Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Penyerangan


__ADS_3

Semalaman Mikael mencari cara agar bisa keluar dari persembunyiannya dan menyerang balik serangan Zen. Melihat Arka yang tertidur lelap di sampingnya memberikan sebuah ide bagaimana caranya, dia bisa keluar dari desa terpencil itu dengan selamat.


Mikael pun menelpon Ken untuk membawakannya sebuah pasukan untuk menyerang balik di titik sebelah timur dari markas Zen. namun sebelum itu Ken diminta untuk menjemput Mikael di jalan raya perbatasan kota.


Fajar mulai menyingsing Mikael bersiap dengan menggenakan pakaian compang camping menyerupai warga yang ada di desa itu, Arka juga melakukan hal yang sama. Mereka berjalan kaki dari desa itu menuju jalan besar yang mengarah ke ibu kota.


Banyak sekali mafia yang berkeliaran di sana, Mikael tidak bisa muncul secara terang-terangan, akhirnya Mikael kembali dan memikirkan cara lain untuk keluar dan pergi ke perbatasan menemui Ken.


Mikael pun melihat ada seorang pria paruh baya tukang sampah yang sedang membawa gerobak besar. Mikael mendekati pria paruh baya itu untuk membantunya keluar dari desa menggunakan gerobak yang dibawanya. Pada awalnya pria paruh baya itu menolaknya


Setelah melihat Arka yang sedang bersikap sok imut dan penuh dikasihani itu membuat hati pria itu luluh dan memberikan tumpangan gratis pada Mikael. Mereka berdua pun masuk kedalam gerobak itu. Sedangkan pria paruh baya itu menarik gerobaknya. Hingga di jalan Besar tidak banyak orang yang mencurigai pria paruh baya itu, sehingga mereka dapat melewatinya cara dengan mudah.


Mikael tidak tega mesti melihat pria paruh baya itu menariknya menggunakan gerobak itu, sehingga ia memutuskan untuk berhenti di tempat yang sepi. Karena takut ponselnya bisa dilacak oleh para mafianya Zen. Mikael menghidupkan jam pintarnya untuk memberitahukan posisi Mikael pada Ken.


Mikael sangat berterimakasih pada pria paruh baya yang telah menolongnya itu, ia pun memberikan sejumlah uang uang sangat banyak untuk pria itu. Namun naas ketika pria itu menerima uang dari Mikael seorang mafia menembaknya tepat di kepalanya. sehingga membuat pria itu ambruk dan mengeluarkan banyak darah dari kepalanya.


Arka yang ketakutan itu memilih bersembunyi di balik Mikael, sedangkan Mikael menyuruh Arka untuk masuk kembali ke dalam gerobak itu. Mikael membalas serangannya dengan pistol miliknya sambil berlindung di balik gerobak. namun jumlah mereka sangat banyak sekali.

__ADS_1


Mikael kewalahan, pelurunya hampir habis. Mikael pun mendengar suara mobil Ken. Mikael segera keluar melihat keadaan, ternyata benar Ken datang sendirian menjemput Mikael. tanpa di sadari Mikael, Ken ternyata tidak datang sendirian. Semua anggota mafianya sudah datang menjemputnya.


Ken pun turun melihat Mikael yang sedang menyamar itu dan membukakan mobilnya untuk mempersilahkan Mikael dan Arka segera masuk kedalam mobil miliknya. Sedangkan yang lainnya bersiap menyerang. Ken menyuruh Mikael mengganti pistolnya dan mengisi ulang pelurunya. Dengan kemampuan tembak Mikael yang hebat, bersama anggota mafianya. mereka dapat memukul mundur anggota mafianya Zen.


Sehingga mereka berhasil keluar dengan selamat, tanpa luka. Mikael menyuruh anggota mafianya yang masih di belakang untuk mengurusi mayat pria paruh baya yang menolongnya tadi dan memberikan orang kompensasi terhadap keluarganya.


Arka yang seorang bocah berumur lima tahun itu melihat kejadian yang begitu mengerikan itu membuatnya menjadi mual. Sepertinya dia juga akan terkena demam karena rasa ketakutan yang mendalamnya itu. Mikael mencoba memeluk Arka, menenangkannya. "Bayangkan kalau tadi itu Arka sedang bermain perang di ponsel" Walaupun begitu Arka tetap tidak tenang. Sampai akhirnya Mikael mendapat telpon dari kediaman keluarga Gumelar. Bahwa neneknya juga di serang.


