Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Panggilan darurat


__ADS_3

Secangkir coklat panas dengan beberapa kue kering yang renyah. Tersaji di atas meja. Aya menikmati setiap satu tegukan coklat yang sangat manis di lidahnya. Coklat panas yang manis itu membuatnya menjadi rileks untuk sesaat.


Aya memainkan ponselnya sambil melihat-lihat berita-berita terbaru yang menggantung di layar ponselnya.


Tidak sengaja Aya melihat sebuah ulasan tentang bangkrutnya perusahaan keluarga Ardinata, yang bahkan para pemegang perusahaan itu hilang angkat kaki dan pergi ke luar negeri.


Berita itu sontak membuat Aya merasa janggal.Keluarga Zen adalah keluarga mafia. Menurut Mikael bahwa mafia Zen mempunyai kaitan yang kuat dari kasus terbunuhnya kakak keduanya.


Kalau Mikael bisa melakukan itu, mengapa dia tidak lakukan itu ketika kakaknya terbunuhnya. Aya masih meragukan kepercayaan Mikael, namun ketika itu Aya mendapatkan telpon sekaligus pesan dari Arya.


Tidak tahu pesan apa yang ditulis oleh Arya, Aya langsung bergegas bersiap-siap pergi ke perusahaannya Mikael. Beruntung Arka sudah terlebih dahulu tidur. Sehingga Aya tidak perlu membawa Arka yang baru saja pulih dari rumah sakit. Dengan menggenakan baju seadanya. Ia langsung memesan taksi online lewat aplikasi di ponselnya.


Namun di perjalanan Aya dihentikan oleh sebuah kemacetan di sepanjang jalan. Sebuah kecelakaan menimpa sebuah mobil sport Lamborghini biru. Melihat kecelakaan tersebut membuat Ia seolah-olah teringat dengan kakaknya yang mengalami kecelakaan lalulintas pada enam tahun itu.


Aya juga teringat dengan hadiah kakak pertamanya yang memberikan sebuah mobil sport biru kepada kakak keduanya. Tanpa di sadari Aya keluar dari taksi itu dan berusaha menembus garis polisi untuk melihat wajah korbannya. Namun Ambulan yang sudah datang segera membawa orang itu pergi.


Sekilas ketika ambulan itu pergi membawa korban itu, Aya melihat jam tangan yang mirip sekali dengan kakak keduanya. Bingung menyelimuti dalam hatinya ia seperti menemukan kepingan puzzle yang akan membawanya kembali ke keluarganya. Aya ingin sekali mengikuti Ambulan itu tapi ada sesuatu yang lebih penting dari itu untuk saat ini.

__ADS_1


Aya langsung bergegas kembali ke taksi itu dan meminta supir itu agar diantar lebih cepat.


Sesampainya disana Aya melihat sebuah gedung pencakar langit yang sangat indah bertulisan besar AngelTech. Sebuah perusahaan besar yang merajalela semua kebutuhan teknologi umat manusia.


Aya segera memberikan ongkos taksinya dan keluar dari taksi itu. Aya melangkahkan kaki dengan penuh kepercayaan dirinya. Sambil memegang Sling bag nya. Aya berjalan terus menuju pintu depan perusahaan. Namun langkahnya terhenti ke kita seorang penjaga dengan bertubuh besar dan kekar itu menghalanginya.


"Nona di tidak di persilahkan masuk!" Satpam itu melotot dengan penuh penegasan terhadap Aya.


Seorang Aya yang memiliki anak-anak sombong yang luar biasa bagaimana bisa menjadikan anak-anaknya itu menjadi seorang yang sombong jikalau ibunya tidak lebih angkuh dari mereka. Aya mendongak ke atas melihat wajah satpam yang bertubuh besar itu.


"Heh, Kau ini hanya bawahan! jangan menghalangi jalanku!" Setidaknya itulah yang dikatakan orang-orang yang ada di novel action yang disukai Aya. Menurut pikirnya itu adalah latihan bagaimana cara ia bertahan hidup di dunia mafia untuk mendapatkan petunjuk tentang kakaknya bersama Mikael.


