
"Sebenarnya ada apa dengan cincin yang Arka pakai?"
Arya penasaran sebelumnya Giovanni menyuruh Arka untuk melepas cincin itu. Begitupun Geo setelah ia melihat cincin itu di tangan Arka sikapnya sedikit berubah menurut analisis yang Arya lihat.
"Bukan apa-apa itu adalah cincin yang membedakan kalian bukan?" Alex berdalih teringat sebelumnya Ken pernah tidak sengaja menceritakan tentang Arka dan Arya yang sering bertengkar.
"Tuhkan sudah ku katakan, anak kembar agak sulit di bedakan. beruntung cincinnya sedikit bersinar jadi bisa langsung terlihat."
"Bukan langsung terlihat tapi kau memamerkannya terus."
"Kau itu ya?"
"Buat apa aku itu pada barang yang kau pakai?"
"Iri bilang bos!!!"
"Kau semenjak tidak pernah merasakan pukulan ku, kau jadi berani sekali ya. Aku ini Kakakmu, walau aku dan kau hanya berbeda beberapa menit."
"Kakak apanya? Kakak kok lebih pendek dari ku."
"Hei, tinggi kita itu sama tahu."
"Pendek!"
"Hei, tinggi kita itu sama tahu!"
"Pendek!"
"Awas ya kau! Aku akan memukul pantat mu!"
"Hei, hei sudah, sudah. Aku baru melihat anak kembar seperti kalian ini tidak akur. Padahal aku sering melihat di drama atau di dalam novel mereka akur sekali.Bahkan mereka hampir tidak pernah bertengkar."
Guntur mencoba melerai Arya dan Arka yang bertengkar, namun tampaknya Arya dan Arka jika sudah berkelahi memang sedikit agak merepolxvatkan, bahkan hal ini terjadi bukan hanya satu atau dua kali. Mereka sering bertengkar jika keduanya bersama.
Arya hendak memukul pantat Arka, namun Arka berlari sambil menjulurkan lidahnya. Akhirnya mereka saling mengejar seperti Tom and Jerry.
Ketika itu juga, Arka tidak sengaja menabrak Giovanni dengan sangat keras, hingga kacamatanya terjatuh.
"Sudah ku bilang Arka jangan lari kau!"
__ADS_1
"Paman Gio apa kau marah? Maaf, apa ada yang sakit? Sini aku sulap lukanya biar hilang sakitnya."
Giovanni tersadar dari sedihnya setelah mendengar perkataan Arka, ia teringat saat kecil Geo selalu mengatakan hal yang sama saat ia terluka.
"Kalau paman tidak juga mengatakan sesuatu. Aku akan mencubit hidung, Paman!"
Teriak Arka yang melihat Giovanni yang hanya menatapnya dengan tatapan yang menyedihkan itu.
"Hei, bagaimana Paman akan menjawab mu! Kau menjatuhkan kacamata Paman!" Arya berteriak menasehati Arka.
"Paman sini aku akan bantu pakaikan kacamata mu."
Lagi-lagi kata-kata sembarangan Arka selalu membuat seseorang tersadarkan. Arka memanglah anak yang angkuh, jahil dan sedikit cerewet. Namun sudah berapa orang yang dibuat terkesima dengan sifatnya itu.
"Gio sadarlah! Aku baru saja bersama dengan Rio di rumah sakit. Ayahku meneleponku bahwa Geo berhasil melakukan operasi".
Giovanni melirik ke arah Alex dan Guntur, walaupun penglihatannya agak kabur tapi ia sungguh senang mendengar bahwa Geo akan baik-baik saja.
"Nah sudah aku bantu pasangkan, jika Paman memakai kacamatanya secara terbalik itu artinya orang-orang akan terlihat terbalik hehe."
Arka tersenyum, begitu juga dengan Arya yang sepertinya bangga memiliki adik kembar seperti Arka yang mampu melakukan apa saja agar orang disekitarnya tersenyum.
***
Setelah dari rumah sakit, Rio langsung pergi melesat dengan beberapa rekannya menuju kantor pusat kepolisian. Walaupun Reino telah menerima ganjarannya. tetapi jejak kejahatannya tidak bisa dihilangkan dengan begitu saja. Bahkan penghalang besarnya kali ini adalah cucu kandung dari Reino.
