
"Guntur sebaiknya kau saja yang membawa Aya, Arya dan Arka. Ke kantor. Tidak usah pergi ke apartemen. Langsung ke kantor AngelTech."
"Apa? ini tidak adil!. Bukankah aku yang sudah selama ini membantumu memantau mereka?" Guntur mengeluhkan apa yang sudah ia kerjakan namun Mikael menginginkan hal lain pada Guntur..
Mikael tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Guntur. Ia hanya berfokus pada Aya. Mikael pun mendekati Aya hingga mereka berjarak lima senti saja, Mikael pun menyibak sedikit rambut Aya, lalu menempelkan bibirnya di telinga Aya. Mikael pun berbisik pada Aya.
"Sesuai perjanjian kita, hari ini kau sudah boleh bekerja padaku. Dokter Ferdy akan segera memberi tahu apa yang harus kau kerjakan." Mikael pun menarik kembali tubuhnya dan tersenyum licik pada Aya.
"Tentu saja. Ini memang kesepakatan kita " Dengan cara angkuhnya Aya menunjukan sisi dominasinya. "Tapi kau harus ingat satu hal. kalau kau macam-macam denganku, ingat bahwa aku memegang kelemahan mu." Aya pun langsung berbalik dan tersenyum angkuh. Sungguh hal yang menyenangkan baginya untuk memainkan peran seperti tokoh di novel favoritnya.
"Pffftt...Menarik." Mikael tiba-tiba tertawa menyeramkan membuat Ken dan Rio sedikit ngeri.
Aya sedikit kesal pada Mikael, apakah selama ini tidak ada sedikitpun rasa suka padanya walaupun hanya sedikit saja. Tapi sepertinya harapan Aya sungguh menghilang, ketika ia berharap sedikit saja Mikael benar-benar memiliki rasanya seperti yang dikatakan oleh wanita perias itu ketika memberikan gaun dansa pada Aya.
"Kau tidak usah khawatir, aku tidak pernah mengecewakan siapa pun." sambung Aya, sambil berbalik pergi meninggalkan Mikael.
Aya langsung bergegas jalan dengan cepat menuju parkiran dengan sedikit mengangkat gaunnya ke atas untuk memudahkannya berjalan.
Sekarang Aya tahu betul apa yang harus ia lakukan, demi bisa bertemu dengan kakaknya. Pengorbanan sedikit pun tidak masalah tapi untuk selanjutnya Aya akan benar-benar memanfaatkan Mikael hingga Mikael benar-benar rugi besar. Itulah tujuan baru Aya dalam bekerja sama dengan Mikael.
Arya dan Arka pun mengikuti Aya dari belakang. Mereka ikut berjalan cepat bahkan hampir setengah berlari untuk mengejar Aya. Guntur pun mengikuti perkataan Mikael untuk menjaga Arya dan Arka kembali ke AngelTech.
Mereka berjalan dengan cepat meninggalkan Mikael dan para pria yang lainnya. "Aya apa benar tidak apa-apa, kau tidak pergi untuk beristirahat setelah hari pernikahan mu?" Guntur sedikit khawatir dengan Aya karena ia tahu betul Mikael adalah pria tak berperasaan.
__ADS_1
"Hey bocah, ikuti saja dulu permainannya." Aya dengan angkuhnya menyuruh Guntur untuk diam secara tidak langsung.
"Oi, Aku bukan bocah. Umur kita bahkan sama. Tapi yang kau katakan benar, diantara permainan Mikael dan Raphael, yang paling teraman adalah kursi untuk menonton. Kita hanya bisa mengikuti permainan mereka lalu mengamati mereka satu sama lain."
Arka tiba-tiba mencubit Guntur dengan keras hingga mengeluarkan jeritan kesakitan. "Jangan mencoba, menghasut ibuku. Atau semua harta yang Paman punya akan aku ambil alih semuanya." Arka dengan tatapan tajam dan Aura mendominasinya seperti saat pertama kali Guntur bertemu dengannya di pertemuan para petinggi. Benar-benar bocah yang sangat mengerikan ujar Guntur di dalam hatinya.
