Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season2) Pria Hebat Dalam Bermain Kasino


__ADS_3

"Pfftt.. menarik!" Rio tertawa melihat kelakuan Aya yang begitu berani menantangnya. "Pantas saja, Arya meneleponku beberapa hari yang lalu saat ia bersama Geo." Sambung Rio.


"Okey lihat saja! 100 juta!" Teriak Aya.


"500 Juta!" Dustin mencoba menambah lebih banyak lagi taruhan.


"500 juta!" Ujar Rio


"Satu Miliar!!" Tambah Aya.


"Apa kau tau cara bermain? Jangan-jangan kau hanya ingin membuat Mikael jatuh miskin?" Ejek Dustin pada Aya.


"Kau tidak perlu cemas, Dustin! Uang satu miliar hanya uang receh bagiku." Ujar Mikael menyerang balik Dustin.


"Kau tidak tahu!? Mikael tidak punya rumah?" Tukas Rio pada Dustin.


"Apa tidak punya rumah Lalu? Villa?" Dustin tidak percaya Mikael tidak punya rumah.


Bukannya Mikael tidak punya, namun sebenarnya ia tidak memerlukannya. Mikael memiliki banyak villa dan Apartemen pun ia tetap tinggal tidur dan makan di kantor.


"Bukannya aku tidak punya, tapi aku tidak butuh hal seperti itu. Nenek pasti sangat kesepian." Ujar Mikael.


Dustin : "Kau cucu kesayangan Nyonya Eorlina ternyata."


Mikael : "Kau salah! Nenek masih begitu menyayangi Guntur, walau Guntur sebanyak apapun melakukan kesalahan ia pasti akan memaafkannya."


Rio : "Kupikir saat kunjungan terakhirku pada nyonya Eorlina ia sekarang lebih menyayangi Arya."


Aya : "Arya!? Kapan Arya bertemu nyonya Besar?"


Aya tidak menyangka bahwa anak-anak sudah begitu dekat dan akrab dengan orang-orang di keluarga Gumelar tanpa sepengetahuannya.


Mikael : "Sepulang Arya membantu Tora menjaga toko, terkadang ia suka berkunjung ke rumah nenek."


Aya : "Arya tidak pernah berkata apapun soal itu."


Rio : "Tentu saja, kau pasti akan melarangnya jika tahu akan hal itu."


Mikael : "Rio benar! Arya tentu lebih bijak dari ibunya."


Aya cemberut mendengar hal itu, karena secara tidak langsung anaknya Arya seperti orang yang tidak percaya pada Ibunya sendiri.


Rio menantikan Dustin melemparkan koin taruhannya di tengah meja kasino itu.


Dustin : "400 juta!!"


Rio : "Cuman 400 juta? Ya sudah aku tambah ya~" Rio melemparkan koin chip taruhannya sambil berteriak "800 juta!"


Aya : "800 Juta!"


Dustin : "800 Juta!"

__ADS_1


Harga taruhan sudah disepakati bersama, bandarpun membuka satu kartu selanjutnya.


Aya : "1 Miliar!"


Dustin : "1 Miliar!"


Rio : "Sedikit amat! Apa kau masih ragu? Kalau kalah kau akan menyesal Lo!!. 2 Miliar!"


Aya : "4 Miliar!".


Dustin : "4 Miliar!"


Rio : "4 Miliar!"


Kartu terakhir yang akan dibuka oleh bandar, begitu sangat mereka nantikan. Tetapi tidak dengan Mikael yang hanya duduk dengan berpangku tangan sambil menyilang kan kedua kakinya.


Aya : "10 miliar!"


Mikael : "Sayang apakah itu tidak terlalu berlebihan?"


Dustin : "20 miliar! Bagaimana Tuan muda Rio?"


Rio : "Sepertinya aku masih sayang dengan hajiku sebagai polisi. Aku akan Fold kali ini. Selamat atas kemenangan mu ya Oppa~!"


Aya : "ah, em.. Lima puluh- 20 Miliar!"


Mikael : "Bukankah kau barusan akan mengatakan 50 miliar?"


Dustin : "Aya biar ku beritahu sesuatu padamu! Sebaiknya kau tidak usah mencari Angga Dirgantara! Dia adalah monster yang sangat mengerikan!"


Aya : "Apa kau berusaha menakuti-nakuti ku? Walaupun kau berbicara demikian aku tetap ingin mencarinya sampai kapanpun!"


Dustin : "Kau akan menyesal seperti pada hari ini! Straight!!!"


