Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Amarah


__ADS_3

Tangan dan Kaki yang gemetar tidak bisa lagi dikendalikan. Mikael terus berjalan tanpa memedulikan dirinya. Matanya sudah dipenuhi oleh kemarahan yang sangat membara. Nafas beratnya bukanlah apa-apa bagi Mikael, yang ia rasakan kali ini hanyalah amarah yang harus ia lampiaskan segera mungkin.


Ketika ia sudah sampai di kantor AngelTech. Ia langsung bergegas menuju ruangan rahasianya. Ruangan yang dibangun tanpa sepengetahuan oleh siapapun, bahkan orang yang membangunnya pun sudah dihabisi semua oleh Mikael agar tidak ada informasi yang bocor.


Mikael menyiapkan begitu banyak peralatan, terutama pistol barunya yang belum sama sekali ia gunakan, karena senjata api itu merupakan barang yang sangat berkualitas tinggi. Kali ini ia akan mencoba pistol dengan kualitas tingginya itu.


Jaket anti peluru dan semua baju yang berjajar rapih, sudah menjadi sebuah persiapan Mikael selama bertahun tahun. Bahkan Alat-alat ciptaannya yang tidak pernah di publikasikan merupakan sebuah senjata yang mematikan ada di ruangan itu, begitu tertata rapih dan sangat elegan.


Persiapan yang dilakukan Mikael selama bertahun-tahun ini, sudah banyak di prediksikan oleh Mikael. Bahkan runtutan scenario untuk membunuh kakaknya sendiri sebenarnya sudah ia rencanakan sejak lama dengan di pertimbangkan dalam berbagai aspek.


Semua persiapannya sudah ia siapkan dalam sebuah kantong kotak berwarna hitam mengkilap. Tinggal satu orang lagi yang harus terlibat dalam pertempurannya untuk membunuh sebuah penghalang bagi Mikael.


Mikael menelpon seorang tangan kanan rahasianya untuk menemuinya di suatu tempat, orang itu adalah Giovanni Gumelar. Orang yang selalu membantunya dalam urusan pengaturan dalam memerintahkan para mafia keluarga Gumelar.


Dengan Jas hitam anti peluru dan Kemeja putih yang sangat bersih itu, Mikael melangkah keluar dari ruangan itu Dangan membawa kantong kotak hitam yang mengkilap itu keluar dari ruangan rahasia itu. Di tangan kanannya Mikael sedang memegang ponselnya. Ia sedang menunggu telponnya terhubung pada ponsel Giovanni.


Giovani tidak kunjung mengangkat telponnya. Mikael masih terus berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Telponnya masih saja belum Giovani angkat.

__ADS_1


Rasa gemetaran dan ketakutan ketika Mikael mendapat siksaan dari kakaknya yang baru saja pulang dari Spanyol saat itu masih terasa nyata. Wajah Raphael yang tersenyum gila ketika menikmati permainan yang sangat gila. Permainan yang hanya di lakukan oleh orang yang sedang sakit jiwa. Namun Mikael tidak pernah sedikitpun memberitahukan tentang hal itu pada Ayah dan keluarganya yang lain.


Ternyata pilihannya saat itu, untuk membiarkan kakaknya seperti itu adalah salah. Karena kesalahannya itu membuat ayahnya yang begitu menyayanginya mati dengan begitu mengenaskan.


Mikael sampai di parkiran mobilnya, lalu segera membuka kunci mobil itu dan masuk kedalamnya dengan terburu-buru, Ia melempar tas hitam itu ke belakang jok mobilnya. Begitu teleponnya tidak kunjung diangkat oleh Giovanni. Mikael langsung menyalakan mobilnya. Ia menginjak pedal gas mobilnya begitu kuat. Dengan kecepatan tinggi sambil membalikan mobil itu dari parkiran kantor hingga meninggalkan jejak ban di aspal parkiran itu.


Skill mengendarainya yang sangat ekstrim itu tidak diragukan lagi. Dengan kecepatan tinggi Mikael membelah kota menuju sebuah tempat dimana ia ingin melampiaskan amarahnya.


Matanya sudah gelap, tubuhnya sudah tidak lagi gemetaran. Kali ini Mikael benar-benar menjadi orang yang sedang memasuki mode monster tidak berperasaan. Tidak ada ekspresi apapun yang tampak pada wajah Mikael.


