Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Kematian salah satu petinggi


__ADS_3

Ken masih dalam posisi bingung dengan firasatnya yang mengatakan bahwa orang yang kemarin hampir di tabraknya itu adalah Kai. Bahkan kemiripan wajahnya hampir mendekati seratus persen.


Arka menangkap Ken yang sedang melamun memikirkan orang yang baru saja mereka temukan saat membawa Guntur pergi kerumah sakit. Pria yang mirip sekali dengan foto di daftar nama Mafia kelas dunia.


Arka memutuskan untuk memberi saran pada Ken. "Paman Ken aku bisa mendapatkan data tentang Mafia peringkat tiga itu untuk mu, kau tidak perlu lagi melamun dan memikirkan yang memberatkan otakmu yang kecil itu." Nada Angkuh dari perkataan Arka membuat makna sebenarnya terlihat jelas bahawa ia sedang khawatir pada Ken.


"Kau sungguh bisa melakukannya?" Ken berharap penuh agar dia mendapatkan apa yang Mikael cari selama bertahun-tahun. "Kalau begitu kau kirim juga pada Mikael. Aku akan menelponnya terlebih dahulu.


Ken sedang menelpon Mikael. Arka yang sangat pintar itu langsung mencari data pribadi yang disebutkan dalam web mafia itu sambil mengambil data-data mafia yang lainnya untuk berjaga-jaga jika suatu saat nanti data itu di butuhkan olehnya kapan saja.


Arka mengirim sebagian datanya pada email akun pribadi milik Mikael. Tangan Arka begitu lihai dalam mengetikan sebuah tombol-tombol keyboard yang ada di laptop milik Ken. Sambil menelpon Ken memerhatikan Arka yang begitu serius dalam memerhatikan laptopnya, Ken terkagum-kagum dengan kemampuan seorang bocah Lima tahun yang handal dalam bidang hacker seperti Arka.


Sesaat setelah Mikael mengakhiri telponnya. Ken mendapatkan telpon dari kantor polisi yang berada tidak jauh dari Kantor perusahaan Mikael.


"Hallo selamat pagi, kami dari kepolisian setempat. Menemukan sebuah jasad manusia yang tidak di ketahui identitasnya. Semua barang-barang ia dibawa oleh pria ini menghilang entah kemana, sepertinya pelaku membawa barang pria ini.


Alasan mengapa saya menelpon bapak adalah kamu menemukan sehelai kertas yang bertuliskan alamat dari kantor AnggelTech dan AngerFarmasi. Saya hanya memastikan untuk bapak berkenan melihat wajah jasad pria ini."


Suasana berubah menjadi mencekam, Arya yang baru saja masuk ke ruangan itu sama-sama merasakan sebuah Aura yang tidak baik dan firasat bur uk yang akan segera datang.

__ADS_1


"Baiklah pa saya akan segera kesana." Ken dengan terburu-buru pergi ke kantor polisi itu. Begitupun dengan Arya dan Arka yang ingin sekali ikut bersama Ken.


Begitu sampai semuanya sudah ramai, banyak polisi dan Ambulan yang sudah datang ke tempat lokasi. Ken masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ia memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Sedangkan Arya dan Arka meminta untuk di turun lebih dahulu di sana.


Ada sebuah garis polisi yang dekat sekali dengan kantor polisi itu. Para detektif sedang mrencari jejak petunjuk untuk mengungkap motif pembunuhan yang terjadi pada seorang pria tua, yang terlihat berasal dari keluarga yang sangat kaya.


Setelah di turunkan Arya dan Arka langsung berjalan dengan santai menuju TKP untuk melihat apa yang terjadi sesungguhnya. Mereka menembus keramaian orang-orang itu dengan mudah karena tubuh mereka yang kecil.


Arya melihat seorang detektif suguhan yang berada tepat di depannya sungguh terpukau. Ia sangat ingin sekali membantu detektif itu. Ia jadi teringat dengan salah komik favoritnya yang menceritakan seorang anak SMA yang menyusut menjadi anak kecil, dan menjadi detektif yang sangat keren.