"Ibu, seperti kataku sebelumnya aku ingin mengunjungi Paman Geo." Sebelum perkataannya selesai saat itu juga ada seorang pria tinggi dan tampan menghadang jalan mereka. sehingga berhasil membuat langkah mereka terhenti.
"Ada apa ini, huh?" Aya sangat kesal, belum ia merasa kesal dengan Mikael kini ada seseorang yang berani menghadang jalannya.
Guntur menepuk Aya, karena Guntur tahu siapa orang yang menghadangnya itu.
"Sedang apa kau Guntur? Bukankah sudah ku katakan kau tidak boleh melakukan kenakalan mu lagi?" Ucap pria tinggi itu membuat Guntur benar-benar menciut menjadi kecil ketika bertemu dengannya.
Aya pun berdiri menghadang Guntur mencoba mengeluarkan Guntur dari situasi sulitnya. "Anda siapa? kenapa kau menganggap Guntur melakukan kenakalan." Ujar Aya dengan tegas sambil melihat wajah pria itu dengan menengadah.
"Aya, terimakasih karena telah mencoba melindungi satu adikku yang sangat nakal ini. tapi bagaimana mungkin seorang kakak mengatakan adiknya nakal jika dia tidak melakukannya."
Orang itu dengan tatapannya yang mengerikan itu membuat Aya tertegun ketika mendengar kata, bahwa orang tersebut adalah kakaknya.
"Kau pasti berbohong, kakaknya paman Rio kan paman Alex." Arya mengatakan apa hal yang ia ketahui sebelumnya.
Orang itu menatap Guntur seperti meminta penjelasan darinya.
__ADS_1
"Kalian, pria yang sangat tampan ini adalah kakak pertamaku kak Malik Rudiantara. Kakak ini adalah Aya istri Mikael yang baru saja menikah dengannya. Dan ini Arya dan Arka, anak-anak Aya." Guntur memperkenalkan mereka satu sama lain walaupun sebenarnya Malik sudah lebih mengetahui Aya lebih dulu.
"Bukan itu yang ingin aku dengar, tapi kau harus jelaskan apa yang kau sembunyikan Guntur." Malik menatap tajam Guntur, hingga membuat Guntur hampir terkencing-kencing.
"Ku kira hantu itu menyeramkan, tetapi ternyata kakak lebih menyeramkan dari hantu." Guntur masih bisa-bisanya mengalihkan topik pembicaraan dengan Malik, ketika Malik benar-benar dalam keadaan marah besar.
"Aku akan membawamu pulang, dasar bocah yang sulit di atur." Malik langsung menarik baju Guntur bagian belakang untuk menggiringnya pulang.
Namun Aya mencoba menghentikannya.
"Tunggu, kau tidak bisa mengambilnya sembarangan."
"Aya..., kumohon jangan lakukan itu.." Bisikan Guntur yang memohon pada Aya tidak Aya hiraukan.
"Lalu kenapa? Apa dia milikmu?" Malik mencoba untuk membuat Aya ciut, yang sebenarnya ia sedang menguji Aya, karena hidup berdampingan dengan seorang bos mafia seperti Mikael akan sangat banyak di tangan yang akan Aya hadapi.
"Bukan, tapi dia masih punya hutang tugas dari Mikael, bahwa dia akan mengantarku ke kantor AngelTech." Aya dengan tegas menatap Malik yang benar-benar nampak seseorang yang tidak punya hati sama sekali.
"Ck, kalau begitu aku akan menyuruh Alex untuk menggantikan Guntur. Pria nakal ini belum dewasa. Alih-alih menjagamu, kau malah akan terkena masalah jika bersama dengan pria nakal' ini." Malik pun pergi begitu saja, Aya tidak berhasil menyelamatkan guntur, padahal Aya sedikit senang karena ada orang yang seumuran dengannya.
"Arya! Arka!" Teriakan seseorang memanggil nama-nama anak kembar yang pintar itu.
"Paman Alex!"
__ADS_1
Begitu melihat wajah pria itu, Arya dan Arka berlarian menyambut Alex. Mereka berdua memeluk masing-masing kedua kaki Alex sehingga membuatnya kesulitan untuk berjalan menemui Aya.