Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Raphael


__ADS_3

Mikael kembali pada malam hari ketika Arka dan Aya sudah tertidur. Mikael melihat Arka yang merupakan darah dagingnya itu terbaring lemas tidak seperti biasanya yang angkuh dan suka memerintah. Membuat hati Mikael sesak dan teringat akan sahabatnya yang terbunuh di depan matanya.


Amarah Mikael memuncak. Mikael pun memutuskan untuk tidak mengampuni Zen sedikitpun. Malam dengan angin dingin yang begitu kencang. Malam itu juga saat semua persiapannya sudah siap. Mikael memutuskan untuk membuat Zen menderita terlebih dahulu. Mikael mengerahkan anggota mafianya untuk menyerang petinggi keluarga Ardinata terlebih dahulu. Agar Zen kehilangan kekuatannya.


Satu persatu rumah petinggi dari keluarga Ardinata, ia datangi. Mikael tidak peduli mereka tidak ada hubungannya dengan kematian temannya atau tidak. Amarah Mikael tidak bisa padam, Mikael tanpa ampun membunuh semua petinggi itu dan keluarganya.


Mikael tidak menyisakan sedikitpun para petinggi Keluarga itu. Darah bersimbah dimana-mana. Rasa penyesalan tidak terukir sedikitpun di wajah Mikael. Tanpa di sadari Mikael telah jatuh lebih dalam kedalam kebenciannya terhadap keluarga Ardinata. Sehingga ia merubah rencananya untuk membunuh seluruh keluarga Ardinata.


Malam yang penuh dengan genangan darah dan kegelapan dalam hati. Mikael benar-benar tidak bisa menghentikan tindakannya sendiri. Mikael mencari Zen setiap rumah kediaman keluarga Ardinata tetapi dia tidak kunjung menemukannya. Ia membunuh orang seperti membalikan tangan, dengan mudahnya ia membunuh orang-orang keluarga Ardinata hanya untuk mencari Zen seorang.


Mikael memutuskan untuk mencari Zen keseluruh pelosok kota dengan mengerahkan semua anggota yang tersisa. Korban sudah banyak berjatuhan tetapi dirinya tidak bisa berhenti. Sebelum menemukan batang hidung Zen Mikael sepertinya tidak akan bisa berhenti.


Zen yang sudah mendapatkan kabar dari adiknya bahwa Mikael sedang menggila dengan membantai keluarga Ardinata. Akhirnya memutuskan untuk langsung terbang ke Italia menggunakan pesawat pribadinya, beberapa keluarga Ardinata yang masih sempat untuk melarikan diri pergi bersama Zen ke Italia untuk mencari sekutu mafia yang lebih kuat.


Asisten pribadi Mikael, yaitu Ken mengetahui hal tersebut langsung mengabarkan bahwa Zen dan keluarganya yang tersisa sudah lepas landas ke luar negeri. Mikael benar-benar kesal, selalu saja tidak bisa membunuh Zen dengan tangannya. Baju Mikael sudah berlumuran darah, tangannya sudah membekas karena tidak berhenti menarik pelatuknya.


Mikael sangat kesal. Hingga tidak bisa berkata apapun. Akhirnya Mikael memutuskan pergi ke tempat tujuan terakhirnya dan menyuruh anggota mafianya untuk menghentikan penyerangannya. Tempat akhir tujuan Mikael adalah sebuah jalanan. Jalanan dimana Mikael dan Kai terakhir bertemu.


Angin malam berhembus kencang. Mikael menyimpan setangkai bunga di jalan itu, lalu pergi kerumah apartemennya untuk membersihkan diri dengan berendam. Begitu banyak darah yang menempel di badannya, bau Anyir tercium di seluruh tubuhnya.


Mikael tidak sama sekali bisa melepas bagaimana kepergian sahabat baiknya itu. Tidak lama ken datang menemui Mikael. Terukir di wajahnya kekhawatiran yang mendalam. Ken menyiapkan baju untuk Mikael dan mengatakan beberapa kata nasehat untuk tindakan gegabah nya Mikael.

__ADS_1


Mikael tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Ken dia benar-benar sudah gelap mata. Apapun yang dikatakan Ken tidak bisa ia dengar. Mikael sepertinya akan benar-benar jatuh dalam kegelapan.


Suatu ketika Mikael mendapat telpon dari Arya dan langsung mengangkatnya.


"Hey, kau temui aku di alamat yang aku kirimkan." Suara Arya yang marah, terdengar jelas di telinga Mikael membuat Mikael penasaran apa yang terjadi pada Arya.


Mikael langsung membersihkan badannya dengan cepat. Bersiap menggunakan pakaiannya dan membakar pakaian yang tadi ia gunakan di perapian. Ucapan Ken sama sekali tidak Mikael dengar.


