
Tubuhnya mulai bergetar, ia tidak bisa terus bersembunyi. Ia harus kabur. Arka teringat bahwa sekolahnya itu tidak jauh dari rumah pamannya Tora. "Sepertinya posisiku yang sekarang tidak jauh dari rumah paman Tora. Kalau aku bisa berlari cepat seperti Arya mungkin sempat." Arka melihat situasi di sekitarnya terlihat cukup aman. namun ia masih memikirkan dimana Arya berada pada saat ini.
"Tertangkap kau anak kecil!" Tiba-tiba sebuah tangan menyambar baju Arka dan menarik paksa arka keluar dari celah itu. Arka terus berpegang erat dan meronta, namun tenaga anak kecil seusianya tidak bisa melawan, tenaga yang begitu kuat dari pria besar itu. kecuali itu Arya mungkin kemungkinan ia bisa kabur adalah lima banding lima. Sedangkan Arka yang masih dalam pemulihan luka dan tubuhnya yang lemah hanya berbandingkan dua banding delapan untuk bisa kabur.
Arka berhasil di tarik keluar dari celah sempit bangunan di kota itu, Arka bahkan tidak sempat membuka ponselnya untuk melaporkannya pada Mikael. Namun Arka adalah orang yang terkenal banyak akal. Ia meronta dan berteriak "Tolong, aku akan di culik. Tolong!" Walau itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang pada umumnya tapi langkah selanjutnya adalah rencananya.
Karena Arka tidak berhenti berteriak, Pria besar yang menggunakan baju serba hitam itu pun segera menutup mulut Arka, pada saat itulah langkah rencananya dimulai. Ia menggigit sekuat tenaga, setelah itu gendongan pria itu agak melonggar pada saat itu lah Arka meronta turun setengah tubuh pria itu lalu menendang bagian yang paling sensitif pria.
Arka berhasil membuat pria itu melepaskan tangannya. Pada saat itu adalah kesempatannya untuk berlari. namun ternyata orang yang hendak menangkapnya itu tidak hanya satu melainkan sekitar sepuluh orang, semuanya merupakan pria besar yang sepertinya sudah terlatih
Arka bergerak mundur, namun sudah benar-benar tidak ada celah lagu untuk kabur. Arka pun berhasil tertangkap dan di bawa pergi oleh para pria besar itu. Arka hanya bisa pasrah untuk kali ini, karena ia belum memiliki persiapan sebelumnya kali ini Arka hanya bisa menyusun rencana untuk kabur sebelum ia dibawa jauh oleh pria besar itu.
Salah satu pria besar yang berada di sebelah Arka, tepatnya di sebelah kiri jok mobil yang ditempati oleh Arka itu mendapatkan sebuah telpon. "Apa!? kau tidak berhasil membawa anak yang satunya lagi!?"
Mata Arka terbelalak, ternyata memang benar target mereka adalah Dia dan kakak kembarnya Arya. Arka masih penasaran siapa yang menculiknya sebenarnya. Orang ini begitu tidak takut dengan apa yang terjadi jika Mikael tahu anak kebanggaannya tengah di culik.
__ADS_1
Namun satu hal yang membuatnya lega, bahwa Arya selamat dari pria-pria besar ini. Setidaknya ada yang bisa memberitahukan keadaannya pada Mikael, Arka berharap setelah Mikael tahu bahwa ia di culik Mikael akan segera menolongnya. Ia tidak mau harus mengalami penyiksaan seperti yang dilakukan ayahnya Zen.
Tidak sampai setengah jam, Arka sampai di sebuah bangunan besar dengan bertuliskan sebuah huruf besar "DGTech" dari tulisannya saja Arka tahu bahwa tempat ini adalah tempat yang sama seperti Angeltech milik Mikael. Apakah ia terlibat dari persaingan dunia bisnis Mikael atau dalam dunia mafianya.
