Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Pertemuan Petinggi Mafia 2


__ADS_3

Semua orang yang melihat tindakan Arka terkaget-kaget. Beraninya seorang anak kecil menantang para petinggi mafia dengan tidak sopan. Kemarahan Surya semakin memuncak ketika ia tahu Arka yang melakukan penghapusan data itu.


"Hei kau, anak kecil! kembalikan data perusahaan ku." Surya masih tidak menyerah. Ia berdiri dan hendak memukul Arka, namun sayang tangannya berhasil di hentikan oleh para bodyguard Arka.


"Perusahaan mu? Sekarang perusahaan mu adalah milikku." Arka tersenyum licik dengan tatapan yang menakutkan. Sambil memperlihatkan ponselnya ketika perusahaan Surya tiba-tiba saja diambil alih dalam kurun waktu 10 detik saja.


"Kau!" Surya tidak bisa menahan diri lagi. Ia hendak merebut ponsel Arka dari tangannya. Namun Ken lebih dulu berkutik untuk menghentikan tindakan Surya terhadap Arka.


"Hentikan! Kau tidak bisa melihat? Arka adalah penerus Mikael?" Setelah Ken menjelaskannya semuanya tidak hanya tercengang tetapi mereka baru menyadari bahwa wajah Arka mirip sekali dengan Mikael sekitar 98 persen.


Arka tersenyum menakutkan, walau begitu tubuh dan wajahnya yang masih kecil itu membuat sebagian orang yang hadir di tempat itu merasa gemas sekali terhadap kelakuan Arka yang sangat tidak biasa ini.


"Kau hebat sekali, nak! Siapa namamu?" Tanya Guntur pada Arka dengan mata yang terlihat jelas bahwa ia sangat tertarik pada Arka.


"Maaf jika aku tidak sopan, karena tidak memperkenalkan diriku sebelumnya. Aku Arka seorang jenius terkenal di antara teman-teman ku." Kepercayaan dirinya. Menghilangkan Aura tajam yang sebelumnya, sehingga kini ia terlihat sangat menggemaskan.


"Pfftt..." Guntur tertawa melihat Arka yang begitu percaya diri itu. Begitupun yang lain tidak tahan dengan sikap menggemaskan Arka.


"Kau!" Arka melihat Guntur menertawainya. Sehingga ia menjadi marah besar. Arka mengambil ponselnya lalu melakukan hal yang sama pada Guntur.


"Maaf-maaf, tolong kembalikan perusahaan ku." Guntur meminta maaf walau terlihat jelas ia tidak sungguh-sungguh meminta maaf dan masih menahan tawanya.

__ADS_1


"Berlututlah!"Arka mendapatkan kembali Aura kejam dan gelap dalam dirinya. Guntur benar benar tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga ia mengikuti perkataan Arka tanpa pikir panjang. "Kau juga" Arka menunjuk Surya untuk melakukan hal yang sama seperti Guntur.


Satu hal yang membuat Surya yang mengikuti perintah Arka begitu saja adalah Aura yang keluar pada Arka sudah melebihi Aura yang sering dipancarkan Mikael, Ia seperti melihat Dewa Gumelar hidup dalam tubuh Arka.


"Arka! Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Ken masih tidak mengerti apa yang dilakukan oleh Arka sebenarnya. Ia mencoba menghentikan Arka yang bertindak berlebihan pada orang yang lebih tua darinya.


"Kau tidak tahu, Paman Ken?" Arka berjalan mondar mandir diatas meja itu. Lampu hanya menyoroti meja bundar para mafia saja sehingga mereka hanya fokus pada Arka. "Dua orang ini sudah melakukan korup, terutama Surya Gumelar." Tatapan tajam Arka membuat kengerian hingga ke ujung syaraf mereka.


"Penaikan bahan baku, penggelapan dana dan bisnis gelap." Arka menyebutkan satu persatu kesalahan yang tidak terlihat kasat mata tetapi di ketahui oleh sistem Arka. "Lalu kau Guntur Gumelar, kau selingkuh dengan orang di dunia hiburan." Arka menyebutkan kesalahan Guntur.


