
***
Rio : "Kode ledakan itu..." Ujar Rio terbelalak begitu bom itu meledak dengan sangat dashyat.
Mikael : "Benar, kode ledakan pernyataan perang. Ini artinya permainan sudah dimulai." Mikael dengan tenangnya seolah-olah sudah mengetahui semuanya akan berakhir seperti ini.
Mikael : "Gio cek semua tamu undangan yang datang. Rio, bukankah kau membawa anggota kepolisian untuk berjaga."
Rio : "Benar, sekarang mereka sedang memeriksa semua tamu yang keluar sebelumnya."
Mikael : "Bagus."
Gio : "Semuanya sudah terekam, tapi hanya ada dua orang yang mencurigakan.
Mikael : "Selidiki kedua pria itu. Jangan sampai ada yang terlewatkan, jika ada kau pasti tau apa bayarannya jika itu terjadi."
Mikael menyipitkan mata dan hawa perasaan yang menekan ini Benar-benar membuat gio sedikit ketakutan.
Mikael : "Ken coba kau hubungi Arya, apakah ia berhasil berkunjung ke rumah sakit."
Ken : "Sepertinya ada yang mencurigakan dirumah sakit."
Mereka semua yang sedang berkumpul di ruangan rahasia di dalam gedung itu pun melihat rekaman video rumah sakit yang memperlihatkan Geo yang tiba-tiba saja pergi meninggalkan rumah sakit.
Mikael : "Apa-apaan ini apa kalian berdua memerintahkan kakak kalian untuk pergi? karena tahu aku akan mengintrogasinya?"
Mikael nampak marah besar karena satu-satunya informasi mengenai Kai hanya ada pada Geo, karena Reino sudah mati tidak ada lagi informasi yang bisa ia gali dari orang mati.
Rio dan Gio : "Tidak!"
Rio : "Selama ini bukanlah kau tahu bahwa aku sibuk menangani kematian salah satu rekanku?"
Gio : "Aku dan juga Guntur sibuk memata-matai Raphael. Kau yang memerintahkan kami selama 24 jam dalam kurun waktu seminggu ini."
__ADS_1
Mikael : "Kalian benar, tetapi itu masih belum bisa dipastikan. Ken kau cek semua rekaman di rumah sakit dalam kurun waktu satu minggu ini."
Ken : "Baik"
Rio ,: "Tapi bagaimana kalian bisa memiliki rekaman rumah sakit bukankah rekaman itu milik kak Malik? tidak sembarang orang bisa mendapatkannya."
Ken : "Tentu saja kami tahu itu, maka dari itu Mikael menyuruhku untuk meletakan kamera di salah satu hadiah Mikael yang kemungkinan akan disimpan cukup lama.
Gio :"Jadi kau memata-matai kak Geo melalui bonéka beruang yang kau berikan lewat Arya?"
Gio langsung menebak dengan tepat apa yang Mikael lakukan pada Geo.
Mikael : "Kau benar, tujuan awalnya kami takut salah satu dari pengikut Reino masih mencoba untuk membunuh Geo, tapi sepertinya kak malik menjaga keamanan rumah sakit untuk ruangan VVIP dengan baik. Ken sendiri yang memantaunya setiap hari."
Mikael beralasan untuk keamanan Geo agar dapat meredam amarah Gio dan Rio yang mulai berada dipihak ya itu. namun kenyataan yang sebenarnya, Mikael masih mencurigai Geo yang banyak melakukan sesuatu di belakang dirinya.
Mikael : "Tayangkan dengan kecepatan Vidio dua kali kecepatan."
Mikael memerintahkan Ken untuk menayangkan Vidio terkait dengan rekaman Geo selama satu minggu ini dengan kecepatan 2 kali lipat.
Mikael : "Apakah kak Malik datang ke acara pernikahan ini?"
Ujar Mikael dengan tegas menanyakan hal itu pada Gio.
Gio : "Benar, kak Malik datang bersama dengan orang mencurigakan itu."
Mikael : "Apa? Mana rekaman cctv pintu masuknya?"
Gio menayangkan rekaman itu di monitor besar yang sama dengan Ken yang menayangkan vidio pengamatan yang ia lakukan di rumah sakit.