Arka di bawa masuk kedalam gedung itu. Arka hanya bisa menuruti para pria besar itu. Mereka masuk tidak melalui pintu utama. namun saat di parkiran ada sebuah lift khusus yang biasa para pria itu gunakan untuk menemui Direktur pemilik gedung itu.
Arka menaiki lift tersebut, benar-benar tidak ada celah untuknya kabur. namun sudah tinggal beberapa lantai lagi ia akan sampai di lantai tujuannya. Arka memejamkan matanya. Dan pintu lift pun terbuka
Sebuah cahaya menyoroti matanya. Terlihat seorang pria dengan menghadap kearah sebaliknya itu sedang menatap keluar jendela di kursinya sambil menyeruput kopi hitam yang sangat harum.
"ahahaha lugu ya.., Hei- hei apa yang kalian lakukan pada orang yang aku sayangi? Sudah kubilang bawa dia dengan lembut." Orang itu berkata seolah-olah menganggap Arka adalah orang yang dikenalnya.
"Hei Paman! cepat katakan tujuan paman membawaku kesini? Sekarang aku harus pergi bermain." Arka menggunakan alasan seperti yang dilakukan oleh anak-anak pada umumnya.
"Kau sangat tidak sabar, kalau begitu dimana chip aplikasi milikku? Kau pikir aku tidak tahu kau sudah mengubah ciptaan ku menjadi aplikasi yang kau gunakan sesukamu?" pria itu berkata dengan tenang, walau maksudnya memaksa Arka untuk mengembalikan chip asli dari aplikasi yang biasa Arka gunakan untuk menghack dan mencuri data orang lain.
__ADS_1
"Wkwkwk, Paman ini bicara apa sih? Aku ini hanya seorang anak kecil, tidak mengerti hal yang seperti itu."Arka mengelak orang tersebut, dan bertingkah layaknya benar-benar seorang anak kecil yang lugu dan tidak tahu apapun.
"Kecil-kecil berani berbohong ya? siapa yang mengajarimu berbohong nak!? Kurasa Aya tidak akan mengajarkan anaknya berbohong." Pria itu menyebutkan nama ibunya, Arka terbelalak kaget. Sebenarnya siapa orang tersebut bagaimana bisa ia mengetahui segalanya. Apakah pria tersebut memiliki alat penyadap di apartemen atau ada mata-mata di sekitarnya, Arka terus bertanya-tanya pada dirinya.
"Itu adalah chip milik ibu, pamanku yang menitipkannya. Kau jangan suka mengarangnya" Arka mulai meninggikan suaranya dan kesal, karena saking penasarannya. Siapa orang yang ada di hadapannya itu.
"Ternyata kau mengakui kau memiliki seorang paman ya? Apakah pamanmu pernah mengunjungi mu?" Nada pria itu berubah menjadi nada seseorang yang sedang menyelidiki sesuatu.
"Tidak pamanku yang satu sudah meninggal, tapi pamanku yang satu lagi adalah seorang bos mafia yang terkenal." Arka sedikit mengarang tentang hal itu, walaupun yang sebenarnya ia juga tidak salah.
"Oh begitu ya, memang anak yang lugu tapi pintar. Di usia seperti ini saja sudah bisa membuat aplikasi yang begitu rumit." Pria itu memuji Arka walau sebenarnya ia tengah menyelediki Arka. Arka yang sangat suka di puji itu akhirnya terpancing.
"Ya begitulah, aku sebenarnya anak yang sangat pintar. bahkan lebih pintar dari kakak dan ibuku." Arka membanggakan dirinya dengan percaya diri sekali.
"Bagaimana jika kita bekerja sama untuk mengembangkan ciptaan mu itu?" Orang itu mengajak Arka untuk bekerja sama dengannya. namun Arka tersadar bahwa sedari tadi dirinya di pancing untuk mengungkapkan keberadaan chip itu.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya?" Arka marah karena sifat orang tersebut tidak begitu jauh dengan dirinya maupun Arya.