Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Menghentikan Mikael


__ADS_3

Tapi ada satu hal yang sangat mengganjal di dadanya, atau itu hanya perasaannya saja menurut pikirannya, karena Aya merasakan sesuatu yang benar-benar aneh pada pria itu. Aya yang masih menyimpan senjata biologinya itu. Bersiap siaga jika terjadi sesuatu padanya.


Perasaannya begitu tegang ketika pria itu memajukan kembali mobilnya dengan kecepatan biasa. Ketika itu juga ada suatu hal yang membuat perasaannya menjadi begitu kuat. Aya terus memerhatikan pria yang mengaku dirinya sebagai Giovanni itu.


Gerak-geriknya sangat mencurigakan, bagi Aya yang sering membaca novel tentang mafia itu. Dia tau bagaimana tipu muslihat yang sering digunakan orang-orang licik untuk memanfaatkan pihak yang lemah seperti halnya Aya saat ini.


Tangan kanan Aya perlahan-lahan mulai bergerak untuk mengambil pistol biologisnya yang ia simpan di saku dalam jaketnya itu. Aya bersiap-siap sambil bersikap tenang.


Suasana dalam mobil benar-benar sepi dan canggung, Aya memanfaatkan hal itu untuk melakukan gencatan senjata padanya. Tepat ketika ponsel pria itu yang berada tepat di sebelahnya itu berbunyi. Aya langsung menodongkan pistol ke arah kepala pria itu.


"Oi, Apa yang kau lakukan? Jika kau melakukan ini mungkin Mikael akan marah padamu dan bisa saja dia membunuhmu kapan saja." Pria itu sedikit kaget karena mendapat gencatan senjata oleh Aya ketika ia sedang menyetir mobilnya.


"Kau tahu? Aku bisa membaca psikologi orang, kau pikir aku sudah berapa kali belajar yang seperti itu?" Aya memegang pistolnya dengan erat, posisinya juga sebenarnya sama-sama tidak diuntungkan. Karena pria itu sedang berkendara dengan kecepatan tinggi mungkin saja akan terjadi kecelakaan. Disisi lain jika ia menghentikan mobilnya terlebih dahulu ia mungkin akan sempat membalasnya dengan pistol yang asli.


Aya benar-benar tidak ada pilihan lain selain untuk m ngambil alih kemudi mobilnya. Aya masih ada satu senjata cadangan yang digunakan untuk kabur ketika menghadapi musuhnya yang lebih pintar dan kuat untuk dilawan yaitu gas tidur.

__ADS_1


Aya dengan tangan kirinya mengambil dengan cepat gas tersebut. Namun pria itu mengatakan sesuatu padannya. "Ternyata aku salah kau sangat pintar. Aku memang bukan Giovanni, tapi apa kau tidak mengenali sesuatu padaku? Kurasa itu tidak penting lagi sekarang karena tujuanku tetap sama yaitu menghentikan Mikael, jika dia bertindak gegabah lagi. Bahkan orang yang berada dikepolisian pusatpun akan kesulitan menangani untuk kasus yang sekarang." Pria itu membuka kacamata hitamnya dan terlihat jelas wajah tampan pria itu.


Aya masih belum mempercayainya sebelum ia menunjukan identitasnya siapa, karena hal yang terpenting dalam dunia mafia adalah tidak boleh lengah dan melakukan kesalahan apapun. "Aku belum bisa mempercayaimu, kau harus buktikan siapa identitas mu? Kau pikir aku ini bodoh? Giovanni adalah salah satu petinggi keluarga Gumelar walaupun dia berasal dari keluarga bagian. Ciri dari petinggi keluarga Gumelar adalah cincin yang ada di posisi jari telunjuk atau jari kelingking mereka.


Jika cincinnya berada di jari telunjuk artinya kau berasal dari keluarga bagian sedangkan jika cincinnya berada di jari tangan kelingking kanan artinya orang tersebut dari keluarga utama. Jadi bagaimana kau menjelaskan jari tangan mu yang sama sekali tidak memiliki cincin itu. Apa lagi saat keluar kau tidak boleh melepasnya bukan? Apa kau tahu tentang itu juga?" Aya memaparkan pengetahuannya yang pernah ia dengar sebelumnya dari Zen tentang anggota-anggota mafia Mikael yang sudah beberapa kali menyerang Zen, bahkan saat dua tahun lalu Zen yang pernah bersembunyi di pulau pribadinya dan menjadi awal kebencian Aya dan si kembar ada Zen.


