Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Awal pembalasan


__ADS_3

Rambut sewarna cokelat cair yang begitu lembut, terkena terpaan angin yang begitu kencang. Tubuhnya lengket oleh keringat yang mengalir menuruni punggung dan menempelkan kemeja hitam yang bersih itu ke badan. Bagaikan seekor mangsa, setiap instingnya mendesaknya untuk melarikan diri dari setiap suara yang berbunyi. Dia sudah terlalu lama bersembunyi saat itu adalah waktunya ia untuk lari.


Para pengejar itu tidak berhenti-henti nya mengejar dengan hawa membunuh. Sesekali para pengejar itu menembakan pelurunya dengan arah acak hingga sulit untuk diprediksi bagaimana pergerakannya. "Menyerah-lah!!!" Para pengejar itu berteriak merasa mereka sudah menang.


Keterlaluan ini adalah pertarungan yang tidak adil, satu orang tanpa senjata melawan orang lebih dari sepuluh orang dengan senjata. Seandainya dia adalah bruslee dia pasti bisa mengalahkannya walau dengan tangan kosong. Kecurigaan Kai terhadap Zen sudah cukup membuktikan. Dengan pasukan mafianya yang sebanyak ini hanya untuk menangkap kakak iparnya sendiri mengartikan bahwa, memang ada sesuatu yang salah dengannya.


Si pengejar mulai semakin ganas menyerangnya dengan tembakan beruntun. Kai membayangkan bagaimana nasib adiknya sendiri jika dirinya tertangkap saat itu juga. Aroma tubuh yang sudah tidak karuan lagi menempel di baju yang penuh dengan keringat itu hingga ia berhasil kabur jauh dari para pengejar itu.


Selagi para pengejar itu berlari mengejarnya, Kai bertemu dengan sahabat lamanya yang selama ini tidak pernah ia temui lagi sejak beberapa waktu terakhir. Kai baru saja menyapanya, suara tembakan mulai terdengar lagi. Sebenarnya ketakutan menghujam nadinya bagaikan seribu batang jarum. Dihadapannya ada seorang sahabat yang sakali pun ia tidak pernah meminta bantuan padanya.


Sambil mengernyitkan wajah, Mikael menoleh dan melihatkan yang posisinya sedang terpojok itu. "Kau! Aku akan membantumu melarikan diri."


Mikael menarik Kai kedalam mobilnya. namun sayangnya para pengejar itu tahu dan mulai mengejar mereka juga dengan mobil milik mereka. Kai merasa diri belum tenang melihat para orang-orang itu masih belum juga menyerah untuk menangkapnya. "Kenapa?" Mikael bertanya singkat pada Kai.

__ADS_1


Kai memutar badannya, dan mencoba memastikan situasi di sekitarnya. Kai ingin menjawab pertanyaan dari Mikael, namun ini adalah masalah keluarganya sendiri yang harus di selesaikan sendiri olehnya. Hanya ada satu harapan untuk berjaga-jaga kedepannya dia memutuskan untuk menitipkan adiknya pada sahabatnya itu. "Mikael jika suatu hari nanti aku mati, atau tertangkap tolong menikahlah dengan adikku setelah itu kau harus janji untuk menjaganya."


Mikael mengernyitkan wajahnya ketika Kai berkata hal yang ia tidak mengerti. Dari suara lain terdengar suara tembakan yang semakin keras. "Kau pikir kau akan mati sekarang?"


Kai tidak bisa menjawab pertanyaan Mikael. Hatinya sudah lelah, setiap harinya nyawanya selalu diincar oleh adik iparnya sendiri. "Tolong jelaskan apa yang terjadi!?" Mikael masih belum menyerah melihat sahabatnya itu begitu putus asa dan seperti sudah tidak memiliki harapan apapun untuk hidup.


Jika benar seperti apa yang ia duga, bahawa dirinya akan mati hari ini. Setidaknya ia ingin memberitahu pada sahabatnya alasan ia mati saat itu. Kai memutuskan untuk memberi tahu alasan mengapa orang-orang itu mengejarnya. Satu-satunya orang luar yang tahu benda ciptaannya adalah adik iparnya sendiri, mungkin itu alasannya ia melakukan hal seperti ini adalah untuk merebut benda ciptaannya itu.


