Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season2) Harus disegerakan


__ADS_3

***


“Pernikahan?” ken kaget dengan pernyataan Mikael.


“Bukankah bibi sudah bilang bahwa pernikahan kau dengan Aya akan ditunda sementara?” Sambung Ken yang tidak tahu mengapa Mikael begitu keras kepala ingin menggelar pernikahan itu sesegera mungkin.


“Aku juga tidak setuju, minggu depan adalah sidang Rio mengungkapkan kejahatan Reino. Kau harus datang karena kau satu-satunya saksi yang melihat kecelakaan itu bukan?” Ken tidak memberikan kesempatan untuk Mikael berbicara.


“Aku juga tidak bermaksud upacaranya pernikahannya akan dilakukan pada saat sidang, mungkin dua hari setelah sidang.”


“Apa kau gila? Apa itu tidak terlalu cepat?”


“Tidak, aku yakin sekali. Di ulang tahun Rapahel tanggal 3 Februari nanti. Ia akan memberikan kejutan yang spesial untuk kita.”


“Bagaimana kau tahu?”


“Aku sudah memeriksa seluruh kapal pengangkut di pelabuhan. Beberapa hari lagi kapal dari italia akan tiba. Aku tidak yakin sepenuhnya, tapi berdasarkan analisisku kapal itu tidak hanya mengangkut barang-barang impor. Tapi ada beberapa penyelundupan senjata yang dilakukan oleh Raphael.”


Ken bergetar merinding setelah mendengar apa yang dikatakan oleh mikael tentang Raphael. Trauma masa lalunya hampir kambuh lagi. Namun melihat tatapan tajam Mikael yang begitu meyakinkan. Membuat Ken bisa sedikit mengatasi rasa Traumanya itu.


“Apa yang kau rencanakan?” Ken penasaran apa yang telah disiapkan oleh Mikael.


“Aku seorang ilmuan yang menciptakan berbagai robot dan barang-barang canggih lainnya. Tetapi aku tidak bisa membuat senjata. Satu-satunya orang yang bisa membuat senjata seperti itu adalah Aya.


Aku sudah melihat bagaimana, senjata dan beragam alat, racun serta lainnya yang di buat Aya itu sungguh luar biasa. Aku dan Aya terikat dengan kontrak perjanjian. Aku akan membantunya mencari Angga Dirgantara, sedangkan dia akan bekerja sama denganku.”


“Tapi bagaimana kau mencari Angga Dirgantara, bukankah orang itu adalah buronan di negara kita? karena kabur dari penjara saat terkena tuduhan membunuh Kai?”


“Sebaiknya kau duduk yang rileks di tempat kerjaku, dan minumlah sedikit kopi yang ada di atas mejamu itu. Setelah tenang aku yakin kau bisa berpikir dengan jernih.”


Ken menyeruput kopinya secara perlahan dan mengikuti saran dari Mikael. Namun dirinya masih belum habis pikir apa yang dimaksud oleh Mikael. Ken-pun mengambil nafas dalam dalam dan mengeluarkannya secara perlahan agar dirinya rileks.

__ADS_1


"Aku sudah tenang sekarang, jadi cepat katakan apa yang kau rencanakan untuk menemukan Angga Dirgantara?"


"Dia tidak perlu dicari kembali sebenarnya. Dia hanya perlu dipancing."


"Dipancing?" Ken mengulang perkataan Mikael yang ia tidak mengerti sepenuhnya.


"Apa kau ingat saat Arka dan Arya menghilang?"


"Tentu saja aku ingat, itu terjadi belum lama ini. Aku tidak mungkin lupa, semua keluarga Gumelar mencari keberadaan mereka."


"Benar, saat itu aku mengganti nama mereka di data anak yang tercatat di negara. Saat itu aku merubah nama Arka dan Arya untuk menariknya masuk kedalam keluarga Gumelar.


Semenit setelahnya, aku melihat seseorang melakukan yang sama, dengan melakukan pencarian nama Arya. Saat itu aku tidak berkata-kata apapun pada Aya.


Mungkin terlihat biasa, karena mafia dari keluarga lainpun mungkin akan melakukan hal yang sama dengan orang itu lakukan. Ketika mereka mengincar aplikasi yang dibuat oleh Arka.