"Baiklah, aku benar-benar tertipu dengan sikap bodoh mu yang tadi. Kupikir kau benar-benar adalah orang yang sangat bodoh. Ternyata aku salah. Nampaknya kau juga sudah berpengalaman ya di dalam dunia mafia busuk seperti ini." Pria itu menjawabnys dengan santai. Nada bicaranya benar-benar berubah tidak seperti ketika mereka awal bertemu. Pria itu melirik sedikit pada tangan sebelah kiri Aya yang nampak sedang akan mengeluarkan sesuatu dari sakunya. "Gas tidur ya?" Pria itu hanya tersenyum "Kau sangat menarik berapa banyak senjata biologi yang kau bawa hari ini?"


"Apa aku harus menjawabnya pada orang sepertimu?" Aya membalikan pertanyaannya. Karena sepertinya pria itu ingin menyembunyikan identitasnya sendiri.


Aya mulai menurunkan pistolnya biologinya dari kepala pria itu dan memasukannya kembali kedalam saku jaketnya dan kembali duduk dikursinya. Alasannya adalah Aya sendiri merasa tidak asing dengan wajah dan suara pria itu.


Pria itu mulai menempelkan cincin keluarga Gumelar di jari kelingkingnya dan memakai kembali kacamatanya. "Aku dari keluarga utama Gumelar, tapi aku tidak mau bilang siapa aku. Karena wanita itu suka dengan pria misterius begitu kan?" Pria itu membuka kacamatanya sedikit sambil mengedipkan satu matanya.


Bukan merasa terpesona. Aya merasa pria yang ada di sebelah Aya ini, terasa seperti orang yang sangat aneh melebihi dirinya. Aya mengabaikan orang yang benar-benar membuatnya jijik itu.

__ADS_1


"Jawab pertanyaan ku, sejak kapan kau mengenalku?" Aya penasaran dengan suaranya yang tidak asing itu. Karena sepertinya dia pernah mendengar suaranya yang berat, dan cukup pindah itu.


"Sayang sekali, aku tidak dikenal oleh fans VIP ku sendiri. Tapi untuk kesekian kalinya aku ingin mengingatkanmu, kita tidak punya banyak waktu. Aku baru saja menculik Giovanni. Si bodoh itu beraninya lapor tanpa konfirmasi dulu. Mikael adalah orang yang tidak suka menahan amarahnya dan memilih melampiaskannya langsung ketika sudah terpancing.


Jika saja ini bagian dari rencana Raphael, artinya dia sudah masuk kedalam perangkap yang dirancang Raphael. Persiapan yang ia lakukan selama enam tahun terakhir ini akan sia-sia." Pria itu juga masih mengabaikan pertanyaan yang diajukan oleh Aya.


Namun apa yang di bicarakan oleh pria itu ada benarnya juga, Aya menjadi sangat khawatir pada Mikael, tentang kondisinya akhir-akhir ini dia tidak begitu baik. Apalagi dia tadi sempat demam sebelum ia pergi yang entah tau kemana sebenarnya.


"Apa kau benar tahu Mikael dimana?" Aya meragukan pria yang baru saja menemuinya itu. Karena Aya sendiri tidak tahu bagaimana hubungannya dengan Mikael terekspos, padahal ia baru saja lebih dekat Mikael setelah beberapa ketika dirinya sendiri diculik usai perceraiannya dengan Zen.


"Bukannya kalian tadi baru saja bersama?" Pria itu malah balik bertanya pada Aya, yang dimana membuat keduanya juga menjadi bingung sebenarnya mereka harus kemana.


"Heh, cowok aneh! Lalu buat apa kau terus menyetir jika tidak tahu dimana kemana perginya Mikael!" Aya benar-benar emosi dengan kelakuan pria yang tidak bisa Aya baca pikirannya itu.


"Tenang aku baru saja menculik Giovanni, sekarang dia ada dibelakang bagasi ku." Pria itu hanya tersenyum licik. sambil memberhentikan mobilnya untuk pergi bertanya pada Giovanni yang asli, yang tepatnya berada di belakang bagasi mobil pria itu.

__ADS_1



__ADS_2