Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Dirgantara 2


__ADS_3

Arya terus mendesak Pria itu untuk menceritakan bagaimana kondisi yang sebenarnya terjadi didalam keluarga Dirgantara, namun pria itu terus menerus menolak Arya tanpa ragu sedikitpun.


"Baiklah aku akan mengatakannya, Keluarga Dirgantara adalah Keluarga terkuat diantara Mafia yang lain. Namun saat itu kepala keluarga Dirgantara sudah tidak sanggup lagi menghadapi kekejaman yang dilakukan oleh para mafia. Sehingga ia memutuskan untuk berhenti.


Dengan berhentinya kepala keluarga itu, kekuatan mafia keluarga Dirgantara mulai melemah, mafia-mafia yang lain satu persatu mulai menyerang keluarga Dirgantara.


Sehingga keluarga bagian yang tidak memiliki kuasa apapun untuk penyerangan, mengalami pembantaian masal oleh anggota keluarga mafia yang lain. Semua petinggi keluarga utama mendesak kepala keluarga yang baru dengan membunuh kepala keluarga yang lama dan menjadikan anaknya sebagai penerus selanjutnya.


Dalam masa-masa itu para keluarga utama menyiksa penerus anak kepala keluarga itu, karena anak itu terus menerus menolak. Permintaan para petinggi keluarga utama. Keluarga utama memanfaatkan situasi saat dimana, salah satu adik calon kepala keluarga itu meninggal karena sebuah kecelakaan.


Sehingga ia terpaksa menjadi kepala keluarga mafia, setelah mendapat pukulan yang berat dengan kematian adiknya itu."


Orang itu membasahi bibirnya karena sepertinya ia sudah berkata begitu banyak sekali membuat tenggorokan dan bibirnya menjadi kering.


"Apa kau mengerti? Sekarang sebaiknya kau segera pulang kerumah mu. nampaknya orang itu sudah tidak mengejar mu lagi." Orang itu berpasrah harus menjelaskan panjang lebar tanpa dimengerti oleh seorang anak kecil seperti Arya.


"Aku pikir cerita itu sebenarnya menceritakan dirimu sendiri, Apakah aku salah?" Arya menganalisa semua yang di ceritakan oleh pria yang menggunakan Jas merah itu.


"Ku pikir kau anak kecil biasa, ternyata kau pintar juga." Pria itu berkata sambil memahami kalau sebenarnya Arya sedang mengorek informasi darinya.


Pria itu mengeluarkan pistolnya dari dalam saku jasnya dan mengacungkan pistol itu tepat di kepala Arya.


"Paman apa kau tega membunuh seorang anak kecil yang sedang tidak berdaya ini?" Dengan tatapannya yang tajam Arya seperti menantang pria itu untuk menembaknya.

__ADS_1


"KAU! sepertinya kau salah sangka aku hanya menakuti mu saja, tapi tidak disangka anak kecil sepertimu malah menantang ku seperti itu." Pria itu mengisyaratkan pelayannya untuk menyajikannya secangkir kopi. "Aku tidak tahu permasalahan mu dengan keluarga Dirgantara. tapi sebaiknya kau harus berhati-hati. Karena keluarga itu tidak pernah melepaskan targetnya sampai mati sekalipun."


"Apa maksud Paman, kalau orang itu mati kita sudah tidak ada urusan lagi dengannya bukan."


"Tentu seharusnya memang seperti itu, tapi mereka lain. mereka akan menurunkan dendam mereka untuk penerus selanjutnya." Tatapan Pria itu mulai serius. Seorang pelayan datang dengan menyajikan secangkir kopi untuk pria itu. Arya memerhatikan cara pria itu menyeruput kopi panas itu sampai pria itu meletakannya kembali keatas meja.


"Apa kau tidak biasa minum kopi?" Arya penasaran dengan pengamatannya. Terlihat pria itu sepertinya tidak menyukai kopi tetapi ia tampak sedang membiasakan dirinya untuk meminum secangkir kopi.


"Akhir-akhir ini pekerjaanku sangat banyak, aku harus membiasakan diri untuk meminum kopi." Pria itu beralasan pada Arya karena masalah pekerjaannya yang sangat banyak ia terpaksa harus terbiasa meminum secangkir kopi.


