
Geo mengantarkan kembali Arya ke kantor AngelTech, saat itu juga Giovanni sedang menunggu kedatangan Geo untuk menjemput Arya di pertepian jalan sebelum memasuki gedung kantor AngelTech yang menjulang tinggi.
"Sepertinya orang yang sebenarnya harus menjemputmu sudah menunggumu." Geo mengurangi kecepatannya dan mulai menepikan mobilnya. "Yah, kita sepertinya sudah harus berpisah." Geo menatap Arya dengan tersenyum, entah itu senyum palsu atau tulus, Arya mencurigai pria itu merencanakan sesuatu.
"Paman! Di mataku Paman salah satu orang yang menarik, Ayo kita bertemu kembali!" Arya langsung membukakan pintu mobil Geo, ketika Geo sudah memberhentikan mobilnya tepat didepan Giovanni.
"Tentu saja! Kau pun tidak kalah menarik di mata semua orang kawan!" Geo mengatakan kata terakhirnya dengan penuh saling mewaspadai SatuSampang lain.
Geo pergi setelah Arya turun dari mobilnya, Ia tidak mengatakan satu patah katapun pada adik kandungnyanya sendiri, Giovanni. Arya melihat kepergian Geo sampai ia menghilang di persimpangan jalan.
"Arya?" Giovanni langsung menuntun Arya masuk kedalam mobilnya, dan pergi menuju Gedung AngelTech yang jaraknya hanya beberapa meter lagi. Arya mengikuti Giovanni, entah mengapa Arya dengan mudahnya lebih percaya pada Giovanni.
"Paman! Apa dia Kakakmu?" Arya bertanya pada Giovanni yang akrab dipanggil Gio itu.
"Apa kami terlihat jelas?" Giovanni berkata lembut pada Arya, karena ia tahu setelah memasuki AngelTech tentu saja. Mikael akan tahu apa yang terjadi didalamnya.
"Ya.. hanya saja perbedaannya kau memakai kacamata minus dan dia menggunakan kacamata hitam." Arya membandingkan Giovanni dan Geo dari penampilan luarnya saja. tanpa melihat penampilan asli mereka yang jelas agak jauh berbeda.
"Paman Geo sangat menarik, aku jadi ingin mengenalnya lebih lagi paman!" Arya mengatakan hal itu dengan sangat enteng. tanpa melihat siapa orang yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
"Kau terlalu cerdik Arya, aku harap kau lebih baik berhati-hati pada orang itu." Giovanni menyuruh Arya untuk berhati-hati pada Geo. Seperti yang diketahui sebelumnya Geo adalah orang yang tidak ramah terhadap keluarga Gumelar. Bahkan tidak pernah mengikuti rapat keluarga, mungkin hanya beberapa kali saja ia mengikutinya itupun bisa dihitung dengan hitungan jari saja
"Hehehe, paman dia itu Kakakmu loh! Aku bisa menilai hanya dengan berinteraksi dengannya saja. Menurutku walau dia itu adalah orang yang sangat buruk tetapi dia itu adalah kakak yang sangat baik." Arya memberitahukan penilaian sifat Geo berdasarkan beberapa pengamatannya.
"Jika itu benar, mungkin aku akan mencoba mempercayai kata-kata mu." Giovanni tersenyum pada Arya. Ini kali pertamanya bagi Arya melihat para mafia itu tersenyum dengan tulus. Biasanya para mafia hanya bisa tersenyum palsu dan memiliki maksud lain terhadap senyumannya itu.
Giovanni memberhentikan mobilnya tepat di parkiran bawah tanah kantor AngelTech. Tepatnya di parkiran khusus keluarga Gumelar, namun Mikael sendiri tidak pernah memarkirkan mobilnya di tempat khusus itu. Giovanni pun keluar dari mobilnya bersama dengan Arya.
"Paman, aku mau digendong! Sepertinya aku kelelahan." Arya dengan tidak biasanya meminta Giovanni untuk menggendong dirinya. Mungkin saja Arya kelelahan dengan semua yang terjadi pada dirinya hari ini.
"Kau sepertinya sangat kekalahan ya!" Giovanni dengan ramah menggendong Arya dari mobilnya. Giovanni pun menutup pintu mobilnya lalu menguncinya, lanjut setelah itu ia pun bergegas menemui Mikael sambil menggendong Arya dipangkuannya.
