
Aya menelepon Zen minta kejelasan tentang pengedaran narkoba itu. tetapi Zen tidak kunjung mengangkat teleponnya ia sangat marah tetapi tidak berhenti nelepon Zen meminta kepastiannya. sudah sepuluh kali panggilan akhirnya ia mengangkat teleponnya.
Aya : "Zen, apa-apaan ini kau menggunakan perusahaan ku untuk melakukan perdagangan narkoba?"
Zen : "Diam kau sialan! orang yang tidur di ranjang mu itu sedang menyerang ku. kau harus tau itu sialan!"
Aya sangat kaget Zen yang dulu sangat menyayanginya sudah berubah seratus persen gara-gara kesalahan yang ia buat bersama musuh bebuyutan suaminya.
Aya : "Zen aku ingin perceraian kita dipercepat!"
Zen : "Zen baiklah-baiklah surat cerainya akan sampai padamu besok aku akan mengurusnya."
Zen pun menutup teleponnya. Aya menangis kembali lagi-lagi Tora menenangkannya. Perasaannya kini telah hancur. Setidaknya ia sangat mengharapkan Zen mau menerima anak-anaknya itu, walau sedikit saja. ternyata Zen sudah buta akan kebencian.
***
Disisi lain Arya yang sedang menaiki mobil milik nenek yang terlihat berasal dari keluarga yang sangat kaya ini. ia melakukan wawancara keseluruhan pada nenek itu layaknya seorang detektif. Fakta di balik kenyataan Arya adalah Kejeniusan Arya sama dengan Arka tetapi ia menyembunyikannya agar adiknya tidak membuang keunggulannya yang sangat pintar dalam sistem digital.
Arya : "Nek bagaimana cara ia kabur dari rumah nenek?"
Nenek : "Nenek juga tidak tahu, tetapi pelayan nenek mengatakannya bahwa ia kabur dengan memanjat pagarnya."
Arya : "Kalau begitu kita cari dulu di sekitar dalam rumah nenek yang hilang itu cuman anak harimau bukan?"
Nenek : "Iya kau benar! Sebentar lagi kita akan sampai di rumah nenek."
beberapa menit kemudian
Nenek : "itu rumah nenek!"
__ADS_1
Nenek itu menunjuk kearah rumah yang sangat besar bagaikan kastil itu. Arya pun melihat kearah luar jendela mobil. Ia tercengang melihat rumah yang sangat besar itu. Arya tidak menyangka bahwa nenek yang datang ke toko kecil milik ibunya adalah seorang sultan.
Arya : "Wah! apakah ini sebuah kastil? apakah ini sebuah istana?" Arya begitu terpesona melihat rumah yang begitu besar itu.
Nenek : "Kau berlebihan, lagian nenek disini tinggal sendiri anak nenek sudah meninggal dan cucu nenek jarang pulang juga menantu nenek sibuk diluar negeri."
Mereka pun turun dari mobil itu dan masuk ke taman tempat dimana nenek itu tertidur dan kehilangan peliharaan cucunya itu.
Arya : "Jarak rumah nenek lumayan dekat dengan toko tetapi jauh dari sekolah dengan rumahku, kalau begitu ketika aku beres membantu ibu di toko bolehkah aku bermain dengan nenek?".
Nenek : "Benarkah!? nenek sangat senang. akhirnya di usia senja nenek bisa di temani oleh anak baik seperti mu." nenek itu mengusap kepala Arya.
Arya : "Nenek jangan khawatir aku juga akan membawa adikku ketika ia tidak marah lagi."
Nenek : "Oh kau punya adik? apa kalian sedang bertengkar?"
Nenek : "Kenapa kau membenci orang itu?"
Arya : "Orang itu adalah musuh bebuyutan ayah kami. Ia memulai pertengkaran dengan ayah kami lalu sifat ayah menjadi berubah. Ketika kami bertemu ayah. Ia selalu memarahi kami dengan alasan yang tidak jelas mengapa ia memarahi kami. Ia juga sering membentak ibu, tetapi ayah dan ibu akan segera bercerai jadi aku tidak perlu khawatir lagi."