"Kau mirip sekali dengan ibuku, padahal setiap hari ia hanya minum teh. tapi saat pekerjaannya banyak sekali, ia sering sekali memaksakan dirinya untuk meminum secangkir kopi agar ia bisa terus terjaga."


Saat Arya mengatakan hal itu, Pria itu tiba-tiba tertegun dengan semua perkataan Arya. Namun saat itu Arya benar-benar sedang mengamatinya, dan melihat reaksi pria itu yang nampaknya mengetahui sesuatu.


"Paman!? Kau kenapa?" Arya tersenyum tipis sambil memasang wajah polos pada pria itu.


Pria itu pun sadar sedang dipermainkan oleh Arya dan langsung menyuruh anak buahnya untuk menangkap Arya.


"Paman apa yang kau lakukan?" Arya berteriak sambil meronta-ronta meminta untuk dilepaskan. "Paman apa yang kau lakukan, aku ada salah apa?"


"Salah kau adalah, kau berasal dari keluarga Utama Dirgantara. Aku lupa mengatakan sesuatu padamu Aku ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan keluarga itu dan selamanya aku akan membalas dendam pada keluarga itu, jadi aku harap kita tidak pernah bertemu lagi."


Pria itu berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Arya. "Bawa anak itu kembali kerumahnya." Hanya perkataan perintah itu saja yang menjadi kalimat perpisahan antara Arya dan Pria itu.

__ADS_1


"Baik boss." para anak buahnya itu langsung dengan sigap menuruti apa yang dikatakan oleh pria itu.


"Paman! Paman! Aku harap kita bisa bertemu lagi. Paman!"


Arya di gendong keluar oleh para anak buah orang itu dengan menggunakan setelan jas hitam yang sangat rapih namun beberapa hal menunjukkan ke Khasan anak buah yang ada di bawah perintah pria itu.


Beberapa saat setelah Arya dibawa keluar. Orang itu langsung menelpon seseorang. Pria itu memerintahkan orang yang ia telpon itu untuk mencari informasi tentang Arya Dirgantara.


"Bagaimana apakah kau sudah menemukan informasi tentang anak itu?" Pria itu berkata dengan datar, namun Aura yang menekan udara itu bisa di rasakan oleh para anak buah di sekitarnya.


"Tidak ada informasi apapun tentang anak yang bernama Arya Dirgantara."


Pria itupun merasa tertipu oleh Arya. Ia merasa dirinya sebenarnya sedang dimata-matai oleh musuhnya.


"Tutup semua lorong dan jalan pintas menuju rumah ini. Sialan anak itu berani-beraninya menipuku dengan nama itu. Sudah lama sekali aku tidak berburu. Lihat saja aku akan membunuh orang yang berada dibelakang anak itu." Pria itu tampaknya marah besar. Dirinya merasa sangat tertipu oleh Arya. Arya nampaknya tanpa sadar ia telah membangunkan naga yang sudah tertidur selama ribuan tahun.


Beberapa saat sebelumnya..


Mikael berhasil mengamankan akun-akun miliknya dan mengunci serta menyembunyikan Aplikasi itu, namun terlintas sedikit dibenaknya untuk mengatasi, permasalahan penculikan yang dilakukan seseorang kepada Arya dan Arka.


Mikael menghack data-data penduduk negara. "Aya aku tahu ini pasti berat bagimu. tapi ini mencegah anak-anak menjadi incaran mafia lain. Aku akan mengubah nama mereka menggunakan nama keluarga Gumelar bagaimana?" Mikael tampak sangat serius, jika nama Arya dan Arka di rubah itu artinya semua keluarga Gumelar akan melindungi mereka dan menghindari incaran mafia lain yang memiliki dendam kepada keluarga Dirgantara.


"uh..Baiklah-baiklah, masalah dunia mafia ini begitu rumit aku tidak mengerti apapun. Aku ingin sekali tidak terlibat dengan dunia mafia seperti ini tapi lagi-lagi aku harus terlibat gara-gara kau."

__ADS_1


"Bukan salahmu, tapi ini takdirmu yang terlahir di keluarga Dirgantara."


"Keluarga ku?"


__ADS_2