Aya : "Lihatlah dirimu yang begitu percaya diri! Aku bukan Rio yang bisa berbuat licik seperti itu."


Dustin : "Heheh, jangan banyak omong dan keluarkan kartumu!'


Aya : "Lihat! Aku mendapat Straight Flush! Kau akan jatuh miskin hari ini!"


Dustin : "Apa!? Bagaimana bisa kau! Rio apa kartu yang kau dapatkan!?"


Rio : "Duh kau ini sudah bermain bertahun-tahun tapi tetap saja kurang pandai. Aku dapat Flush!"


Rio menunjukan kartu yang lebih besar daripada yang Dustin miliki.


Dustin : "Ini bagaimana kau bisa menyerah mendapatkan kartu setinggi ini?


Rio : "Sederhana saja, aku sudah mencurigai Aya sebelumnya. Aku ini seorang raja di kasino ini makanya aku bisa dengan mudah menebak apa isi kartu kalian


Mikael : "Sayang kau begitu berbakat! Aku tidak menyesal membawamu kemari."

__ADS_1


Aya : "Aku akan melunasi hutangku sekarang juga!"


Mikael : "Kenapa begitu sayang?"


Aya : Aku kan sudah menang banyak tentu saja harus mbayar hutangku;"


Mikael : "Baiklah selama itu membuat kau bahagia."


Dustin : "Aya! Kau pasti bermain curang!"


Mikael : "Ahahah, hanya seorang pengecut yang memiliki banyak alasan seperti mu!."


Dustin : "Ronde! Ronde tiga! Ayo kita bermain ke ronde 3!


Dustin dengan tidak sabaran itu langsung menantang semua orang untuk lanjut ke ronde selanjutnya."


Mikael : "Aya terimakasih sudah menang dan menggantikan semua uangnya. kali ini biarkan aku bermain."


Mikael begitu antusias memainkan permainan pada Ronde tiga kali ini matanya berubah menjadi tajam, dan seluruh hawanya berubah seratus delapan puluh derajat. Begitu aura sang pemimpin yang memiliki aura yang sangat dominan.


Rio : "Baiklah aku juga tidak akan kalah dari pak tua yang sudah rugi besar ini."


Nada mengejek Rio, begitu teringat menyebalkan di telinga Dustin. Jika tidak ada Mikael disamping Rio mungkin saja ia sudah menodongkan pistolnya pada Rio untuk mengembalikan harta yang telah dirampas.


Ronde ke tiga dimulai. Bandar sudah membagikan kartunya. Dustin pun sudah lebih tenang dengan membakar rokoknya untuk ia hisap saat bermain agar lebih tenang dan berpikiran jernih.


Taruhan awal sudah dimulai. Mulai dari Rio.


Rio : "Aku tidak punya aset keluarga kalian tahukan, ahli waris keluargaku sebenarnya Haris tapi mereka menyerahkan masalah mafia keluarganya kepadaku yang seorang polisi, sungguh tidak etis. hehehe."


Dustin : "Cepatlah jangan bertele-tele!"


Dustin sudah begitu tidak sabar dengan permainan terakhir kali ini. Ia sampai tidak menahan dirinya untuk membentak Rio.


Rio : "Baiklah-Baiklah, Oppa! Ini aku pertaruhkan aset tanah cendrawasih di tanah kota F!"


Mikael : "Kau begitu baik Rio aku sangat menginginkan tanah itu untuk membuat rumah kaca untuk Aya!"


Aya tersipu malu dengan apa yang dikatakan oleh Mikael, karena ia sudah lama sekali tidak memiliki rumah kaca seperti yang ia punya sebelumny di kediaman rumah dirgantara untuk meneliti berbagai tanaman-tanaman di dunia.


Aya : "Apa kau sungguh-sungguh ingin membuatkannya untuk ku?"


Mikael : "Tentu saja sayang! tapi ketika kita sudah menikah ya!"


Aya : "Dasar pelit."


Dustin : "Kalau begitu apa yang akan kau taruhkan dengan Aset milikmu ??? Kau tidak boleh pelit ya Mikael keluarkan semua aset yang kamu punya!"


Dustin memprovokasi Mikael untuk mempertaruhkan begitu banyak aset miliknya namun tentu saja Mikael sudah memiliki rencananya sendiri.


Mikael : "Perusahaan sayap Garuda aku akan menjadikannya sebagai taruhan."

__ADS_1


Rio : "Sayap Garuda? Bukankah itu adalah perusahaan yang berhasil kamu kembangkan sendiri tanpa campur tangan warisan keluarga?"


__ADS_2