Guntur hanya tertawa ketika Arka menyebutkan kesalahannya di depan para petinggi yang lain. "hehehe, itukan sudah biasa bocah manis. Para lelaki kaya memang suka melakukan itu."


"Tidak! Papa bos tidak begitu. Kalau ibu tahu bakal kena marah ibuku lo." Arka mengatakannya dengan serius, namun kata-katanya membuat orang lain ingin tertawa karena Arka juga memiliki sisi yang sangat polos.


"Dengar ya! Aku tidak akan sebaik Papa bos. Semuanya kembali ketempat kalian masing-masing." Dengan tegas Arka menyuruh semuanya bersiap-siap untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Arka.


"Seperti yang kalian tahu malaikat pencabut nyawa keluarga ini Raphael Gumelar sudah tiba di negara ini. Aku maksudku Arya alis kakak kembar ku sudah menyusun rencana untuk menyerang si malaikat maut.


Untuk sementara ini kita hanya bisa menerima serangannya terlebih dahulu. Pastikan kalian selalu berhati-hati dalam setiap aspek apapun, karena banyak telinga dan mata yang di kirimkan oleh Raphael Gumelar didalam kelompok kita.


Bukankah begitu Bryan Gumelar?" tatapan Arka tertuju pada Bryan Gumelar yang semenjak tadi tidak mengeluarkan sepatah kata apapun.

__ADS_1


Semua orang menjadi ribut. Setelah Arka menyebutkan nama Bryan Gumelar. namun semua orang masih meragukan Arka dan menjadi pembicaraan pro-kontra di dalam organisasi.


"Anak kecil tapi sudah mengenali mana baik dan benar ya?" Bryan hanya menjawab dengan santai.


Setelah itu pelayan masuk membawa gelas dan Wine. Namun Arka menyuruh pelayan itu untuk berhenti secara tiba-tiba.


"Hei kau pelayan murahan! Berhenti kau dari pekerjaan ini." Kata-kata Arka benar-benar tidak bisa di mengerti oleh akal sehat orang-orang yang berada di sana. mereka hanya menganggap bahwa itu bukan anak kecil saja. Sampai akhirnya.


"Kenapa tiba-tiba kau memecat pelayan ini Arka?" Ken bertanya masih tidak mengerti bagaimana jalan pikiran Arka yang begitu rumit.


"Diam Ken kau mau dijadikan sampel ku? Kalau tidak, Sini kau paman Guntur Gumelar!" Arka menyuruh Guntur untuk mendekatinya. "Kau minum seteguk saja wine ini." Arka menyuruh Guntur meminum wine ini.


Dengan patuh Guntur meminum wine yang di bawa itu karena penasaran. Setelah meneguk wine itu tiba-tiba saja pelayan itu merasa panik. Efek dari wine itu masih belum muncul tetapi Arka menyuruh satu bodyguard nya untuk memegangi pelayan itu.


Setelah satu menit kemudian, Guntur tiba-tiba saja muntah darah, pelayan itu hendak kabur setelah melihat efek yang terjadi pada Guntur untung sebelumnya Arka sudah memanggil Petra untuk segera mendatangi tempat pertemuan rahasia itu.


Semua orang menjadi panik melihat efek yang terjadi pada Guntur. Semuanya menjadi sangat emosi gara-gara pelayan penyusup itu. Dengan sigap pelayan itu segera bunuh diri di tempat karena tidak mau membocorkan informasi sedikitpun.


Ken yang ikut kaget melihat aksi Arka yang begitu mencengangkan. Arka bisa dengan mudah menganalisis orang-orang. Ken hanya bisa memandangi Arka yang sedang tersenyum melihat cahaya kemenangannya.


"Bagaimana Bryan? Sudah puas main racun-racunannya?" Arka bertanya pada Bryan yang sudah memperlihatkan keringat dinginnya yang mengalir deras di tubuhnya.

__ADS_1


"Kalau mau main racun-racunan kau harus mengalahkan ibuku. Akupun jadi tahu bau beberapa racun darinya. Sampai kau tidak sadar kalau masih ada bau racunnya di jas dan kemeja mu." Arka sedang memojokkan Bryan dengan kata-katanya yang pedas.,


__ADS_2