Apa kau merasa aneh dalam papan pengumuman itu yang mereka cari adalah Arka. Sedangkan Arya tidak tertulis di web itu secara jelas, bahkan tidak tertulis sedikitpun tentangnya jika hanya membaca poster yang terpampang jelas itu.


"Tapi setahuku Dustin tahu keberadaan Aya bukan?"


"Dia dulunya adalah sekretaris Indra Dirgantara. Tidak maksudku orang yang dekat dengan Indra, kemungkinan besar juga dia terlibat dalam pembunuhan Indra Dirgantara."


"Jadi siapa saja yang tahu keberadaannya?"


"Ini masih dugaan ku saja, Aku sudah menyuruh Rio untuk mencari data tentang Kai, sedangkan untuk urusan lain aku sudah menyuruh Faisal."


"Faisal? Untuk apa kau menyuruh orang itu?"


"Kami hanya berurusan dengan hutang lama sebenarnya tapi tidak menyangka ia mau menyempatkan waktunya untuk mencari Aset Dirgantara yang masih ada."


"Seharusnya dari dulu kau memanfaatkan kekuatan keluarga gumelar yang lain. Jadi kau tidak perlu mengotori tanganmu sendiri membantai semua keluarganya Ardinata."

__ADS_1


"Karena aku sekarang sedang sibuk mempersiapkan perang terakhirku dengan Raphael. Aku sudah memikirkan desain senjata dan beberapa bom untuk menghabisi orang itu.


Maka dari itu aku membutuhkan kemampuan Aya sesegera mungkin. Sebelum mereka melakukan pergerakannya."


"Ku pikir akhir-akhir ini kau benar-benar menyukai Aya, ternyata aku salah. Sifat kau yang tidak mau rugi itu selalu melekat dan selalu mengabaikan hal yang lain demi keuntungan mu itu.


Bahkan kau sengaja melakukan pertengkaran antara Giovanni dan Geo, agar kau bisa masuk dan menarik Giovanni dalam kuasa mu. Kau mengendalikan kelemahan Geo dengan memanfaatkan Giovanni.


Tidak hanya itu kau memasukan Rio dalam akademi polisi dan membuatnya lulus secara mudah, membuatnya menandatangi surat perjanjian Andi pada negara. Padahal kau mau mengendalikan sektor kepolisian juga bukan?


Dan yang terakhir kasus Bryan yang mengkhianati keluarga kita, bukankah kau pemicu sebelumnya?"


"Haha, itulah mengapa aku menyimpan mu di sisiku. Kau sangat berguna dan kita memiliki tujuan yang sama. Tapi kasus Bryan sedikit melenceng dari scenario ku."


Mikael meneguk kopinya lalu memulai percakapannya kembali.


"Jika saja aku tidak sedikit memaksakan diri. Seharusnya aku bisa menunjukan kekuasaan ku dengan menembak si pengkhianat itu didepan semua para petinggi. tapi untungnya Arka tidak buruk juga.


Selain ia mengambil separuhnya harta dari Bibi Dewi, ia juga membuat Rio kembali kedalam genggamanku. Itu sungguh keuntungan yang berlipat-lipat."


"Aku tahu kau tidak bisa sepenuhnya mengendalikan keluarga Gumelar di bawah kuasa mu. Tapi kau cukup ekstrim melakukan pembunuhan untuk mengendalikan mereka.


Namun kau tahu cepat atau lambat mereka akan menyadari semua rencana yang telah kau buat selama ini."


"Maka dari itu kau sebagai asisten pribadiku, harus menutup semuanya rapat-rapat. Jika kau tidak melakukannya aku akan datang padamu menggantikan Raphael."


"Aku merasa kasihan pada Aya, ia harus tertangkap oleh orang seperti mu."


"Kau benar, kalau begitu aku serahkan urusan pernikahan ku dengan Aya padamu. Jangan beritahu bibi dalam waktu dekat ini sebar undangannya setelah lima hari sebelum pernikahan.


Besok aku akan pergi dengan Aya untuk melihat gaun pengantinnya."

__ADS_1


"Aku sarankan kau setelah menikah dengan Aya, kau tidak mengusiknya terlalu berlebihan. Setahuku Arka bukan hanya memasang radar di kalungnya. tetapi ia juga melalukan beberapa hal ekstrim sepertimu pada Aya untuk melindunginya."


__ADS_2