Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(season2) Professor Franklin


__ADS_3

Rio : "Tapi Bukankah akan sulit jika kita menyelidiki Xion dan Rayanoff secara bersamaan? keduanya saling berkaitan akan sulit menyelidiki mereka apalagi Rayanoff bukanlah warga negara kita. Kita harus sedikit berhati-hati padanya karena keluarga young sudah menjadi mafia di negara Rusia."


Ken : "Rio benar, teknologi dinegara kita walaupun banyak yang berubah karena AngelTech dan beberapa perusahaan teknologi lainnya, tetapi masih tidak bisa di pungkiri bahwa teknologi dinegara kita sedikit kurang berkembang dibandingkan negara barat."


Mikael : "Soal itu kalian tidak perlu khawatir aku sudah memperkerjakan ahlinya untuk bergabung menciptakan senjata paling mutakhir."


Gio : "Apa yang akan kau lakukan dengan itu Mikael?" Gio benar-benar penasaran apa yang dilakukan Mikael tanpa sepengetahuannya.


Mikael : "Tentu saja jika mereka menyerang, aku akan menyerang mereka terlebih dahulu. Aku membuat senjata F1R119 Senjata yang dapat membunuh orang tanpa melayangkan sebuah peluru.


Senjata yang satunya lagi akan aku gunakan untuk membom semua keluarga mafia yang berada di puncak."


Rio : "Hey apa kau gila, Mikael? Kau akan menyerang mafia dari negara lain juga? Itu mustahil!"


Mikael : "Itu tidak mustahil karena Aya adalah kunci pembuatan senjata itu."


***


Suasana yang sangat familiar. Begitu masker dan Jas lab serta sarung tangan harus Aya gunakan sebelum memasuki ruangan itu. Berderet rapi semua cairan kimia, tumbuhan, binatang, dan pendingin khusus serta masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan lagi dengan kata-kata.


Laboratorium sains yang sangat luar biasa besar sekaligus lengkap. Membuat Aya benar-benar tidak percaya, bahwa tidak ada lagi laboratorium yang begitu indah dengan semua peralatan dan bahan-bahan yang tersedia secara lengkap seperti ini.


Bahkan desain ruangan laboratorium itu sedikit berbeda dengan desain laboratorium pada umumnya. Semuanya dilengkapi oleh teknologi-teknologi modern yang berhasil diciptakan oleh AngelTech yang tidak diperjual belikan.


Semuanya benar-benar di sesuaikan dengan kebutuhan, bahkan di sudut ruangan terdapat alat yang dapat mengambil cahaya matahari secara langsung untuk penelitian yang membutuhkan cahaya matahari langsung.


Seorang pria paruh baya sedang sibuk di meja laboratorium itu sambil mencampurkan beberapa cairan kimia. Aya merasa pria itu tidak asing dengannya bahkan ia betul-betul mengenal sosok pria itu.


"Profesor Franklin??" Ujar Aya hati-hati. Karena ia takut salah mengenali seseorang.

__ADS_1


"Siapa, disana?" Professor Fredy bertanya kepada Aya. Dirinya memang sedikit marah karena Aya tiba-tiba masuk keruangan penelitiannya tanpa izin sebelumnya, namun mengingat Mikael sudah mengatakan bahwa ada seseorang yang akan datang membantunya. Ia pun penasaran siapa orang yang akan membantunya itu.


"Aku Aya Dirgantara." Aya menyebutkan namanya dengan lengkap, seolah-olah hal itu akan membuat seseorang mengenalnya. Namun tidak semua orang mengenalnya tetapi mereka tahu nama keluarga dirgantara.


Professor pun menghentikan pekerjaannya dan melihat siapa sebenarnya yang datang kedalam laboratorium nya. Iapun menekan tombol yang ada di dekatnya tepatnya dibawah meja penelitiannya, sehingga lampu utama laboratorium menyala.


Professor pun menekan tombol di sebelahnya tiba-tiba meja penelitiannya tertutup dan masuk kedalam lantai bawah. Aya benar-benar tidak menyangka bahwa teknologi benar-benar sudah berkembang banyak selama ia tinggal di pulau pribadi zen saat itu.


Professor itu pun mendekati Aya. Sambil terus menyipitkan matanya dan tangan kanannya memegang frame ujung kacamatanya.