Demamnya sembuh begitu saja, Mikael masih terus menginjak pedal gasnya dengan sangat kuat. Sepertinya ia sudah tidak sabar lagi ingin membalaskan dendam kepada seseorang yang sudah berani membunuh salah satu anggota mafianya yang sangat berharga, walaupun sebenarnya Mikael lebih sering melakukannya sendiri tanpa bantuan anggota mafianya.


Karena Giovanni tidak kunjung mengangkat telponnya, dengan terpaksa ia terjun untuk turun tangan sendiri. Untuk menangani seseorang yang sudah dianggap sebagai sampah yang harus segera ia dibersihkan.


***


Aya sangat kebingungan, pria yang tidak di kenalnya itu tiba-tiba membawanya pergi. Pikiran Aya mulai tidak jernih. Ia menyangka bahwa pria itu hendak menculiknya dan menjualnya di club malam atau tempat-tempat kotor semacamnya.

__ADS_1


Sehingga Aya pun berteriak tidak jelas di dalam mobil pria itu. Membuat pria itu merasa keheranan dengan apa yang sebenarnya Aya lakukan, padahal ia sudah menolong nyawanya.


"HEI! Wanita Aneh! Apa yang kau lakukan? telingaku rasanya mau pecah gara-gara teriakan mu!" Pria itu memprotes Aya yang benar-benar berisik.


"Tolong ada pria hidung belang yang culik aku, KYAAA! Aya masih melanjutkan berteriak tidak jelasnya itu.


Akhirnya pria itu tidak bisa menahannya lagi, ia pun memberhentikan mobilnya dan mengatakan pada Aya siapa dirinya dan Apa yang hendak ia lakukan sebenarnya.


"Hei, wanita aneh! Berhenti berteriak tidak jelas seperti itu! Aku adalah Giovanni Gumelar tangan kanannya Mikael." Pria itu mengaku dirinya Giovanni untuk memperkenalkan dirinya dengan cepat karena ia benar-benar sudah tidak tahan dengan kelakuan Aya yang seperti sebelumnya.


"Bohong! Tangan kanannya Mikael masih ada, jadi dia tidak perlu tangan orang lain." Aya berbicara tidak percaya pada Giovanni Gumelar yang ada dihadapannya adalah tangan kanan Mikael dalam dunia mafia.


"Kau wanita, tidak tahu diri ya aku baru saja , menyelamatkan nyawamu tapi apa yang kau balaskan?" Giovanni benar-benar marah dan kecewa pada Aya itu tidak bisa berbuat apa-apa karena mungkin saja Mikael akan membencinya ika ia berbuat kasar pada Aya.


"Maaf, kupikir kau akan menculik ku dan menjual ku ke pasar gelap. hehe.. Jadi apa tujuanmu membawaku?" Aya tahu bahwa dirinya itu cukup memalukan bagi seorang wanita yang sudah memiliki dua orang anak yang sudah lebih dewasa pemikirannya daripada dirinya.


"Aku baru saja membuat kesalahan, karena mengirimkan pesan tentang kematian paman Septian pada Mikael. Tadinya aku akan mengirimkan pesan itu pada kak Geo. Sekarang pasti Mikael sudah kehilangan kendalinya dan tidak bisa dihentikan lagi untuk meluapkan amarahnya, seperti yang terjadi pada beberapa Minggu yang lalu ia dengan tangannya sendiri menghabisi sebagian keluarga Ardinata. Tanpa mengenal ampun.

__ADS_1


Aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak, kumohon hentikan Mikael yang akan melewati Batawnya kali ini, walaupun Mikael mengirim Rio di anggota kepolisian pusat untuk menutupi semua perbuatannya tapi cepat atau lambat. Semua yang dilakukannya akan segera terungkap dan menjadi akhir dari keluarga Gumelar."


Sekarang Aya paham mengapa para mafia yang menyukai adegan pembunuhan dengan menggunakan senjata pistol dengan sangat keren itu tidak pernah tertangkap, karena mereka saling menempatkan salah satu orangnya di dalam anggota musuhnya untuk menjadi kontrolnya.


__ADS_2