Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Percikan awal


__ADS_3

Aya tersadar ketika ia sedang ditempatkan di sebuah vila yang besar di dekat sebuah pegunungan. Ia pun mencoba beberapa kali untuk melarikan diri tetapi penjagaannya sangat ketat sekali. Sehingga ia kesulitan untuk kabur dari villa mewah itu.


Berbagai macam cara ia lakukan untuk kabur dari villa itu sudah ia coba. Ia berusaha untuk menelpon Tora, tetapi karena letak Villa itu berada di pegunungan sehingga ia kesulitan sekali mendapatkan sinyal ponselnya.


Sudah tiga hari ia berada di villa itu, pelayan yang ada di dalam villa itu merawat Aya dengan baik, mereka memberikan makanan yang cukup dan baju-baju yang bagus untuk Aya pakai, tetapi Aya merasa bahwa ada sesuatu di balik semua ini sehingga ia tidak mau menerima kebaikan yang di berikan secara percuma.


Saat itu Mikael datang untuk menemui Aya. Karena ia sering mendapat laporan bahwa Aya setiap hari berusaha kabur dari Villa. Aya yang selama ini tidak pernah melihat wajah orang yang pernah tidur bersamanya di sebuah hotel itu. namun saat melihat wajah Mikael yang menemuinya pada saat itu. Ia menjadi yakin bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Mikael Gumelar. Ayah dari Arka dan Arya.


Wajahnya yang begitu sangat mirip bak copy paste itu. Membuat Aya menjadi yakin seratus persen bahwa orang tersebut adalah Mikael Gumelar yang membuat hidupnya menjadi hancur.


Dengan perasaan dendam yang amat dalam kepada Mikael. Aya hendak menyerang Mikael dengan sebuah garpu yang ia dapatkan di piring yang telah ia habiskan, namun Aya gagal melakukan penyerangan terhadap Mikael karena Aya berhasil ditenangkan oleh kedua anak buahnya Mikael.


Mikael yang tidak mengenali Aya sedikitpun, berdiri diam dengan dengan dinginnya. Auranya yang besar mendominasi seluruh ruangan. Tatapan matanya yang dingin ketika melihat Aya tidak membuatnya untuk mundur karena ketakutan. Mikael tidak mengenali Aya karena pada saat itu Mikael tengah mabuk berat. pada saat itu juga Mikael belum terbiasa dengan minuman berakohol.


"Kamu!" Aya berteriak pada Mikael, karena rasa sakitnya selama bertahun-tahun, disebabkan olehnya.


"Apa sebelumnya kita pernah saling mengenal?" Mikael dengan tatapan dinginnya itu membuat Aya tambah marah karena merasa Mikael berpura-pura tidak bersalah padanya.


Mikael pergi meninggalkan Aya di kamarnya, ia pun masuk ke kamar yang berada di sebelah kamar Aya. Ketika itu Mikael mendapat telpon dari Arka. Mikael langsung mengangkat telepon itu.


"Papa, apa ibu baik-baik saja?"


"Sepertinya dia baik-baik saja."

__ADS_1


"Papa tolong jaga ibu baik-baik."


"Apa kau menelpon hanya untuk itu saja?"


"Iya.."


Arka pun menutup telponnya. Arka merasa lega ibunya baik-baik saja. Ia mempercayakan ibunya pada Mikael, ia yakin mikael dapat menjaga ibunya dengan baik.


Mikael yang tidak terlalu memperdulikan Aya pun. Mengacuhkan telpon Arka, dan pergi bersiap untuk mandi. Saat ia tiba didalam kamar mandi air di dalam kamar mandinya itu rusak sehingga ia pun mandi mengungakan kamar mandi di tengah rumahnya.


Hal yang sama terjadi pada Aya. Ketika ia ingin menggunakan kamar mandinya. Air dalam kamar mandi itu rusak sehingga Aya meminta izin untuk menggunakan kamar mandi yang berada di tengah rumah. Aya membawa handuk dan pakaiannya menuju tengah rumah Villa itu.


Mikael yang sudah terlebih dahulu berada di dalam kamar mandi itu tidak mendengar suara seorang yang masuk kedalam kamar mandinya. Padahal ia memiliki kebiasaan buruk tidak mengunci kamar mandinya. Karena Mikael sudah terbiasa untuk hidup sendiri sehingga ia tidak merasa kalau ia harus mengunci kamar mandinya.


Ketika Mikael menyadarinya Aya pun segera membalikan tubuhnya. Aya hanya terdiam sambil membelakangi Mikael. Wajahnya memerah karena malu Aya pun meminta maaf lalu kabur meninggalkan Mikael.


