Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Berubah Haluan


__ADS_3

"Arya kau mirip sekali dengan ibu cara berpikir mu cara kau meniru sepertiku. Seperti ibu yang suka meniru tokoh yang ada di novel kesukaannya." Arka mulai meluapkan penilaiannya tentang Arya menurut pandangannya.


"Aku tahu kau sering bermain game dan tidak pernah membaca buku untuk mengelabui ku da kau juga pandai dalam béla diri untuk menutup kepintaran mu dari ku. Tapi satu hal yang kau tidak tahu Arya kau tidak bisa menilai ku hanya dengan apa yang kau lihat saja. Kau akan tahu setelah pertandingan ini selesai."


Arka begitu percaya diri dengan pendapatnya, namun Geo dan Giovanni tidak menyangka, bahwa Arka akan mengucapkan kata-kata yang tidak biasa anak-anak seumurannya ucapkan. Bahkan ucapan Arka itu sepertinya bukan hanya ditujukan untuk Arya saja.


"Baiklah, kalian jangan bertengkar aku sudah mendengar dari Ken bahwa saat yang paling sulit ketika saat bersama kalian adalah saat kalian sedang bertengkar. Jadi bagaimana jika kalian berdamai! Pertandingannya-kan belum selesai, kalian akan tahu siapa pemenangnya setelah pertandingannya selesai."


Giovanni mencoba melerai Arya dan Arka, dengan cara menyuruh keduanya untuk berdamai, namun tidak disangka ini bukan tentang masalah mereka bertengkar.


Geo jadi tersadarkan akan sesuatu didalam dirinya. Ia teringat ketika ia terakhir bertengkar dengan Giovanni tentang pandangannya terhadap Mikael sangat bertolak belakang dengan pendapat Giovanni saat itu.


Geo yang merasa dirinya lebih benar itu, hampir saja membunuh adiknya sendiri dengan tangannya, namun Mikael yang datang secara tiba-tiba menyelamatkan Giovanni tanpa memperdulikan akan posisinya sendiri.


"Kalian benar-benar anak yang sangat pintar, kupikir ibu kalian adalah orang yang sangat hebat dalam membesarkan anak seperti kalian."


Geo tersenyum kembali, tidak menyangka bahwa sikapnya saat itu layaknya seperti anak kecil yang sangat keras kepala. Memang seharusnya dia juga tidak menilai Mikael dari kacamata luarnya saja.


"Arka kau percaya padaku bukan? Kalau begitu Paman akan berusaha menjadi seorang pemenang!" Geo begitu semangat untuk segera memulai permainannya.


Giovani yang melihat reaksi Geo sangat tertegun. Ia tidak menyangka, bahwa Arya dan Arka seperti yang dibicarakan oleh Rio, mungkin suatu hari nanti keluarga Gumelar yang saat ini sedang pecah belah bisa bersatu kembali.


"Paman cepatlah main aku mau menghabiskan uangku saat bertaruh dengan Paman Giovanni tadi." Arka mengeluhkan permainan mereka yang tidak segera dimulai.


"Uang taruhan?" Giovanni mengulang ucapan Arka untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar.


"Benar, Paman padahal baru beberapa menit yang lalu kita bertaruh bahwa Paman Geo akan tiba lebih dulu." Arka menjelaskan uang taruhan yang ia katakan pada Giovanni.


"Uang dua ratus ribu itu ya?" Giovanni mencoba mengingat perkataan Arka sebelumnya.


"Memangnya uang dua ratus ribu cukup untuk membeli apa?"


Geo mengacak-ngacak rambut Arka, namun nampaknya Arka tidak senang rambutnya yang sudah Mikael bantu sisir-kan itu dirusak oleh Geo.

__ADS_1


"Dasar orang kaya! Dua ratus ribu itu sangatlah banyak untuk anak kecil tahu! Kau bisa membeli Eskrim untuk waktu yang lama." Arka menasehati Geo seperti layaknya orang dewasa.


"Toko Eskrim yang di dekat apartemen xx itu ya! Kalau begitu Paman kapan-kapan akan mentraktir kalian beli Eskrim disana."