"Ayana Grace?" Ujar Professor begitu ia melihat Aya lebih dekat.


Aya sedikit tersenyum karena ia selalu dipanggil seperti itu saat semasa kuliahnya.


"Professor?"


"Professor Franklin??"


"Hahaha, sudah lama sekali aku tidak mendengar nama ini. Sekitar lima tahun yang lalu."


Aya tertegun begitu Professor mengatakan bahwa ia tidak di panggil dengan nama aslinya, Aya jadi penasaran apa yang terjadi pada Professor franklin.


"Ada apa Professor?"


"Konflik."


"Konflik?"


"Yah, begitulah. Tiba-tiba di kampus terjadi konflik internal, setelah satu bulan aku di keluarkan Mikael datang mencari ku. Awalnya ia hanya bertanya tentang seorang mahasiswa unggulan universitas yang lulus dengan nilai terbaik untuk mengajaknya bekerjasama.

__ADS_1


Tetapi ia tidak menemukan jejak keberadaannya. Aku juga tidak mau mengatakan keberadaan nona Ayana. Aku pun menawarkan diri untuk bekerjasama dengannya. Diapun bersepakat dengan melakukan beberapa kontrak. Tidak disangka kontrak yang ia tawarkan begitu banyak menguntukan ku juga.


Sebelumnya aku sudah berprasangka buruk padanya, hingga menghapus semua data tentang mu di universitas."


"Menghapus data milikku?"


"Benar. Karena aku takut orang jahat semacamnya mencari mu. karena saat ini dunia sedang berlomba-lomba menemukan teknologi-teknologi baru, tapi bukan hanya itu mereka juga membuat senjata yang mengerikan.


Setahun yang lalu informasi dari luar bocor ke negara kita. Bahwa mafia mereka berencana menguasai pendistribusian ilegal. Bukan hanya itu mereka juga berhasil mengendalikan polisi dunia. Keluarga yang informasinya bocor itu berasal dari keluarga Dominguez saat Mikael tidak sengaja meninggalkan penyadap di pesawat umum kelas bisnis."


Aya pun terbelalak terkejut begitu mendengar apa yang terjadi. Adegan ini sepertinya ia sangat mengenalnya. Dimana si tokoh antagonis sengaja melakukan konflik internal untuk merekrut pria kemudian menikahinya secara tidak langsung ia pun mengendalikan pria itu untuk dimanfaatkan menggunakan sebuah kontrak sebelum pernikahan.


Bukan hanya itu adegan familiar juga terjadi ketika si tokoh antagonis menyadap semua pesawat kelas bisnis. Dengan begitu ia mendapatkan informasi untuk menghancurkan tokoh utama.


Ini merupakan salah satu adegan pintar yang paling disukai Aya saat membaca novel itu. Apakah Mikael juga sebenarnya sedang melakukan rencana yang sama lainnya diluar sana, ujar Aya di dalam otaknya ketika melihat semuanya terlihat mirip bahkan sangat detail, sehingga semuanya berjalan dengan lancar.


"Professor, perkenalkan aku aku adalah istrinya Mikael namaku Aya karena aku sudah menikah dengannya maka namaku sekarang adalah Aya Gumelar." Aya memperkenalkan dirinya sekali lagi pada Professor.


"Apa!? Jadi kalian sudah menikah? Kalau begitu untuk apa aku menghapus data-data tentangmu." Professor kesal dengan apa yang ia lakukan menjadi sia-sia.


"Tidak apa-apa, Professor. kau melakukannya dengan sangat baik. Lagipula kakak ku sudah mengenal Mikael cukup lama." Aya tersenyum agar suasananya tidak menjadi buruk.


"Kalau begitu sejak kapan kau menikah dengan Mikael?"


"Hmm.." Aya tidak bisa menjawab kalau ia baru saja menikah dengan Mikael pagi ini, akan lebih baik jika waktunya sudah cukup lama.


Ayapun mencoba memikirkan cara untuk mengubah topik pembicaraan mereka.


"Professor, bagaimana kita mulai saja soalnya anak-anak ku sudah menunggu di luar." Aya berpikir bahwa dengan mengatakan anak-anak nya mungkin Professor akan menyangka bahwa ia sudah menikah dengan Mikael dengan waktu yang cukup lama.

__ADS_1


__ADS_2