Bahkan adik angkatnya sendiri, berani melawannya. Semenjak dulu adiknya itu merupakan seorang yang penurut, namun tidak disangka setelah ia meninggalkan rumah itu selama bertahun-tahun dan tinggal menjadi seorang polisi. Adik-adiknya itu mulai berbalik membencinya.
Walau Rio tahu Harus dan Aris bukanlah adik kandungnya, tapi Rio tetap menyayangi mereka, bahkan yang merawat mereka selama ini adalah Rio. karena orang tua mereka sangat sibuk dengan harta kekayaan Reino yang sangat banyak dari hasil tak wajarnya itu.
Walaupun dengan melakukan hal yang tak wajar kekayaan Reino tidak akan lebih banyak dari kekayaan Alam Gumelar, yang merupakan Kakek Mikael dan Rudolf.
Rio sibuk memainkan ponselnya ketika ia dan rekannya berada di perjalanan menuju kantor pusat itu. Akses semua perusahaan gelap Reino tiba-tiba saja menjadi sangat mudah, b''ahkan tidak ada hambatan apapun.
Ini sangat membantu Rio untuk mengungkap kejahatan Reino dan menyelamatkan Geo dari beberapa keterlibatannya selama ini.
"Rio, apa tidak apa-apa kau melakukan hal ini kepada keluargamu?"
Rekan Rio sedikit ragu akan hal itu. karena orang pada umumnya akan menutupi kesalahan keluarganya demi mempertahankan citra dan reputasi keluarganya.
__ADS_1
memang seorang mafia tidak akan luput dari banyaknya kejahatan, namun kejahatan Reino sudah melebihi seorang iblis menurut pikir Rio yang tidak bisa dibayangkan oleh rekannya itu
Mulai dari penggelapan narkoba, kasus protitusi, penyeludupan senjata dan masih banyak lagi. Jika dibandingkan dengan umurnya sekarang mungkin korban yang telah dibunuhnya melebihi apa yang telah Mikael lakukan.
"Kau akan tahu mengapa aku tidak peduli dia kakekku atau bukan, tapi aku benar-benar membencinya karena dia melimpahkan kejahatannya pada kakakku."
"Aku salut denganmu, walaupun kau terlahir dari keluarga mafia, tapi kau taat pada keadilan."
"Kau sebaiknya jangan berharap banyak padaku, karena mungkin suatu saat nanti aku bisa saja membunuhmu dengan tanganku sendiri."
"Kau selalu saja bersikap dingin pada rekan kerja kau yang lain. tapi hal itu justru membuat mereka lebih menghormatimu karena walaupun sikapmu seperti itu tapi kau sangat tegas saat menangani kasus-kasus."
"Kau jangan berlebihan, karena satu kasus yang aku berhasil pecahkan sebenarnya tidak berhasil aku selesaikan dengan secepat itu."
"Maksudmu kasus yang menyangkut tentang pamanmu itu?"
"Benar karena yang berhasil memecahkannya bukanlah aku, tapi seorang anak kecil berumur sekitar enam tahun kurang."
"Anak kecil?"
"Benar anak kecil, anak kecil yang sangat jenius dan digemari oleh semua orang. Terkadang ia bersikap seperti anak kecil yang menggemaskan, tapi terkadang mereka itu sangat dewasa dengan kita.
Aku penasaran bagaimana masa depan keluarga ku jika berada ditangannya. Karena dia berhasil mengubah pikiran kakakku yang dulu telah di gelapkan oleh hasutan-hasutan orang jahat seperti Reino."
"Maaf-maaf ni sebelumnya, ternyata jika kau tersenyum seperti ini kau sangat tampan Rio."
"Apa kau bosan hidup??"
"Serius aku tidak bercanda, anak-anak memang sangat menyenangkan. Kau sepertinya sangat tertarik pada anak-anak itu."
"Tentu saja, aku harap ingin memiliki anak seperti mereka."
"KAU AKAN MENIKAH?"
"Berisik kau brengs*k!"
"hehehe, nampaknya kita sudah sampai."
"Kau mengalihkan topik, awas kau akan aku balas seratus kali lipat!"
__ADS_1