Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Anak-anak Nakal


__ADS_3

Arya mengalah dengan adik kembarnya yang pintar berbicara itu.


Tidak lama kemudian mereka sampai di tempat bermain boling ang terkenal di Ibukota. Tempt bermain boling yang begitu besar. Disana disediakan Arena dari umur anak-anak hingga dewasa, begitupun dengan tempat VIP yang sangat berkelas untuk para orang kaya yang memesan.


"Kita sudah sampai!" seru Gio.


Arya pun melepas sabuk pengamannya begitu dengan Gio. mereka bersiap keluar dari mobil Gio. Begitupun dengan Gio. Dengan sigap Gio memangku Arya dan Arka satu persatu. untuk turun dari mobilnya.


Setelah mereka turun Gio menitipkan kunci mobilnya pada seorang pria yang menggunakan jas sangat rapih, namun nampaknya ia lebih terbiasa membantu orang-orang kaya itu untuk memarkirkan mobilnya.


"Paman! aku bertaruh paman Geo sudah sampai lebih dulu di tempat yang paman pesan!" Arka yang sangat cerewet itu. Tidak ada hentinya berbicara, membuat Arya yang merupakan saudara kembarnya itulu juga ikut kesal dengan tingkah laku Arka.


"Arka bisakah kau tidak berbicara terus-menerus".


"Hehehe, jika aku benar! Beri aku uang 200 ribu!" Arka tetap mengabaikan nasehat yang Arya berikan.


Setelah berjalan cukup lama merekapun akhirnya tiba di ruangan VIP yang biasa Giovanni pesan saat ia masih kecil bersama dengan Geo.


Giovanni terhenti didepan pintu ruangan VIP itu, lalu menggesekkan kartu miliknya di depan pintu itu. Hingga akhirnya pintu itu terbuka.


Benar yang diucapkan oleh Arka Geo sudah sampai lebih dulu di tempat itu. Dengan pakaian olahraga, begitu jelas otot-otot yang terbentuk dari tubuh Geo.


"Kau lama sekali!" Geo tersenyum tipis, dengan keringat tipis yang terbentuk dari pemanasan yang ia lakukan.


"Hehehe, paman Geo bersemangat sekali." Sahut Arka yang berjalan di belakang Geo dengan segala keangkuhan yang ia miliki.


"Arya? ternyata kau menjemput anak ini dulu ya!?" Geo berjalan mengambil handuknya dan kemudian mengelap semua keringat yang ada diwajahnya.


"Dia bukan Aku! Dia Arka adik kembaran ku".

__ADS_1


Benar saja yang dikatakan oleh Arka, bahwa orang-orang yang baru saja melihatnya tidak mungkin bisa mengenalnya dengan cepat. Bahkan Ken yang sering bersama mereka harus memberikan sebuah cincin penerus pada Arka untuk membedakan mereka.


"Maaf kak, aku terlambat!" Giovanni meminta maaf pada Geo, karena Mikael menahannya cukup lama sampai ia benar-benar mengizinkannya membawa duo bocah yang unik itu.


"Tidak masalah, lagi pula sepertinya kau dipersulit oleh orang itu karena mengajak bocah-bocah ini ya".


Geo memaafkan Giovanni karena ia tahu bahwa sulit sekali membawa kedua anak yang sombong ini tanpa seizin Mikael setelah kasus mereka berdua yang hilang tiba-tiba.


"Paman Geo sangat tampan! Tapi sebaiknya kau jujur terhadap dirimu sendiri!" Arka mengatakan hal yang sama dengan apa yang ada didalam pikiran Arya.


"Kalian berdua anak kecil pandai sekali dalam berbicara." Geo berbicara sambil mendekati Arya dan Arka untuk melihat wajah dua anak itu dengan jelas.


Namun tatapan tajam dan sombong Arka siapapun tidak bisa mengalahkannya. Bahkan Mikael sendiripun pernah dikatakan olehnya.


"Sudahlah kak, sebaiknya kita mulai permainannya. Bagaimana?" Giovanni membujuk Geo agar tidak mempersulit lebih lagi kepada Arya dan Arka. "Arya! Arka kalian duduk disana dan lihatlah paman-paman kalian ini bermain, oke?" bujuk Giovanni kepada Arya dan Arka.


