
Akhirnya Pak Aska dan mama Lauren berpamitan untuk pulang duluan, mereka juga menghadiahkan pak alim mobil pickup untuknya. Supaya pak alim bisa membawa sendiri hasil panennya ke kota, tanpa harus menyeka mobil lain.
Pak alim benar benar merasa tidak enak, tetapi dia juga tidak boleh menolaknya.. Akhirnya dengan senang hati pak alim dan keluarganya menerimanya.
"Yuda, mama dan papa pulang duluan ya. Adik kamu itu sudah ngomel ngomel karena dia tidak di ajak," ucap Mama Lauren.
"Dia memang anak yang manja, sudah dewasa masih saja begitu," ejek Yuda.
"Hust,, kamu tidak boleh berkata begitu, dia itu adik kamu loh," ucap Mama Lauren tidak terima anak gadisnya di Katai.
"Emm mama hati hati ya di jalan, jaga kesehatan kalian," ucap Mumut.
"Iya menantuku yang cantik, terima kasih sudah perhatian dengan mama. Kami akan menunggu kalian di rumah utama," ucap Mama Lauren.
"Kami memutuskan untuk tinggal di apartemen mah," ucap Yuda.
"Oh tidak bisa. kalian harus berada di rumah utama. Mama tidak ingin terjadi apa apa oleh calon cucu mama," ucap Mama Lauren dengan tegas.
Mumut yang mendengar itu benar benar merasa sangat sedih mengingat itu bukanlah anak Yuda.
"Hmm baiklah ,,"ucap Yuda pasrah.
Setelah berpamitan dengan besan dan juga yang lain, mama Lauren dan Tuan Aska pulang dan tidak lupa dengan 10 Bodyguard yang menginap di hotel, mengingat rumah pak alim tidak akan muat jika mereka menginap di sana.
..
Disisi lain, Pangeran benar benar merasa terpuruk. Dia meninggalkan istrinya yang masih dalam fase yang yang sangat lemah.
Sarah di jaga ketat oleh Mama Ratu, dia bahkan tidak bisa turun kasur.
Tetapi janin Sarah benar benar kuat, dia bertahan dengan kondisi ibunya yang memperhatikan.
Pangeran mengaku akan meeting, tapi nyatanya dia datang kesebuah bar untuk menghilangkan sejenak kegundahan hatinya.
"Andai, andai aku bisa bersikap adil kepada Mumut, maka aku akan tetap bersama dengan kedua istri ku," gumam Pangeran yang sudah mabuk berat.
"Mumut akan tetap ada di sampingku,,
"Aku harus bagaimana,,,!?
"Aku tidak bisa melepaskan Mumut,,,
__ADS_1
"Aku juga mencintai dia..
"Aku ,, aku ,, tidak akan membiarkan Mumut lepas dariku begitu saja !!"
Tiba tiba Pangeran teringat anak yang sedang di kandungan Mumut.
"Aku yakin, anak itu adalah anak aku!! aku tidak percaya jika itu anak Yuda. aku akan melakukan tes DNA terlebih dulu,," gumam Pangeran dengan Geram.
"Aku tidak akan mengampunimu Yuda, jika benar anak yang di kandung Mumut adalah anakku,,!!"
Pangeran mulai menata pikirannya, dia tidak ingin berlarut larut dalam kepedihannya dan melihat Mumut bersama Yuda bahagia begitu saja.
...
Disisi lain. Mumut dan yang lain juga berpamitan untuk kembali ke kota.
"Mak pak, Mumut budak ke kota njeh, tulong dungakne Mumut kaleh Jaka, supaya dados jadi anak ekang sukses neng Kuto.
(ibu bapak, Mumut berangkat ke Kuta dulu ya, tolong doakan Mumut sama Jaka, supaya jadi anak yang sukses di kota,)"ucap Mumut.
"Nenek kakek, Raka pasti kangen kaleh njenangan (dengan kalian), suatu saat Raka akan muleh(kembali) untuk membawa Nenek dan kakek keliling dunia," ucap Raka menjanjikan kepada nenek kakeknya.
"Ya Allah Gusti putu Karo anak bener bener gawe aku Ra iso ngelepaske kue wong. Mbah pasti kangen Lee Karo awakmu, hik hik hik..
