Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Pengorbanan


__ADS_3

Mikael tiba dirumah kediamannya yang sudah di bereskan oleh anak buahnya. Semua para pelayan menunduk hormat kepada Mikael yang baru saja kembali kekediaman itu. Arka yang di gendong oleh Mikael itu pun mulai tenang entah sejak kapan.


Para pelayan terkejut melihat wajah kembar tiga mereka, dan tersenyum hangat. Mikael meminta salah satu pelayannya untuk menjelaskan bagaimana mereka bisa mengatasi situasinya.


Lalu datang nenek keluarga Gumelar itu bersama Arya. kedua anak kembar itu saling terkejut dan mereka berdua saling menyebutkan nama mereka satu sama lain.


"Arya!" sorak Arka yang kaget melihat Arya yang ada di dalam kediaman keluarga bosnya itu. "Arka!" Arya tidak menyangka bahwa cucu nenek yang kesepian ini adalah Mikael, orang yang paling ia benci.


Nenek itu ikut tersenyum bersama para pelayan yang tersisa di dalam kediaman keluarga Gumelar itu. "Jadi dia adalah adik kembar mu Arya?" Nenek itu bertanya sambil tersenyum senang karena seperti melihat keluarganya yang baru lahir.


"Iyaa.. dan dia bersama orang yang ku benci." Arya mengatakannya sambil melihat Arka dan Mikael dengan tatapan jijik.


"Jadi kau membenci cucuku ya? dia memang menyebalkan dan sulit dia atur ketika kecil tetapi hatinya lembut, selembut kapas." Nenek itu membela Mikael dihadapan Arya.


Arya tidak mau mendengarkan pembelaan dari siapapun, Arya hanya menyilang kan kedua tangannya sambil menggembungkan pipinya. Arka sedikit mengejek Arya tetapi Arya tidak menghiraukannya.


Para pelayan itu pun mulai menjelaskan cerita bagaimana mereka mengatasi para penjahat itu dengan ide-idenya Arya. Mulai dari pembagian unit yang Arya ciptakan dan jebakan-jebakan yang Arya pikirkan dengan membutuhkan waktu beberapa menit saja. Para pelayang juga dengan sigap mengikuti intruksi Arya yang membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit dan lima menit untuk bersiap. Pada bagian akhir Arya berhasil mengalahkan orang yang terakhir dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


Arya pun sedikit merasa sombong tentang kehebatannya itu di depan Arka. Namun Arka pura-pura tidak mendengarkan cerita para pelayan itu. Para pelayan wanita yang melihat kedua anak kembar yang tidak akur itu merasa gemas sekali dan menggendong keduanya di pelukan mereka.


Seketika itu Arya pun teringat dengan ibunya. "Arka bagaimana dengan keadaan ibu?" Setelah bertanya seperti itu ada sebuah telepon masuk dari jam pintar milik Mikael.


"Bos perempuan itu berhasil kabur." Semua orang yang mendengar itupun langsung terkejut. "Itu ibu!" teriak Arka yang mengetahui bahwa ibunya itu adalah wanita paling ceroboh di dunia.


"Bagaimana bisa, kalian tidak menjaga ibu dengan baik!" Arya membentak Arka dan Mikael karena panik. "Bagaimana kalau ia di culik oleh Ayah Zen" Arya terus menerus mengatakan ke khawatirannya.


"Aku punya satu cara untuk menemukan ibu." Arka dengan sigap menyalakan ponselnya dan membuka Aplikasi yang ia pasang. Aplikasi itu digunakan untuk melacak ibunya melalui sebuah kalung yang Arka berikan saat ibunya berulang tahun.


Tidak butuh waktu lama ternyata Aya sedang berada di rumah sakit terdekat, sehingga merekapun bisa langsung bergegas menemui Aya di rumah sakit itu. namun Arya menolak ikut bersama mereka, ia memilih kembali ke toko peliharaannya. Karena Arya tahu paman Tora masih ada di dalam toko itu.


Di sisi lain Aya baru saja sadar, bahwa dirinya sudah berada didalam rumah sakit. Aya sangat kebingungan tidak ada siapapun yang ada di dalam kamarnya untuk ditanyakan. Aya keluar diam-diam walaupun tubuhnya masih sakit ia berharap bertemu dengan seorang suster untuk menanyakan siapa yang membawanya kerumah sakit.


