Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Anak Pahlawan


__ADS_3

Untuk unit ketiga. Para penjaga yang tersisa sekitar 10 orang akan mengikuti komando Arya. Namun setelah itu Arya membaginya menjadi dua tiga orang menjaga di dalam kamar nenek dan tujuh orang lainnya benar-benar bertarung dengannya untuk melawan para mafia itu.


Salah satu unit pertama yang mengawasi pergerakan para mafia itu pun menginstruksikan bahwa para mafia itu udah datang. jumlahnya sekitar 85 orang sebagian sudah tumbang oleh penjaga gerbang kediaman rumah itu. Arya mengisyaratkan untuk melontarkan jebakan yang terbuat dari kelereng dan lantai basah yang sudah di campurkan dengan sabun.


Agar mereka terjatuh. walau sepatu mereka anti selip tapi kelerengnya masih berfungsi dengan baik. Mereka juga menaburkan beberapa paku payung yang sudah di lumuri oleh obat tidur. Awalnya Arya berpikir tidak akan sempat untuk melakukan peluncuran itu tetapi Arya teringat dengan ibunya yang memiliki cara efektif untuk melakukannya.


Banyak mafia itu tumbang kelantai. Sebagian mafia yang tidak terjatuh pun bersiap menggunakan tali untuk menjatuhkan sisanya. Para pelayan pria pun bersiap untuk meniupkan jarum bius.


Arya yang tidak menduga para pelayan itu berhasil melakukannya pun merasa bangga dengan pekerjaan mereka yang begitu baik dan gudang di rumah ini juga memiliki banyak alat serang dan alat canggih yang tidak digunakan lagi. Sehingga dapat membantu mereka melancarkan serangan.


Selanjutnya tim pelayan pria penyerangan. lampu mulai di padamkan mereka sudah menandai titik-titik serangan. Karena sebagian pelayan pria tidak cukup untuk menggunakan pistol bius. Maka sisa dari pelayan yang tersisa menggunakan pemukul seadanya untuk memukul bagian leher belakang mereka. Sejauh ini mereka sudah cukup berhasil melakukannya.


Tinggal sisanya berjumlahkan 40 orang lagi. Bersiap untuk jebakan selanjutnya yang berada di tengah rumah. Para pelayan wanita bersiap mengguyur orang-orang itu menggunakan Air Sabun. Mereka semua terus menerus melakukan pengguguran dengan Air sabun. Hingga mereka semua basah kuyup.


Arya sudah menyiapkan kabel listrik di bawah mereka sehingga sebagian orang yang terjatuh akan langsung tersetrum oleh kabel yang berada dibawah. Sedangkan yang yang masih berdiri itu mengetahui rencana Arya. Sebagian orang itu menembakan pistolnya kearah pelayan wanita itu. Arya pun menginstruksikan untuk mundur kepada pelayan itu. Karena sekarang adalah bagian Arya.


Karena mereka sudah terserang menggunakan Air sabun selanjutnya Arya akan menembakan peluru listrik yang sebenarnya milik Aya, ia diam-diam mengambilnya untuk berjaga-jaga dengan alasan menjaga Arka yang suka berbuat onar itu.


Sudah sekitar 20 orang yang sudah terjatuh dan tersetrum. Dengan gesit Arya menembakan peluru listrik itu pada sisanya orang itu hingga mereka benar-benar pingsan sekitar sepuluh orang sisanya. Arya merasakan bahwa pistol listriknya sudah kehilangan pelurunya. Dia bahkan kehabisan peluru cadangannya. Ia menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan mereka agar terjatuh dan tersengat oleh kabel yang di bawah. tetapi mereka berhasil menghindar.

__ADS_1


Masih tersisa 10 orang, mereka tetap bertahan. Arya masih punya 7 orang pasukan penjaga. Arya menginstruksikan untuk menembak 10 orang itu, lalu Arya masuk kedalam ruangan nenek itu. terdapat tiga penjaga yang tersisa. Sepertinya mereka berhasil di kalahkan. Arya tidak tahu berapa sisa orang yang masih bisa kemari.


Arya pun menyuruh Nenek itu bersembunyi di dalam lemari. tiga penjaga bersembunyi di balik pintu, di bawah ranjang dan satu lagi bersembunyi di balik ranjang. Sedangkan Arya bersembunyi diatas lemari. Dengan mendengar suara langkahnya Arya tau bahwa orang yang berhasil sekitar tiga orang.