"Mak, Jaka janji akan ngelindungi mbak di kota. Kita akan pulang untuk mamak dan bapak. Jaga kesehatan kalian ya, kami pasti akan pulang," ucap Jaka mencoba untuk memberi pengertian kepada orang tuanya.
"Bapak Karo mamak pasti akan selalu menunggu kalian pulang, sering sering kabari kami ya nak," ucap Pak Alim.
"Bapak ibu, saya permisi dulu ya. Terima kasih banyak atas jamuan kalian. Saya janji akan sering sering berkunjung," ucap Yuda.
Tidak ingin berlama lama akhirnya mereka meninggalkan desa itu dengan berat hati. Tetapi mereka tidak ada pilihan.
Jaka masih harus melakukan magangnya, itu saja berkat Yuda dia bisa ikut pulang. Jika tidak, dia tidak akan diizinkan untuk pulang kampung.
Raka juga masih harus menyelesaikan tugasnya di "rumah Genius" dan Yuda sendiri bukanlah pengangguran. Dia memiliki perusahaan yang harus dia urus.
..
Di dalam perjalanan, mereka mengobrol dengan sangat asyik. Jaka dan Raka saling menyambung untuk membicarakan sesuatu yang terkadang tidak nyambung.
"Oya mbak, nanti saat dirumah Mas Yuda, kalian gak boleh tidur satu kasur ya," ucap Jaka memperingati.
__ADS_1
"Bagaimana jika ibu tidur saja dengan Raka.."
"Tidak bisa Raka, nenek Lauren pasti tidak akan membiarkannya. Aku janji tidak akan tidur dengan Mumut," ucap Yuda meyakinkan mereka.
"Baguslah jika begitu," ucap Jaka.
...
Akhirnya setelah perjalanan jauh, mereka sampai di rumah utama jam 9 malam. Mama Lauren sudah mempersiapkan segalanya untuk menyambut mereka.
"Hay sayang, selamat datang,,", ucap Mama Lauren melewati Yuda dan memeluk Mumut, padahal Yuda sudah merentangkan tangannya.
"Iya mah ,," ucap Mumut yang terlihat sangat pucat.
"Ya ampun darling, lihatlah wajah istrimu ini sangat pucat," ucap Mama Lauren ke Yuda. Yuda juga baru menyadari jika wajah Mumut sudah memucat.
"Iya mah, kita akan langsung istirahat saja," ucap Yuda yang kasihan melihat Mumut.
Jaka dan Raka masuk kedalam kamar mereka.
Yuda dan Mumut di temani Mama Lauren memasuki kamar mereka. Mama Lauren membuka kata sandi kamar Yuda.
"Kalian masuk ya, semoga kalian tidur dengan nyenyak," ucap Mama Lauren lalu meninggalkan mereka. Sekilas Yuda melihat mamanya berkedip kepadanya.
Ketika masuk kedalam kamar, Mumut benar benar merasa sangat takjub. Mereka baru memasuki ruang tamu yang ada di kamar itu, kamar yang sudah di hiasi lilin dan juga taburan bunga mawar merah dimana mana.
Yuda hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Yuda benar benar merasa malu mengingat mereka bukanlah suami istri sungguhan.
Mumut berjalan ke arah kamar. Disana sudah ada sepasang boneka angsa yang saling menyatukan kepalanya.
Mumut benar benar merasa sangat berbunga bunga, dia mendekati kasur yang sangat besar.
"Mas ,, ini apa ?"tanya Mumut menemukan sebuah kotak ****** disana.
Yuda yang melihat itu benar benar tidak percaya dan langsung merebutnya dari Mumut.
"Ah ini bukan apa apa Mut, ini hanya permen karet," ucap Yuda gugup, keringat dingin keluar dari kepalanya.
Mumut yang tidak mengenal dengan begituan hanya mengangguk saja.
"Emm Mut, kamu tidur disini saja ya. Aku akan tidur di sofa. walaupun Sofanya besar, kamu dan anak kita .. Emm maksudnya anak kamu, tidak akan nyaman tidur disana," ucap Yuda benar benar gugup.
__ADS_1
Mumut hanya tersenyum, ketika Yuda akan keluar kamar Mumut memanggilnya.
"Mas, ini anak kamu .." ucap Mumut membuat senyum mengambang di wajah Yuda.