Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season2) Hari pernikahan 2


__ADS_3

Tidak hanya Rudolf. Hal yang sama juga terjadi pada Kai. Mereka kehilangan jejak Zen dan Raphael. Saat itu Rudolf hendak menelpon Kai, namun ada satu mobil berwarna merah melaju dengan kecepatan tinggi melewatinya.


Nampaknya mobil itu juga hendak ke arah gedung dimana Aya dan Mikael menikah. Namun setelah dingat-ingat ternyata orang yang baru saja melewatinya itu adalah Angga Dirgantara.


Beruntung Rudolf yang sedang menelpon Kai itu Telponnya segera diangkat oleh Kai. "Hallo, Kai!" Sahut Rudolf terburu-buru kembali mengendarai mobilnya.


"Ada apa? Apa kau kehilangan Zen?" Kai nelpon dari luar mobilnya sambil menghadang jalan pintas yang sebelumnya ia lewati.


"Andreas Dominguez, maksudku kakak mu. Sekarang sedang menuju ke pernikahan Mikael." Rudolf berbicara terburu-buru. "Apa kau masih menghadang disana?" Seketika setelah ucapan Rudolf yang terakhir itu tidak ada suara telpon apapun lagi dari Kai.


Disisi lain Kai yang bersiap seperti apa yang dikatakan oleh Rudolf. namun Angga tidak kunjung datang melewati Kai di jalanan itu.


Bukan hanya itu bahkan Zen pun tidak melewatinya sama sekali. setelah sekian lama menunggu ia hanya mendapati mobil Rudolf yang menghampirinya.


"Bagaimana?"


"Seperti yang kau lihat, mereka berdua tidak satupun ada yang lewat."


"Jika itu Zen mereka memilih untuk kabur, sedangkan Angga Dirgantara kurasa dia tidak mungkin tidak melewati jalan ini."


Apa yang dikatakan oleh Rudolf dibenarkan oleh Kai, mustahil berbelok di jalan lurus seperti jalan ini, kecuali jika Rudolf hanya berkhayal saja.


"Kurasa kau bisa menemui adikmu sekarang, biarkan urusan ini aku yang menanganinya saja."


"Kau yakin?"


"Aku yakin."

__ADS_1


"Tapi maaf aku masih belum bisa mempercayai mu sepenuhnya."


"Ayolah apa kau tidak ingin melihat hati bahagia adikmu?"


"Tentu saja, aku mau."


"Bagaimana kalau begini kau pergi kesana dan berkah alah disana, walau disana sudah banyak orang-orang Mikael dan Giovanni, tapi mereka tidak sebanding dengan Andreas Dominguez salah satu mafia besar dunia."


"Baiklah, aku setuju denganmu. Kuharap kau tidak kehilangan Zen lagi. Karena dendam ku padanya masih belum terasa."


Kai pun pergi menggunakan mobilnya, langsung bergegas melesat membelah langit kota dengan berkendara sangat cepat untuk segera sampai di pernikahan Aya dan Mikael.


Sedangkan Rudolf yang ditinggal sendirian oleh Kai itu, sedang memikirkan sebuah cara, kalau kalau ia tiba-tiba bertemu dengan Angga Dirgantara.


Tidak butuh waktu begitu lama Kai sudah sampai di gedung pernikahan Aya dan Mikael. Namun orang yang masuk harus memiliki Sebuah undangan pernikahan yang berbentuk kartu seperti Kartu ATM, apabila di gésék atau scan menggunakan ponsel muncul sebuah hologram undangan pernikahan yang sesungguhnya.


Di desain sangat indah dan Canggih bersama musik halus nan lembut yang seolah-olah menunjukan cinta suci dari pernikahan yang terjalin. Deretan hologram yang unik itu menampilkan beberapa gambar disertai tulisan-tulisan yang sangat unik.


Kai tidak memiliki kartu undangan itu, karena setiap kartu undangan jika di scan dan digesek di depan pintu masuk, akan memunculkan nama dan wajah orang yang diundang dalam pesta itu.