Tanpa disengaja Aya malah bertemu dengan mantan suaminya Zen. Saat di persimpangan lorong dirumah sakit. Niat awalnya Zen hanya ingin menjenguk rekannya yang sedang dirawat di rumah sakit yang sama. Namun takdir mengatakan lain, Zen memanfaatkan momen itu untuk merebut kembali Aya. Ia ingin melakukan hal yang sama seperti saat Mikael menculik Aya.


Zen membawa Aya, tetapi Aya menolak dan terus meronta-ronta meminta untuk dilepaskan. Sayangnya ia tidak banyak memiliki tenaga karena baru saja mengalami kecelakaan. Zen berhasil membawa Aya sampai ke parkiran.

__ADS_1


Saat hendak membuka kunci mobilnya tiba-tiba mobil yang Mikael kendarai sampai di parkiran yang sama dan melihat Zen yang tengah memaksa Aya. Arka langsung berteriak Ibu kepada Aya, namun Aya menyuruh Arka untuk pergi dan tidak boleh mendekatinya. Karena Zen sangat berbahaya.


Zen pun menjatuhkan Aya. Mikael pun menyuruh Arka untuk bersembunyi. begitupun dengan Aya, Ia tahu kalau mereka akan bersiap untuk saling menembak. Aya bersembunyi di balik mobil-mobil yang terparkir.


Aksi saling tembak pun terjadi. Dengan kemampuan menembak Mikael yang sangat tinggi keakuratannya ia berhasil menembak kaki Zen. Sehingga ia sulit berjalan. Merasakan bahwa dirinya terpojok Zen pun menarik Aya dan mengancam Mikael akan membunuh Aya jika Mikael mendekat.


Arka pun keluar dari persembunyiannya dan berlari memohon meminta melepaskan ibunya. tetapi Zen tidak peduli. Arka terus menangis sampai membuat Mikael tidak tega untuk membiarkan Arka begitu menderita melihat ibunya seperti itu. Akhirnya Mikael pun menjatuhkan pistolnya dan mengangkat tangannya menandakan ia menyerah.


Zen menyiapkan pistolnya untuk menembak Mikael, sedangkan Mikael berlutut bersiap menyerahkan dirinya untuk di tembak. Jari telunjuk Zen mulai menekan pistolnya dan peluru melayang kearah jantung Mikael. namun saat itu Arka mencoba menghalangi peluru itu dengan mengorbankan tubuhnya sehingga Arka pun menjadi orang yang terkena tembakan peluru itu.


Bahu kiri Arka banyak mengeluarkan darah. Mikael melihat Arka yang begitu masih kecil itu melindungi dirinya. Darah banyak mengalir dihadapannya berasal dari tubuh Arka. Hal itu membuat Mikael sangat murka terhadap Zen. Mikael mengambil kembali pistolnya dan menembakkannya kembali kearah Zen.


Zen sangat ketakutan melihat Mikael yang sedang murka itu. Banyak menembakan peluru ke Arahnya. Zen ingin membalasnya kembali dengan menembakan pistolnya tetapi ia kehabisan peluru didalamnya sehingga ia pun melempar Aya dan berlari dengan kaki terpincang-pincang. Mikael hendak mengejar Zen, tetapi Aya memohon untuk membawa Arka terlebih dahulu kedalam rumah sakit.


Mikael pun membawa pergi Arka ke dalam rumah sakit. Setibanya didalam rumah sakit Arka langsung mendapatkan perawatan. Banyak darah yang keluar dari tubuh Arka. Sehingga nyawa Arka sangat terancam pada kemungkinan terburuknya.


Aya mencoba menyusul Arka dan Mikael sambil merangkak dan berjalan terpincang-pincang. Aya menangis penuh histeris. Anak yang susah payah ia rawat sendiri itu. Merelakan dirinya begitu saja pada orang lain. Walaupun Mikael adalah ayah kandungnya sendiri. namun Aya merasa tidak adil sebab Aya lah yang memberi kehidupan untuk Arka.

__ADS_1


__ADS_2