Rio : "Memangnya kak Malik melakukan apa? Hingga kau tiba-tiba berpikiran bahwa dia pantas untuk diselidiki. Dia sudah menjadi kepala rumah sakit selama ini, lagian kakak ipar juga tidak suka dengan kita bukan?"
Mikael : "Seperti air bersih, tapi air bersih belum tentu tidak ada bakteri di dalamnya. Malik memang tidak terjun kedalam dunia yang kita jalani. tetapi mafia tetap mafia. darah yang mengalir padanya."
__ADS_1
Ken : "Kalau begitu bagaimana dengan Guntur yang membawa Aya?"
Mikael : "Ada Arya dan Arka yang menjaganya. Kita lihat dulu Video ini secara keselurahan terutama fokus pada orang yang di bawa oleh Malik."
Vidio langsung di percepat tepat bagian saat Malik masuk bersama seorang pria yang tidak di kenal. Dengan pintarnya ia menutupi wajahnya dengan tubuhnya, namun dalam Vidio itu juga terekam bahwa identitas yang ia gunakan milik Rudolf.
Ken : "Kak Rudolf? Lagi-lagi dia bertindak sesuka hatinya."
Gio : "Hatinya dan tindakannya sama-sama tidak bisa terbaca. Bahkan dia pernah menangkap ku tanpa alasan dan membuatku mendekap di dalam bagasinya. Sungguh monster sejati."
Mikael : "Bukan itu permasalahannya, walaupun orang itu bertindak seperti seorang psikopat tapi orang yang menurutku lebih berbahaya adalah Xion. Karena Xion tidak ada dalam daftar undangan ku kemungkinan orang yang datang bersama Malik dengan menggunakan nama Rudolf adalah Xion."
Rio : "Kau benar, Xion. Baru saja kembali setelah menyelesaikan kuliahnya S3 nya di Inggris."
Gio : "Bagaimana kau tahu?"
Rio : "Apakah kakak lupa aku ini polisi, sembari menyelesaikan kasus rekanku, aku juga memantau semua data yang masuk kedalam data kepolisian pusat."
Ken : "Memang tidak bisa diragukan lagi, kita harus diam-diam mengamati Xion terlebih dahulu. Karena Xion tidak seperti Rudolf yang merupakan kakaknya.
Xion lebih terfokus mempelajari seni lukisan, tetapi dirinya diam-diam belajar ilmu beladiri dan seni menembak. Kurasa kesenangannya pada seni lukisan adalah sebuah pengalihannya untuk diam-diam terjun ke dunia mafia."
Gio : "Masuk akal, tetapi menurutku.tetap saja kak Rudolf itu lebih mengerikan. Saat menculik ku saat itu ia bisa dengan cepat mengetahui keberadaan Aya dan Mikael. Itu membuatku sedikit terganggu."
Mikael : "Sebaiknya sekarang kita beralih ke orang mencurigakan yang ke dua. kita bahas ini setelah melihat orang yang kedua ini."
Gio : "Orang yang kedua ini memang tidak terlalu mencurigakan. Namanya Rayanoff Young. Sepertinya dia adalah kerabat jauh kak Rudolf.
Yang membuatku mencurigainya adalah ia menggunakan setelan jas dengan pola batik yang saat ini sedang di perbincangkan. Mafia yang memimpin pergerakannya benar-benar kejam. Mereka tidak langsung membunuh targetnya dengan mudah, mereka mempermainkan mental targetnya hingga mereka benar-benar gila.
Setelah itu mereka membunuhnya, membuang jasadnya ke laut. Menurutku hal ini tidak manusiawi. Tapi kenapa kau mengundang orang ini?"
Mikael : "Rayanoff adalah kenalanku. Sudah lama sekali kita berkerjasama. Soal kekerabatannya dengan Rudolf memang tidak salah. Keluarga Young sekarang pun sedang sibuk bersaing dengan perusahaan milik pemerintah. Akan sulit baginya untuk mengurus persoalan dunia mafia.
__ADS_1
Tapi seperti kata mu. dia akhir-akhir ini memang mencurigakan. Dan kita harus menyelidikinya."