Mikael menyuruh Ken untuk segera berkendara kearah rumah kediaman Gumelar. Namun sayang jalanan tiba-tiba saja macet ketika mereka hendak kembali ke ibukota. Jaraknya lumayan jauh membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai ketika mobil dalam keadaan kecepatan maksimal.


Akhirnya Mikael memutuskan untuk menyuruh penjagaan berfokus pada Kediaman keluarga Gumelar. Semua penjaga langsung bergerak menuju rumah itu. termasuk penjagaan yang berada di villa dimana tempat Aya berada sebagian besarnya langsung bergegas ke kediaman keluarga Gumelar.


Arya yang hidup mandiri, dan terlihat lebih dewasa dari Arka. Tidak pernah lelah membantu Tora untuk menjaga toko peliharaannya. Ia begitu disegani oleh setiap pembeli karena wajah manisnya itu. Arya tidak pernah melewatkan senyumnya ketika ada seorang pembeli yang menyapanya.


Pukul tiga sore waktunya toko peliharaannya tutup. Arya selalu meminta izin pada Tora untuk bermain dengan temannya. Tora tidak tahu kalau sebenarnya temannya Arya adalah seorang nenek tua yang pernah mengunjungi toko peliharaan.


Dengan tabungan yang dimiliki Arya, dan beberapa uang pemberian dari Tora. Arya berhasil membeli sebuah sepeda yang kini ia gunakan untuk pergi kerumah temannya yang jaraknya cukup jauh jika berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai di kastil nenek tua itu.

__ADS_1


Arya Sampai dengan tenang, penjaga dirumah itu sudah begitu mengenal Arya yang sering berkunjung ke sana. Para penjaga dengan suka rela membukakan pintu untuk Arya.


Arya pun masuk bersama sepedanya itu. lalu memarkirkannya di dekat sebuah taman. Arya sering bermain bersama nenek itu dan juga peliharaannya yang dulu pernah di temukan Arya.


Ketika sedang asyik bermain tiba-tiba terdengar suara tembakan di luar kastil itu. Arya pun mengecek keadaannya keluar, tetapi nenek tidak mengizinkannya karena terlalu berbahaya dengan tubuh gesitnya, Arya tetap melihat keadaan di luar. Ternyata beberapa penjaga sudah tumbang berada di balik gerbang itu.


Arya langsung bergegas lari dan membawa nenek itu pergi masuk kedalam untuk ia lindungi. Arya menyuruh salah satu pelayan untuk menggendong nenek itu masuk karena tubuh Arya yang kecil tidak mampu untuk menggendong nenek itu.


Setelah berhasil mengamankan nenek itu di kamarnya di luasnya kastil itu Arya berteriak seolah-olah dia adalah pemimpin keluarga Gumelar. Ia mengumpulkan pelayan serta penjaga yang ada di dalam rumah itu. Tidak butuh waktu lama Arya sudah memikirkan strategi pertahanan untuk menjaga kastil itu.


Arya membagi pasukan menjadi 3 unit pasukan. karena total orang yang tersisa di dalm rumah itu hanya lima puluh orang saja sedangkan di luar Arya tidak tau berapa musuhnya itu bergerak. Arya memutuskan seseorang untuk menghitung jumlahnya.


Terdapat hitungan kasar yang di buat salah satu pelayan itu sekitar seratus orang yang artinya dua kali lipat dari jumlah pasukan yang tersisa. Arya melanjutkan pembagian tiga unit tersebut.


Unit pertama. Pelayan wanita. mereka di tugaskan untuk menggunakan barang yang ada sebagai pertahanan dan membuat banyak jembakkan dari barang-barang tersebut. Arya membaginya lagi per wilayah sesuai dengan wilayah yang pernah ia lewati dan kelilingi ketika bermain atau saat pertama kali ia menjadi detektif.


Arah jebakan berdasarkan pengamatan Arya untuk mengurangi jumlah pasukan mafia itu ia membuat tiga titik jembakkan, yang pertama ia lakukan di pintu utama dan pintu belakang, sisanya berada di tengah rumah itu.

__ADS_1


Unit kedua. Untuk pelayan pria. mereka ditugaskan untuk melancarkan serangan secara sembunyi-sembunyi, karena Arya memutuskan untuk mematikan seluruh listrik rumah ketika jebakan itu berhasil di luncurkan. Menjadikanya sebuah keuntungan besar karena mengetahui letak jebakan yang di pasangkan.


Para pelayan itu akan menyerang sesuai dengan jebakan yang dipasangkan. Ketika jebakan itu habis para pelayan di haruskan bersembunyi di tempat terdekat yang diharapkan bisa bersembunyi dengan benar dan tidak ketahuan.


__ADS_2