Mereka pun masuk para penjaga bersiap menembak mereka tetapi tidak berhasil mereka menembak balik. Tetapi setidaknya mereka berhasil menembak dua orang lainya tinggal hanya seorang saja dengan berpakaian berbeda. Satu orang itu berhasil menembak tiga penjaga yang bersembunyi.


Sudah tidak bisa di harapkan lagi, alat setrum milik salah satu penjaga pun ia kantongi untuk berjaga-jaga. Penjaga itu mulai mendekati lemari, saat itu Arya melompat dan menendang keras wajahnya itu. tetapi ia berhasil bangkit dan bersiap menembak Arya. dengan kemampuan lincahnya Arya bisa menghindar. beberapa perabotan kaca dan Vas yang tertembak menjadi pecah.


karena terlalu berbangga diri tiba-tiba Arya terjatuh, pria itu pun tertawa senang. "Hanya seorang bocah sok berlagak." orang itu bersiap menembak Arya tetapi ia kehabisan peluru, dengan kesempatan ini Arya menunjukan Ahli beladiri nya. Pria itu menyadari kalau itu adalah beladiri yang berasal dari keluarga Dirgantara. Pria itu bisa menempuh setiap serangan Arya.


Arya mulai gelisah karena pria itu mengetahui semua jurusnya. Ia pun berusaha menggunakan cara lain dari teknik beladiri nya itu, tapi sayangnya Arya berhasil tertangkap lagi.


Arya telah berhasil membereskan orang-orang itu. Arya pun membawa keluar nenek itu. Ternyata diluar sudah di bereskan dengan penjaga tambahan yang baru saja di kirimkan oleh Mikael. Arya menyuruh mengobati para pelayan dan penjaga yang terluka.


Semua pelayan yang tersisa bersorak kemenangan untuk Arya yang telah menjadi pahlawan kediaman Gumelar.


***


Setelah mendapat telpon bahwa Arka dan Mikael terjebak di suatu tempat karena penyerangan Zen. Pada saat itu para penjaga tiba-tiba saja berkurang. Aya memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil keuntungan dengan kabur.

__ADS_1


Aya berhasil keluar dari Villa itu dengan selamat, melewati bebagai penjagaan yang ketat. Aya pun memilih melarikan diri melewati hutan yang tidak terlalu lebat itu. Aya mematikan ponselnya, berjaga-jaga jika ada yang melacaknya. Aya terus masuk kedalam hutan dan mengikuti arah lumut yang menempel di pohon.


Tanpa di sadari Aya berhasil keluar dari hutan dan menemukan sebuah jalan besar. tepat di jalan itu ada sebuah persimpangan dan juga telepon umum. Untungnya Aya selalu menyimpan beberapa lembar uang di dalam ponselnya. Ia pun menukarkan uang tersebut menjadi beberapa keping koin uang yang kemudian ia gunakan untuk menelpon di telpon umum.


Aya memasukan koin yang baru saja ia tukar kedalam tempat memasukan koin di telpon umum itu. Lalu ia pun menekan tombol-tombol angka yang ada di telpon umum itu. Ia menekan nomor sesuai dengan nomor telepon toko peliharaannya. Ia berharap Tora akan mengangkat telponnya.


Tidak lama kemudian suara nada tersambung terdengar di telinga Aya. Hingga akhirnya Tora mengangkat telpon darinya.


"Kak Tora tolong jemput aku di..


Aya melirik tulisan yang menggantung di spanduk toko persimpangan itu.


..daerah xx, kira-kira kakak bisa sampai berapa lama?"


"Itu lumayan dekat sepertinya 30 menit saja. Saya bisa sampai disana."


"Tolong ya kak Tora" Aya pun menutup telponnya.


Aya menyadari bahwa antingnya baru saja terjatuh, ia tidak tau bagaimana anting itu bisa terjatuh. Ia mencari kearah toko tempat ia menukar uang tetapi tidak ada. Ia pun hendak pergi menyebrang tiba-tiba saja mobil yang sedang melaju menabraknya begitu saja. Aya tidak sadarkan diri, lalu Aya pun di larikan kerumah sakit oleh penabrak itu.

__ADS_1


__ADS_2