"Mikael, kau tahu Aku telah menciptakan monster yang bisa merusak sistem keamanan militer dan juga negara, mungkin mereka mengincar benda yang ku ciptakan itu. Mikael tolong pegang Janjimu! Karena aku sudah bosan berlari."


Angin kencang itu menerbangkan rambut coklat lembutnya itu. Menatap dalam-dalam Mikael seolah-olah dirinya benar-benar akan mati saat itu juga. Kai menahan Air matanya, sebenarnya ia ingin melihat adiknya yang saat ini sedang menggunakan baju pengantin, namun diakhir hidupnya keinginan tersebut hanyalah harapan kecil yang tidak mungkin bisa terwujud.


Kai membenamkan matanya dan melompat kearah luar mobil. Sialnya saat ia melompat keluar sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi menghantam tubuhnya dari bagian sisi membuatnya terlempar kearah tebing. Sedangkan mobil truk yang menabraknya itu menjadi tidak stabil dan menabrak salah satu pejalan kaki di lokasi tersebut.

__ADS_1


Selagi orang-orang dengan heboh dengan meninggalnya pejalan kaki itu. Kai memanfaatkannya untuk melarikan diri walau darah di suluruh tubuhnya mengalir deras dan ia tidak bisa merasakannya lagi kaki dan sebagian tubuhnya. Disaat para pengejar itu hanya fokus pada orang yg meninggal itu, ada seseorang yang tidak diketahui mengulurkan tangannya saat Kai berusaha bertahan memegang pembatas jalan dengan satu tangannya.


Dengan mobilnya orang tersebut membawa kai pergi jauh dari lokasi tersebut dengan mobilnya. Rasa sakit, nyeri dan sebagainya baru ia rasakan saat setelah beberapa menit ia pergi dengan mobil itu. Kai meringis kesakitan. Sebelum akhirnya ia pingsan karena kehabisan banyak darah dari tubuhnya.


Orang itu membawa kai ke rumah sakit terdekat. Dengan penanganan yang tepat. Kai berhasil di selamatkan walaupun Kai harus melanjutkan hidupnya dengan sebagian tubuhnya saja. Karena kedua kaki dan Satu tangan kanannya tidak lagi bisa berfungsi dokter dirumah sakit tersebut memutuskan untuk mengamputasinya.


Samar-samar terdengar percakapan antar dua pria yang saling mengenal satu sama lain. Kai ingin membuka matanya, namun ia juga ingin mendengar isi percakapan dua pria itu. Menurut analisisnya salah satu diantara mereka mungkin seorang dokter dan pria lainnya adalah orang yang menolongnya saat itu.


"Rud tidak biasanya kau peduli terhadap orang lain. Apa alasanmu menolong pria ini?" Walaupun samar Kai tau bahwa orang yang bertanya adalah salah satu seorang dokter di rumah sakit ini.


Kai menantikan jawaban dari pria yang menolongnya itu, namun sepertinya pria itu menyadari bahwa Kai sudah sadar. "Simpan pertanyaan nu nanti, sepertinya dia sudah sadar." perkataan blak-blakan dari pria itu membuat Kai sedikit kaget dan membuatnya langsung membuka matanya


Mata dan rambutnya terlihat lebih sama dengannya. Begitupun dengan pria dengan pakaian dokter disebelahnya. Kai merasa bingung sebenarnya siapa orang-orang yang ada dihadapannya ini. "Kau sudah baikan?" pertanyaan singkat yang terlontar dari pria itu.

__ADS_1


Kai masih belum sadar sepenuhnya, Hingga saat ia mencoba menjawab, namun mulutnya terkunci. Suaranya tidak kunjung keluar. Kai mengepalkan tangan kirinya sesaat ia menyadari bahwa ia tidak bisa menggerakkan kedua kaki dan tangan kanannya.


__ADS_2