Melihatnya seperti itu terasa sangat damai dan tenang, layaknya seorang ayah yang menggendong anaknya dengan penuh kasih sayang, namun kenyataannya dalam otak Giovanni masih memikirkan penyusup yang beberapa menit sebelumnya berhasil Mikael dan anak buahnya itu ringkus setelah mendapat laporan dari Ken.
Giovanni langsung meluncur menuju kantor Pusat Keluarga Gumelar atau Kantor perusahaan Mikael yaitu AngelTech. Kantor yang berhasil Mikael kembangkan setelah mengalami beberapa krisis dari pertentangan dengan Raphael.
Dengan kecepatan tinggi yang merupakan kebiasaan dari setiap keluarga Gumelar saat mengendarai mobilnya. Dengan kecepatannya itu ia berhasil sampai di AngelTech dengan hitungan menit saja.
Ketika itu kebetulan sekali Tora baru saja pergi menggunakan mobilnya dan meninggalkan Aya dan Mikael serta Arka yang masih tertidur pulas di pelukan Aya.
__ADS_1
"Mikael!" Teriak Gio saat memanggil Mikael yang hendak kembali kedalam Kantornya itu.
"Gio?" Nada datar Mikael saat melihat Gio yang memanggilnya.
"Mikael! Ini situasi genting! Didalam, Ken-." Belum menyelesaikan kata-katanya tinju Mikael langsung melayang di wajah Gio.
"Hei! Keluar dari mobil mu! Bicaralah yang benar dengan bos mu!" Mikael nampaknya sedang kesal tidak tertahankan sehingga ia melampiaskan amarahnya tanpa sadar pada Gio yang baru saja datang itu.
Gio yang sangat patuh dan takut terhadap Mikael itu, langsung keluar dari mobilnya dan mengatakan keadaan yang sebenarnya terjadi pada Ken didalam pada saat ini.
"Ken, bilang ada beberapa penyusup yang berhasil memasuki lantai 67." Setelah berbicara tentang penyusup itu beberapa anak buah Giovanni baru saja datang menyusul untuk membantu pemeriksaan menyeluruh di dalam gedung AngelTech.
"Untuk lantai 67 biar aku dan Aya yang mengurus kau dan anak buah mu pergilah ke semua lantai, sisir semua tempat dengan benar! Atau kau harus membayarnya dengan nyawamu sendiri." Mikael mengacungkan pistolnya ke leher Giovanni, untuk mengancamnya melakukan yang terbaik.
"Apakah Arya sudah ditemukan!?" Aya tiba-tiba bersuara pada Mikael, melihat Giovanni tiba menemui Mikael seperti itu. Giovanni yang baru tersadar Aya hanya menggendong satu anaknya itu, menyesal akan kecerobohannya yang tidak memeriksa terlebih dahulu toko Eskrim yang di beritahukan oleh beberapa anak buahnya yang melihat.
"Kau tenang saja! Arya sudah di temukan di toko Eskrim dekat apartemen xx. Aku akan menyuruh yang lain untuk menjemputnya." Giovanni berusaha membuat Aya tenang, karena ia tahu kalau ia memberitahukan kelalaiannya saat itu Mikael akan menghabisinya saat itu juga.
Giovanni bergerak mundur menjauhi Mikael dan Aya. Ia memeriksa beberapa orang yang jaraknya tidak jauh dari toko Eskrim itu untuk bisa menjemput Arya dengan segera. Awalnya Gio berpikir untuk meminta bantuan pada Rio bersama beberapa rekan polisinya, namun hal itu cukup beresiko karena Rio merupakan seorang polisi.
__ADS_1
Jika polisi yang memulangkan Arya ke AngelTech dan melihat pembantaian para penyusup itu, mungkin akan membuat Mikael repot dan bisa saja ia benar-benar membunuhnya. namun melihat jarak dari perusahaan milik Ayahnya dan toko Eskrim itu sangat dekat dan lebih dekat dibandingkan jarak keberadaan Rio saat ini. Gio memutuskan untuk meminta bantuan kakaknya yaitu Geo untuk membantunya menjemput Arya di toko Eskrim itu.
Walaupun ia tidak terlalu dekat dengan kakaknya itu setelah ia menjadi tangan kanan Mikael. Giovanni berusaha mencoba meminta bantuan kepada kakaknya itu.