Kai tidak menyangka, bahwa Mikael akan sedetail itu mengundang tamu-tamu undangannya. Bahkan orang tamu undangan yang membawa rekan atau keluarganya discan pupil mata mereka untuk mengetahui identitas mereka.


Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga agar tidak ada satupun orang yang berani mengacau di pesta pernikahannya. namun sayang sekali beruntung Kai bisa masuk dikarenakan Rudolf memberikan kartu undangan miliknya sebelum Kai pergi ke pesta pernikahan Mikael dan Aya itu.


Kai-pun segera masuk dengan meminjam identitas Rudolf. namun orang berjaga didepan pintu masuk itu tidak bisa dibohongi, foto yang muncul agak berbeda dengan wajah Kai saat ini. Walaupun rambut Rudolf dan kai tidak jauh berbeda namun style Kai dan Rudolf sedikit berbeda.


"Orang ini berbeda dengan Tuan Rudolf. Tangkap penipu ini."

__ADS_1


pada awalnya Kai tidak ingin membuat keributan di acara pernikahan adiknya itu, namun tidak disangka bahwa pengawasan untuk masuknya bisa seketat ini.


Beruntung seseorang dari belakang tiba-tiba menepuk pundak Kai. Orang itu mengenal begitu dekat dengan Kai. Bahkan merupakan salah satu orang uang pernah menolong Kai saat insiden kecelakaan itu.


"Kak Malk?" Sahut Kai, saat ia hendak ditangkap oleh para penjaga disana.


"Kau sangat ingin melihat pernikahan adikmu ya?" Malik berbisik tepat di telinga Kai.


"Ya." Kai menjawab singkat disertai anggukan mengiyakan apa yang dikatakan oleh Malik.


"Oke, ikut aku."


Malik maju ke depan untuk membela Kai dihadapan para penjaga di depan pintu masuk itu. "Para Tuan-tuan, orang ini benar-benar kak Rudolf, badannya sedikit kurus karena belakangan ini ia sedang banyak pikiran.


Jika kalian sudah membaca artikel atau majalah, beberapa iklan dan model produk baju tidak menampilkan lagi kak Rudolf sebagai modelnya itu karena kak Rudolf menolak semua tawaran itu.


Jika kalian melapor pada Mikael pun ia pasti akan mengetahuinya dan membiarkan Rudolf untuk masuk. Karena Rudolf merupakan sepupunya."


Malik pun mendekat kearah pandangan Penjaga itu. Wajahnya begitu dekat dan sangat dekat tubuh tinggi Malik hampir menutupi seluruh tubuh salah satu penjaga itu.


"Kami ini keluarga Gumelar juga, berani mengancam kalian akan ku patahkan leher kalian, walau Mikael pemimpinya sekalipun membiarkan keluarganya di permalukan sama saja dengan mencoreng wajahnya._


Malik kembali mundur dan membiarkan kacamatanya. Aura yang sangat mengerikan. Walaupun Malik seorang dokter, tetapi darah mafia masih mengalir dalam tubuhnya sehingga ia tergolong Dokter yang sangat dingin dan berwibawa.


Tidak seperti adiknya Alex dan Guntur. Semua gen unggul yang ada pada Dewi Gumelar dan Satria Dirgantara terlihat jelas padanya. namun keinginan kuatnya untuk memimpin rumah sakit keluarga Rudiantara, menjadikannya melepas nama Gumelar di belakangnya, dan menjadikannya pemimpin rumah sakit terbesar di ibukota.


Para penjaga itu memperbolehkan Kai masuk, lalu mereka menerima kartu undangan dari Malik dan men-Scan nya sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang tamu undangan lainnya.

__ADS_1


Lalu muncul hologram yang menampilkan nama dan foto wajah Malik. Akhirnya penjaga itu memperbolehkan Malik untuk masuk.


Untungnya hari ini Malik tidak membawa istrinya bersamanya, sehingga orang yang mengetahui keberadaan Kai di dalam pesta itu hanya dirinya dan Rudolf sebagai orang yang memberikan identitas miliknya pada Kai Gumelar di pesta itu.


__ADS_2