Nenek :"Kau anak yang malang"
Arya : "Tidak juga, Kalau begitu ayo kita mulai pencariannya."
Nenek : "Nenek serahkan padamu."
Arya : "Sebelum itu aku mau menanyakan satu hal pada nenek. Dimana nenek terakhir kali melihatnya?"
Nenek : "Disini ketika itu nenek memeganginya dan tertidur tetapi saat itu juga ia menghilang."
__ADS_1
Nenek itu menunjuk sebuah bangku taman yang berdekatan dengan sebuah kolam ikan yang indah dengan dikelilingi oleh banyak tanaman bunga disekitarnya. Bunga yang mendominasi taman itu adalah bunga mawar.
Jika bunga mawar itu memiliki banyak duri artinya anak harimau itu mungkin akan kesakitan atau meninggalkan bulu pada duri mawar itu. Arya pun berpikir kalau anak harimau itu tidak melarikan diri.
kemungkinannya adalah seseorang menggendong peliharaan itu lalu membawanya pergi. Arya mencek setiap gebang keluar dari pintu yang ada. di pagar gerbang keluar pun tidak ditemukannya bulu rambut anak harimau itu sedikit pun, tapi Arya masih bisa berpikir kalau mungkin saja bulunya terhapus oleh angin. namun pagar rumah itu cukup kuat anak harimau itu kalau tidak mendorong dengan tubuhnya untuk membuka gerbang maka tidak akan terbuka.
maka bulu yang ditinggalkan akan banyak, artinya dugaan Arya benar bahwa anak harimaunya tidak melarikan diri melainkan salah satu pelayan dari nenek itu adalah pelakunya. Arya pun menyuruh nenek itu mengumpulkan orang-orang yang berada di sekitarnya saat kejadian itu berkumpul.
Arya pun menanyakan apa yang dilakukan para pelayan itu ketika anak harimau itu hilang. semua orang berbicara gagap sedangkan salah satunya berbicara lancar.
"Apakah rumah ini memiliki ruang belakang yang sudah tidak terpakai?" Arya mengamati satu-satu tubuh mereka dan Arya melihat orang yang berbicara lancar itu berkeringat dingin
Keputusan sudah final menurut Arya. Ia harus mencari anak harimaunya di ruang belakang yang sudah tidak terpakai lagi. kalau tidak harimaunya akan lemas atau mati. Arya pun menuju ruang belakang bersama nenek dan para pelayang tadi. Ternyata benar harimaunya ada disana, ia sedang terbaring di sebuah kandang. karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
Nenek itu pun bertanya siapa yang yang melakukannya, di kandang itu terlihat jelas label nama pengirim dan tujuannya lalu ia pun menunjuk salah satu pelayang yang menyatakan alasannya dengan lancar, terdapat beberapa helai bulu harimau di dalam jasnya juga kemungkinan ia mengganti jas luarnya saja ketika ia menculik harimau itu.
pelayan itu memohon untuk pengampunan pada nenek itu, namun nenek itu tidaklah percaya lagi pada dirinya. nenek itu memutuskan untuk menelpon Mikael yang merupakan cucu dari pemilik harimau yang hilang itu.
"Mi cucuku, nenek ingin mengganti sebagian pelayan disini dan menyeleksinya kembali." nenek itu menutup teleponnya.
"Arya, kau anak yang baik dan pintar bagaimana jika kau jadi cucu nenek saja, agar nenek tidak kesepian."
"Nenek tapi aku bukan berasal keluarga ini aku tidak pantas, bagaimana kalau kita berteman saja."
"Setuju, kau boleh datang kesini kapanpun dan jangan lupa untuk mengajak adikmu bermain bersama dirumah nenek."
"Baik, aku akan bermain dirumah nenek setelah selesai bekerja di toko ibu. kalau begitu Arya pulang dulu. nenek harus hati-hati dan jaga kesehatan nenek ya."
Arya pun berpamitan, ia tidak tahu jika sebenarnya cucu nenek pemilik harimau itu adalah Mikael orang yang ia benci karena telah membentak dia dan adiknya, karena menurutnya orang asing seperti Mikael tidak berhak membentak mereka.
__ADS_1