"Okey." Arka dengan cepat berlari kearah belakang dan duduk di kursi yang telah di siapkan.


Giovanni melepas jasnya, dan menitipkannya pada Arya dan Arka. Sebagai pemanasan mereka mencoba menggelindingkan bola pertama mereka tanpa dihitung oleh skor.


Bola pertama di lakukan oleh Giovanni, ia memilih bola yang sesuai untuk bisa menggelindingkan bola itu sesuai dengan tenaganya dan lemparan yang tepat.


Ia pun mengambil bola boling yang cocok dengannya dan melemparnya dengan posisi yang sangat sempurna, bahkan tekniknya dan gayanya saat melempar sangat sempurna benar-benar terlihat seperti altit profesional dan..


"STRIKE!!!!!!"


Semua pin boling itu terjatuh semua. Sungguh awalan yang bagus untuk seseorang yang tidak melakukan pemanasan sebelumnya.


Prok..prok!..

__ADS_1


Suara tepuk tangan yang meriah dari arya dan Arka yang berada di belakang mereka.


"Paman Giovanni hebat!" Suara terikat dari Arya dan Arka membuat Giovanni merasa bangga, dan semua ketegangannya menghilang.


Sekarang Giliran Geo untuk melempar. Sama seperti Giovanni ia terlebih dahulu memilih bola yang sesuai dengan dirinya agar nyaman saat digunakan.


Geo yang sudah memilih bolanya itu dengan terburu-buru menggelindingkan bolanya itu dengan gaya yang benar-benar unik sekali. Bahkan dalam acara olah raga pun tidak ada yang memiliki gaya unik yang dilakukan oleh Geo.


Setelah bola itu digelindingkan dan..


Ternyata bola itu menggelinding menuju selokan. Awalan yang buruk tetapi bukan akhir dari segalanya. Arya dan Arka bingung harus bereaksi seperti apa, dengan gerakan matanya Arya menyuruh Arka untuk melakukan sesuatu.


"Paman, jangan menyerah! Ini hanya pemanasan!" Arka Bersorak menyemangati Geo.


Geo kembali menggelindingkan bolanya, namun hanya beberapa pin yang terjatuh.


Geo dan Giovanni berjalan menuju tempat Arya dan Arka, untuk mengambil sebotol air minum untuk membasuh tenggorokan mereka yang kering.


"Paman Geo! Aku bertaruh paman Geo akan menjadi pemenangnya!" Arka dengan begitu percaya dirinya mengungkapkan hal itu di depan Geo dan Giovanni.


"Tidak! Aku bertaruh paman Giovanni lah yang akan memenangkan permainan ini." Arya menyangkalnya karena berdasarkan analisis yang ia lihat mulai dari postur dan gerakan Giovanni saat melempar itu sangat sempurna dan tanpa celah berbeda dengan Geo yang memiliki postur dan gerakan tersendiri.


"Kau terlalu banyak menganalisis Arya! Permainan seperti ini mengandalkan 40% teknik dan 60% lainnya adalah keberuntungan.


Bahkan jika kau sudah melempar dengan sangat baik pun jika keberuntungan mu sangat buruk akan ada sebuah gempa kecil yang mungkin bisa membelokan arah geraknya bola itu." Arka si anak angkuh itu mengatakan hal-hal yang tidak terduga dengan pendapatnya itu.


Geo tanpa sadar ia tersenyum kecil melihat tingkah laku Arka yang bersikap seperti anak yang hanya bisa membual saja itu.


Geo yang tersenyum dengan tulus itu tanpa sengaja dilihat oleh Giovanni, ia benar-benar tertegun melihat kakaknya setelah sekian lama akhirnya bisa tersenyum setulus itu melihat tingkah laku Arya dan Arka.

__ADS_1


"Arka aku sudah putuskan, sepertinya kita ini bukan anak kembar, kita ini memiliki pendapat yang sangat bertolak belakang. Silahkan saja kau pilih Paman Geo, walaupun paman Geo adalah orang yang sangat menarik tetapi pilihanku tetap pada paman Giovanni". Ujar Arya yang tidak setuju dengan pendapat Arka.


__ADS_2