
Mikael menertawakan Aya yang menurut begitu saja. "Pft.., kau ini gampang sekali menurut pada ucapan orang lain. Pantas saja Zen bisa memanfaatkan mu dengan mudah." Mikael mengatakan perkataan itu dengan santai.
Namun Aya ketika ia tahu Mikael melepaskan tangannya ia segera bangkit dan menjauhi Mikael. "Kau ini benar-benar pria baj*ng*n!" Aya benar-benar kesal dengan kelakuan Mikael yang semakin hari semakin menjadi. "Beruntung aku menikah dengan mu itu hanya sebatas kerja sama jika menjadi istri mu yang sesungguhnya pasti aku akan menyesal seumur hidupnya" Tegas Aya pada Mikael.
"Jangan di bawa emosi, semalam aku hanya tidak bisa tidur. Mungkin karena lupa meminum obat dari dokter itu." Mikael memainkan katanya, menjadi seolah-olah Aya lah yang salah, karena tidak memberikan obat tidur yang di berikan Petra pada Mikael.
Mikael beranjak dari tidurnya dan mengambil posisi duduk di ujung ranjang sambil menatap Aya yang berdiri didepannya sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dadanya.
"Jangan pura-pura kau pikir aku tidak tahu kau itu takut minum obat?" Wajah Aya mendekat pada Mikael sambil menyipitkan matanya. dengan posisi tangan yang sama menyilang di depan dadanya.
"Kau pasti bercanda! Jangan mendengarkan rumor yang tidak jelas seperti itu. Aku ini bos mafia." Mikael mengelak dan membela dirinya sendiri bahwa ia tidak takut meminum obat mana pun karena ia adalah seorang bos mafia nomor satu di negara ini.
"Kau pikir aku tidak belajar ilmu psikologi? Aku sudah membaca ulang bukunya berkali kali." Aya begitu percaya diri dengan tebakan yang ia lontarkan kepada Mikael.
"Kau ini hanya bisa berbicara omong kosong saja. Mana mungkin pria yang sekeren dan setampan seperti ku ini takut pada hal yang sepele seperti itu." Mikael tetap mengelak untuk menjaga harga dirinya.
"Kalau begitu kenapa Ken begitu kerepotan merawat mu, bahkan ia seperti lepas tanggung jawab untuk menjagamu?" Aya masih memincingkan matanya untuk melihat mata Mikael yang menghindari tatapannya. "Dan kau terlalu narsis, kata siapa kau itu tampan? yang ada setiap melihatmu aku langsung merasa mual dan jijik." perkataan Aya yang sangat cukup memprovokasi Mikael itu membuat Mikael tampak tidak bisa mengontrol emosinya.
Kalau bukan karena ingin memanfaatkan wanita ini dengan cara membuatnya cinta mati padaku. Aku ingin membunuhnya. Tapi itu tidak kulakukan karena dia juga merupakan adik Kai. Ucap Mikael dalam hatinya yang mencoba menahan dirinya.
"Sebaiknya kau cepat bawakan aku sarapan yang enak! Sarapan mu yang kemarin itu kurang sedikit garam." Mikael mencoba mengganti topik pembicaraannya. Agar Aya tidak terlalu mengurusi hal-hal yang tidak penting.
__ADS_1
"Kau coba mengalihkan pembicaraan bukan?" Aya masih saja kesal dengan Mikael yang selalu saja mempermainkan dirinya.
"Kontrak pernikahannya bagaimana kau akan membuat perjanjian-perjanjian didalamnya?" Mikael kembali mengalihkan topik pembicaraannya. Agar menyelamatkan harga dirinya. "Bagaimana jika aku menambahkan bahwa melakukan hubungan suami-isteri itu tidaklah sesuatu yang melanggar." Mikael balik memprovokasi Aya.
"Apa!? Kau sudah gila? Aku sendiri yang akan buat kontraknya." Aya akhirnya teralihkan, ia tidak mau Mikael membuat kontrak seenaknya lagi dan hanya meraih keuntungan pribadi.
"Aku juga tidak mau tanda tangani kontraknya kalau itu tidak membuatku untung."