Sedangkan Mikael yang masih terdiam tidak berkata-kata, masih dalam keadaan tidak sadar. Setelah Aya meminta maaf dan kabur, akhirnya ia sadar bahwa Aya telah melihat tubuhnya. Wajah Mikael merah merona, pipinya merasa terbakar karena malu. Ia pun segera membereskan mandinya.


Aya berlari terburu-buru. Masih tidak percaya apa yang ia lihat sebelumnya. Ia dengan resolusi jelas sekali melihat tubuh seorang pria nyata yang berada dihadapannya dan tubuh yang baru saja ia lihat adalah tubuh orang yang ia benci karena telah menghancurkan hidupnya.


Aya berhasil mencapai kamarnya lalu ia mengunci kamarnya itu, jaga-jaga jika Mikael datang menemuinya ia tidak masuk. pipinya masih merah merona seluruh kepala terutama telinganya terasa panas terbakar.


Jantungnya tidak berhenti berdegup kencang, Aya yang selama ini selalu berusaha bersikap dingin pada setiap orang kini ia seperti menemukan dirinya yang dulu. Aya dulu adalah orang yang menyukai pria tampan dan dingin, sebelum akhirnya di pertemukan dengan Zen oleh sahabatnya.

__ADS_1


Jantungnya merasa ingin loncat dari tempatnya. Wajah Mikael yang dingin menatapnya saat ia sedang melihat tubuhnya, memberikan demage yang besar bagi Aya. Seketika ia melupakan dendamnya pada Mikael. Aya masih berusaha menenangkan dirinya. Ia pun membuka pintu jendelanya untuk menghirup udara segar.


Angin yang masuk ke dalam jendela itu perlahan-lahan membelai halus pipi Aya. Ia memejamkan matanya. Lalu mengatur pernafasannya agar benar-benar rileks dan melupakan apa yang terjadi padanya.


Ketika Mikael menyelesaikan mandinya dengan cepat, ia langsung mengeringkan tubuhnya. Mikael masih tidak habis pikir bagaimana Aya bisa masuk kedalam kamar mandinya. Lalu ia teringat bahwa Aya adalah mantan istri Zen. Ia langsung menghakimi Aya bahwa orang yang bisa menikah dengan Zen adalah orang yang tidak baik.


Mikael mencurigai Aya bahwa ia sengaja melakukannya. Ia pun memutuskan untuk menghukum Aya. Ketika ia selesai mengeringkan dirinya ia menatap cermin di kamar mandi itu. Melihat pantulan wajahnya yang menakutkan itu di cermin itu. Namun seketika melintas di pikirannya wajah Aya yang melihat dirinya sedang tidak menggenakan pakaian.


Wajahnya kembali merona karena malu. Ia memutuskan untuk segera menghukumnya dan meminta pertanggung jawaban dari Aya. Mikael memanggil pelayan pribadinya Villa itu untu membawakan satu set baju untuknya.


Lalu ia pun menggenakan baju itu dan segera pergi menuju kamar Aya. Dengan berjalan tergesa-gesa karena marah. Mikael langsung mendorong pintu kamar Aya, namun pintu itu terkunci. sehingga ia menyuruh pelayannya untuk membukakan pintu itu dengan kunci cadangannya.


Mikael pun membuka pintu dengan keras karena amarahnya. Seketika itu Mikael melihat Aya yang sedang berdiri di depan pintu kepalanya terkena dorongan pintu yang kuat hingga ia terbentur keras. Aya terjatuh. Ia pun merasa agak pusing setelah kepalanya terbentur keras. Saat ia memeriksa kepalanya ternyata ada sedikit darah di kepalanya.


"Hey! apa kau tidak sabaran jika aku akan membukakan pintu!" dengan nada kesal dan pusing bersamaan.


"Kau! Kau masih-" sebelum menyelesaikan perkataannya Aya sudah terhuyung dan jatuh.


Mikael segera menyuruh pelayannya memanggil dokter datang. Sedangkan Mikael harus mengangkat tubuh Aya ke atas kasurnya. Walaupun ia merasa kesal pada Aya. Mikael sudah berjanji pada Arka untuk menjaga ibunya dengan baik.


Mikael pun melihat wajah Aya yang begitu cantik, Namun ia merasakan bahwa Aya tidaklah asing baginya. Setelah itu dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Aya.


Dokter melihat wajah Mikael yang merasa bersalah itupun mencoba mempermainkannya. Dengan beralasan bahwa Aya hampir saja terkena gegar otak. Tulang tengkoraknya retak, Mikael harus berhati-hati jika ia tiba-tiba terbentur lagi dan mati.

__ADS_1


Mikael terkejut, menurutnya hukuman yang ia berikan ini pada Aya terlalu tidak seimbang, jika Aya mati. Arka akan menghancurkan perusahaannya. Sehingga ia pun akan berhati-hati dan menjaga Aya untuk kedepannya, jika ada sesuatu pada kepalanya.


__ADS_2