terlihat serius.
"Kak ayolah, aku benar-benar tidak ingin ada masalah kedepannya. Apakah urusan Kakak dan Sarah sudah selesai?"
"Dia yang memintaku untuk mengejar mu, dan dengan senang hati aku mengabulkannya. Maafkan aku terlambat mengambil keputusan, karena aku juga butuh waktu untuk menyelesaikan segalanya supaya hubungan kita aman dari segala gangguan. Saat itu, aku hanya tidak ingin gegabah mengambil keputusan, jika aku langsung memilihmu dan menolak Sarah mentah-mentah aku takut dia akan bertindak jauh dan melukaimu. Namun aku tidak percaya, ternyata dia melepaskan aku semudah itu untuk mengejarmu."
"Tidak ada yang terlambat kak, aku senang mendengar jika hubungan kamu dan Sarah baik-baik saja. Dimana dia sekarang?"
"Dia ada di Prancis bersama dengan Bayu dan Ola. Dia membuka usaha butik sederhana disana."
"Syukurlah jika ia sudah bisa memulai hidup baru dengan tenang disana. Heemmm, ini sungguh kabar yang melegakan," ucap Paula dengan senyum.
"Terima kasih ,,"ucap Pangeran dengan tulus.
"Terima kasih karena kamu telah Sudi untuk menungguku ..."
"Sampai kapanpun aku selalu menunggu cinta sejati ku ..."
"Baiklah, tunggu aku. Aku akan datang untukmu."
"Aku selalu menunggumu kak .."
"Bye ..."
"Bye ..."
..
"Nyonya, Terima kasih karena telah mengizinkan saya untuk berbicara dengan Lala. Sekarang hubungan kami sudah baik baik saja. Saya akan kembali ke Indonesia untuk menemuinya."
"Syukurlah jika memang begitu, saya doakan semoga hubungan kalian langgeng sampai kakek nenek. Kabari saya jika waktunya sudah tepat, saya pasti akan datang," ucap si Bibik Shun.
"Pasti Nyonya, sekali lagi saya berterimakasih. Permisi ..."
"Hati-hati dijalan ..."
"Baik Nyonya ..."
Akhirnya Pangeran dapat meninggalkan Jepang dengan perasaan yang sangat lega. Ia tak masalah jika harus di kerjai sampai harus mengelilingi dunia, asalkan ia dapat bertemu kembali dengan Paula.
...
...
jangan lupa follow dan like sebelum lanjut ke BAB selanjutnya 🙏
__ADS_1