"Kau! beraninya kau menginjakan kaki disini!" Satpam itu sangat teliti bahkan hafal dengan semua pegawai yang ada di gedung itu. Karena keamanan tempat itu adalah prioritas utama dari pada yang lainya. Bahkan satpam yang berjaga di seleksi secara khusus, sampai para seleksi diajarkan ilmu psikologi agar mengetahui kebohongan dari seseorang atau penyusup.


"Kau tidak tahu ya? sebentar lagi Bos mu itu bakal menikah loh! Kau tau dengan siapa? Tentu saja tidak tahu." Aya memainkan kata karena ia sangat ingin mencoba menerapkan kata-kata yang sering di pakai di novel action kesukaannya. "Oh tidak, anakku suka berkeliaran loh disini. Kau tahu kan Artinya.."


Aya tersenyum senang karena dia yang awalnya gugup tiba-tiba teringat dengan karakter antagonis yang ia sangat sukai di novel itu, dan penerapannya berhasil.

__ADS_1


Aya langsung meninggalkan satpam itu dan berjalan masuk kedalam perusahaan yang besar itu. Ia berjalan ke lobi untuk menanyakan ruangan Mikael.


Awalnya mereka semua menolak karena orang yang bisa masuk hanyalah orang yang memiliki janji temu dengan Mikael saja. Bahkan staf dan pekerja disana jarang bisa bertemu dengannya, hanya sekali dua kali saja dalam setahun itu sudah biasa.


Aya pun menunjukan Foto Arya dan Arka di ponselnya. Lalu para staf itu segera menelpon Ken untuk menanyakan orang yang mencari Mikael.


Tidak butuh waktu lama Ken langsung menjemput Aya di tempat itu. Semua orang yang melihat mulai membicarakannya, Tetapi Aya tidak peduli. Menurut karakter panutannya. Semua omong kosong itu seperti buang angin, bau sesaat lalu menghilang.


Dengan diantarkan oleh Ken Aya menaiki lift pribadi Mikael. Orang menyangka bahwa ruangan Mikael berada pada lantai paling atas. Nyatanya ruangan Mikael ada pada lantai empat saja. Karena Memudahkan dia untuk pergi dengan cepat ketika sesuatu hal yang mendesak. Lain halnya dengan lab pribadi dan lab umum yang diletakan di rantai paling atas untuk mencegah pencurian dan yang lain-lain. Total seluruh lantainya adalah 101, itulah mengapa ia tidak suka dengan lantai paling atas.


Dalam sekejap pintu lift terbuka. Aya dan Ken melangkah keluar lift itu. Tidak ada satupun kata yang terucap diantara keduanya. Karena keheningan itu membuat Aya merasa terusik, akhirnya ia memutuskan untuk memulai percakapannya. "Bagaimana dengan dokter?" Aya bertanya langsung pada intinya.


"Kita bicarakan di dalam." Ken yang bertatap serius pada Aya itu. Membuatnya paham jika membicarakan sesuatu sembarangan di luar ruangan menimbulkan masalah yang besar.


Aya dan Ken masuk kedalam ruangan rahasia milik Mikael itu. Aya melihat banyak sekali orang yang berkumpul. Termasuk Tora dan Arya. Aya tidak begitu memahami situasinya, tapi semua orang yang ada di ruangan tampak sedang tertimpa masalah yang lebih serius.


"Jadi.." Aya ragu untuk membicarakan, Soal tujuan yang di sebutkan oleh Arya melalui ponselnya. Namun Aya melihat Mikael yang terbaring letih karena kelelahan. Aya langsung menghampiri Mikael yang terbaring itu.

__ADS_1


Begitupun dengan dokter yang ada disana, Dokternya yang tampak tidak asing di mata Aya dengan suara yang sangat familiar. Aya tersadar bahwa didepannya adalah seorang dokter terkenal yang melayani para orang kaya saja. Tentu saja Aya tidak heran karena Mikael adalah orang kaya tapi masalahnya Aya melihat papan nama dokter itu yang bertuliskan 'Petra Baskoro, Artinya orang itu memiliki hubungan dengan Tora.


__ADS_2