Geo menjanjikan Arya dan Arka untuk mentraktir mereka makan eskrim disana karena lokasi toko Eskrim itu tidak begitu jauh dengan Kantor perusahaannya.


"Janji ya, Paman!"


"Janji".


Pemainan berlangsung sangat sengit. Setelah memainkan permainan satu babak pertama merekapun istirahat. Bersama dengan Arya dan Arka.


"Bagaimana ini Paman Geo walau bermain dengan sangat unik tapi ia bisa melakukan Strike berturut-turut." Arka meledek Arya sambil tertawa jahil.


"Itu hanya keberuntungan tidak ada yang lebih."


Arya tidak mau menerima ledekan Arka yang terlalu berlebihan dengan arguméntasi-nya.


"Akui saja kekalahan mu paman Geo sudah menang! Atlit profesional Giovanni Gumelar dikalahkan oleh Geo Gumelar seorang amatiran yang memiliki gaya bermain yang unik."


"Paman Geo, kau harus menggendongku! Aku sudah menyumpahi mu agar kau menang, hahaha!"


"Paman apakah kita akan bermain beberapa babak lagi?" Tanya Arya pada Giovanni.


"Tentu! tetapi sepertinya tidak hari ini." Giovanni menawan pertanyaan Arya.


"Karena kita sebaiknya-"


DORRRR!!


Suara tembakan yang begitu keras terdengar jelas di seluruh ruangan.


Peluru itu hampir mengenai Geo dan Arka. Seketika pengawal bayangan yang Mikael tempatkan secara diam-diam untuk menjaga Arya dan Arka itu berbaris mengelilingi mereka menjadi pagar pelindung bagi empat orang Keluarga Gumelar itu.

__ADS_1


"Cepat lindungi tuan muda!" Teriak dari salah seorang bawahan Mikael.


Semuanya tersentak kaget setelah satu peluru tembakan itu diluncurkan, namun lebih mengejutkan lagi bagi Geo saat melihat cincin penerus yang digunakan oleh Arka.


"Arka kau!"


"Paman pasti terkejut, tenang ada aku disini."


Perkataan Arka yang mengatakan bahwa 'Tenang ada aku disini' ia teringat ketika kejadian beberapa tahun lalu Raphael datang untuk membunuhnya.


Aksi heroik Mikael untuk melindunginya. Merupakan sebuah hal yang selama ini hilang dalam kenangannya.


Memang perbedaan keluarga utama yang sangat terhormat dan sudah seharusnya keluarga bagian menjadi perisai keluarga utama itu mengorbankan hidupnya, namun tidak disangka Mikael yang sebenarnya Raphael incar datang untuk melindunginya.


"Tenang, ada aku disini!" merupakan kata-kata yang tertuang dalam otak Geo saat ini.


Geo ingin membantu melindungi Arka dan Arya, namun saat ini ia sedang tidak menggunakan jasnya. karena sepertinya sudah lama sekali setelah keluarga Gumelar menjadi mafia nomor satu di negara oleh Mikael tidak ada yang berani mengusiknya.


"Kakak!" Giovanni melemparkan pistolnya.


"Bagaimana denganmu!"


"Aku masih ada cadangan."


Geo mengerti maksud perkataan Giovanni dan bersiap untuk melindungi keluarga Utama layaknya tugas seorang keluarga bagian.


Segerombolan pria datang dengan menggunakan setelan jas lengkap. Dengan senjata dan persediaan peluru yang lengkap. Saat ini jumlah pasukan bayangan Mikael dengan gerombolan pria itu kalah jumlah.


Entah sejak kapan para gerombolan pria itu bisa memasuki ruangan VIP dengan keamanan yang sangat terjaga dan sangat berkualitas baik. Kecuali jika orang itu memiliki koneksi didalamnya


prok..prok..


Suara tepuk tangan dari balik gerombolan pria bersenjata lengkap itu.

__ADS_1


Aku tidak menyangka, kau mudah dipengaruhi oleh Giovanni dan anak-anak itu untuk beralih pihak pada Mikael. Suara yang sangat familiar di telinga Geo itu, ia dengan cepat bisa menebak siapa pemilik suara itu.


__ADS_2