Mikael lari ke parkiran dan langsung menaiki mobilnya. Menuju alamat yang Arya kirimkan. Ia langsung menancap gasnya dengan kecepatan tinggi. Melesat membelah kota tanpa mengkhawatirkan keselamatannya sendiri.


Mikael pun sampai di alamat yang Arya kirimkan, Alamat tersebut adalah rumah Tora. Mikael mengetuk pintu rumah itu dan Arya langsung membukakan pintu rumahnya. Rumahnya masih dalam keadaan gelap Arya sengaja melakukannya agar tidak ketahuan oleh Tora.


Arya menyuruh Mikael untuk duduk di ruang tamu rumah itu. dengan nurutnya Mikael duduk di tempat Arya tunjukan.


"Kapan pamanmu di serang?" Mikael yakin kalau ia hanya menghabisi Keluarga Ardinata saja. Jadi untuk memastikannya ia menanyakan kapan pamannya itu diserang.


"Kemarin, kemarin malam. Apa yang kau lakukan?" Arya mencurigai Mikael yang melakukannya.


"Bukankah kemarin malam aku bersama adikmu?"


"Kau benar, tapi kau bisa saja menyuruh anak buah mu untuk melukai pamanku."

__ADS_1


Tidak lama seseorang menyalakan lampunya, Mata Tora dan Mikael saling bertemu. Mikael masih kesal dengan Tora yang sudah membuat Kau di keluarkan dari universitas karena keegoisannya. Tetapi Tora langsung menitikkan air mata.


"Mikael!? Aku benar-benar minta maaf." Tora bertekuk lutut di hadapan Mikael untuk meminta maaf padanya. Arya yang tidak mengerti bagaimana situasinya menjadi seperti ini pun langsung mengambil alih pembicaraan.


***


Disisi lain Zen berhasil kabur ke Italia dan menyewa sebuah rumah disana. Zen menemui kenalannya yang sekaligus sahabatnya itu di Italia. Nama sahabatnya itu adalah Bianco Alfonso yang merupakan Mafia terkuat ke 7 di dunia.


Zen tidak tahu kalau sebenarnya sahabatnya itu adalah seorang Gumelar. Nama aslinya adalah Raphael Gumelar yang merupakan kakak pertama dari Mikael Gumelar. Raphael tidak mengakui bahwa dirinya adalah seorang Gumelar itupun mengganti namanya dengan nama Italia dan menikah dengan orang Italia yang sesama mafia agar mendapat kekuatan yang sangat kuat.


Namun penyebab utama mengapa Raphael tidak mengakui nama Gumelar yang tersanding dengan namanya itu di karenakan Raphael hanyalah anak angkat dari keluarga Gumelar. Ada istilah dengan Anak pancingan, begitulah Raphael di posisikan dalam keluarga Gumelar. Sehingga menurut hukum keluarga Raphael tidak berhak mendapatkan Harta waris. Karena tidak ada hubungan darah dengan keluarga utama.


Namun keluarga Gumelar masih menganggap Raphael sebagai bagian dari keluarga Gumelar tidak peduli dengan hubungan darah yang ada padanya. Namun Raphael merasa dirinya berbeda dari yang lain, rasa iri nya mulai muncul. Raphael mulai gelap mata dan tidak senang melihat saudara-saudaranya sendiri yang merupakan darah asli keluarga Gumelar.


Hingga akhirnya timbul rasa takut jika suatu saat dirinya dibuang begitu saja oleh keluarga Gumelar karena tidak memiliki hak apapun dan hubungan darah yang kuat untuk tetap berada di dalam keluarga Gumelar.


Pada suatu saat Raphael diam-diam menemui Ayahnya dan langsung membunuh Ayah angkatnya itu dengan sebilah pisau yang tajam. Ia menusuknya ketika ia berpura-pura ingin memeluk ayahnya untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi ke Italia.


Ayahnya dengan senang hati memeluk putranya itu, namun disayangkan pelukan dari putranya itu adalah benar-benar pelukan terakhir yang sangat mengharukan. Raphael menikam ayahnya sendiri dengan pisau yang ia bawa.


Tanpa ada rasa penyesalan, Raphael hanya bisa tertawa senang tetapi Ayahnya yang sangat menyayanginya itu hanya bisa berkata-kata lembut lalu tersenyum kepadanya untuk terakhir kalinya. Raphael mengira bahwa ayahnya bangga karena bisa membunuhnya. Sehingga Ia membunuh adik kembarnya Gabriel dan Uriel.

__ADS_1


Mikael yang berhasil kabur itu. Membawa kunci warisan keluarganya, sehingga Raphael hanya mendapatkan sebagian hartanya saja dari keluarga Gumelar. Karena Raphael tidak bisa berlama-lama mencari Mikael. Polisipun sudah mengejarnya. Raphael memutuskan untuk pergi ke Italia sesuai rencananya dan menikah dengan mafia yang lebih kuat. Membangun sebuah perusahaan baru lalu membuat era mafia keluarganya sendiri.


__ADS_2