Ia pun ingin menirukan hal tersebut namun sayang, orang-orang dewasa yang berada di luar garis polisi itu menarik Arya supaya ia tidak boleh dekat-dekat dengan TKP. Arya kecewa berat pada orang dewasa itu. namun satu hal yang membuatnya tidak melawan. karena ia merasakan sesuatu pada tangan orang dewasa itu.


"Paman siapa ketua detektif yang menangani pembunuhan ini?" Arka bertanya dengan santai pada salah satu detektif itu. Semua orang menjadi heboh begitupun dengan Arya yang tidak menyangka Arka begitu berani tanpa berpikir panjang untuk melewati garis polisi.


Ketika orang-orang heboh dengan Arka yang seorang anak kecil yang berani melewati batas polisi dengan seenaknya dan malah bertanya santai pada satu detektif itu, tiba-tiba Ken datang dengan Rio Gumelar.


"Nah, itu ketua kami. Jadi kau tidak boleh mengganggu kami bekerja ya!" Ucap si detektif yang masih pemula itu sambil menunjuk Rio Gumelar yang baru saja datang. Ia tidak tahu bahwa Arka dan Arya sebenarnya datang bersama dengan Ken orang yang bersama Rio yaitu Ken dan ia juga mengenal Rio.


"Bos kecil kenapa kau disini?" Ucap Rio pada Arka yang terlihat angkuh sekali didepan banyak orang.

__ADS_1


Si detektif pemula itu terbelalak kaget begitupun juga dengan Arya. Ia tidak percaya bahwa Arka mengenal detektif yang hebat dan terkenal seperti Rio Gumelar yang sudah memecahkan banyak sekali kasus hal yang seperti ini.


"Dia datang bersamaku Rio." Ken membantu menjawab pertanyaan Rio pada Arka, karena Arka yang angkuh tidak akan melewatkan satu hal pun untuk memanfaatkan seorang anak buah.


Arya pun ingin ikut bergabung bersama dengan mereka, namun orang itu masih menahannya hingga Arya kesal dan menggigit tangan itu agar tidak bisa menghalanginya lagi.


Rio melihat Arya yang mirip persis sekali dengan Arka dan ada beberapa perbedaan yang sangat jelas diantara mereka. Wajah angkuh dan percaya diri yang berlainan dari Arka tampak jelas sekali. Sedangkan Arya lebih menunjukan ekspresi wajah yang dingin dan tenang.


"Bagaimana bisa ini terjadi? Kok bos kecil ada dua?" Rio sengaja bertanya untuk membiarkan Arya memperkenalkan dirinya sendiri tanpa bantuan Ken. Rio mendongak ke wajah Arya yang begitu serius menatapnya.


Namun Ken yang tidak peka itu langsung menjelaskan hal yang tidak ingin Rio dengar dari mulutnya. "Dia adalah kembarannya Arka, namanya adalah Arya." Ken begitu santai tanpa beban mengatakan hal itu.


"Ah begitu ya, ternyata kau bisa membedakan anak kembar ini kupikir kalau aku yang tinggal bersamanya aku akan salah menyangka kedua-duanya karena mereka ini mirip sekali." Ucapan Rio membuat Ken tersadar bagaiman bisa membedakan Arya Dean Arka dengan mudah. Padahal ia belum lama mengenal kedua anak kembar itu.


"Paman detektif yang sangat hebat, begitu jeli dan penuh dengan siasat." Arya yang tiba-tiba bersuara dengan dingin pada Rio pun membuat Rio senang mendengar suara Arya yang begitu memiliki pikiran yang sama dengan Rio.


"Ini semakin menarik. Kalau begitu apa kau mau melihat jasad siapa yang di temukan oleh salah satu warga disini." Suara berat Rio terdengar sangat penuh dengan kebijaksanaan dan juga berwawasan tinggi di mata Arya.


sekilas Info Keluarga Mafia Gumelar

__ADS_1



__ADS_2