"Kau! Bagaimana kita bersimbiosis saja, jadi kita ini sama-sama untung."
"Tidak, kau tahu aku melakukan ini tidak mudah. Kau harus punya kekuatan untuk melawan pria itu dengan kekuatan mafia bukan?"
"Tidak kau salah, aku cukup punya Arya dan Arka saja." Aya tetap menolak dengan tegas.
"Apa!? Aku yang membesarkan mereka berdua dengan susah payah."
"Siapa suruh begitu, bukankah waktu itu aku sudah memberikan kartu namaku."
"Kau ini punya pikiran tidak sih, apa kata orang jika aku yang sudah bersuami ini malah hamil dari pria lain."
"Kau tidak usah mendengarkan mereka cukup bukan?"
__ADS_1
"Kau selalu meremehkan hal seperti itu. Kau itu jahat!" Aya pergi keluar dengan perasaan yang sangat kecewa atas perkataan Mikael. Padahal Mikael sendiri sangat tahu bagaimana rasa ketika ia diejek dan di rendahkan oleh orang lain.
Mikael mulai resah, ia takut perkataannya itu benar benar membuatnya sangat marah. Jika itu terjadi Mikael tidak bisa melindungi Aya sekaligus memanfaatkannya. Mikael juga tidak bisa melawan Raphael jika bukan karena bantuan Arya dan Arka yang sudah Aya besarkan dengan susah payahnya.
Mikael ingin meminta maaf pada Aya tetapi gengsinya terlalu besar. Hingga sesaat ketika itu Mikael mendapatkan telpon dari Ken tentang orang yang mirip persis dengan Kai.
"Mikael!" Seru Kai, "Cepat buka laptop mu. Arka akan mengirimkan data tentang orang yang aku ceritakan semalam."
Mikael langsung pergi menuju kamar rahasia yang ada di dalam apartemen itu. bahkan Aya sendiri tidak tahu jika Apartemen itu memiliki. Ruang rahasia yang sangat besar, dan di penuhi oleh buku-buku seperti di perpustakaan.
"Bagaimana apa kau sudah melihat datanya Email mu?" Ucap Ken tergesa-gesa.
Mikael tidak menjawabnya sebab ia sedang berjalan menuju ruang tengah dan mencari tombol mekanik untuk membuka ruang rahasia tersebut. Ia memeriksa satu persatu lukisan yang berada di ruang tengah dan akhirnya mendapatkan tombol mekaniknya.
Mikael pun menekan tombol mekanik itu. Dinding itu pun bergerak dengan sendirinya. Mikael masuk diam-diam agar Aya tidak mengetahuinya. Lalu ia pun menutup kembali pintu dinding itu dengan hati-hati.
Mikael berjalan menelusuri lorong gelap, yang di kelilingi oleh rak-rak buku yang berderet rapi, bahkan tidak ada debu sama sekali. itu karena tempat itu sering di bersihkan oleh salah satu robot ciptaan Mikael sendiri.
Ia melihat komputernya yang sudah lama ia tidak gunakan itu. Lalu ia pun duduk didepan komputer yang jarang digunakan itu dengan tegap. Mikael menekan tombol power untuk menyalakan monitor dan CPU komputer itu. ternyata semuanya masih sangat berfungsi.
Mikael menekan nekan tetikus itu untuk membuka email yang ia dapatkan dari Arka. Setelah ia membukanya. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Ken orang yang Arka kirimkan fotonya itu sama sekali mirip dengan Kai pada saat ia meninggal enam tahun lalu.
__ADS_1
Matanya terbelalak tidak percaya dengan apa yang ia lihat menggantung di layar komputernya. Bahkan detail wajahnya pun, sangat mirip sekali. Hal ini tidak bisa di percaya dengan menggunakan logika saja. Pertanyaan yang sesungguhnya adalah bagaimana bisa orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali.
Mikael membaca detail tentang mafia yang bernama Andres Dominguez. Seorang mafia dengan memiliki peringkat ke 3 di dunia dalam sejarah mafia saat ini.