Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Anak-anak Nakal


__ADS_3

Setelah Mikael menghidangkan hasil masakannya itu ke atas meja makan. Mikael melihat siapa orang yang datang padanya pagi-pagi sekali di akhir pekannya. Mikael pun berjalan ke arah pintu apartemennya, melalui monitornya ia bisa melihat siapa orang yang datang berkunjung padanya.


“Gio? Ada apa? Apa kau mau menjemput adikmu?” Mikael dengan tegasnya menanyakan apa maksud Gio menemuinya di akhir pekannya ini.


“Bukankah aku sudah mengirimimu pesan?” Giovanni pun menjawab.


“Pesan?”  Mikael memandang Arka yang tampaknya tidak mengetahui apapun soal itu, 


Namun beberapa saat ketika Arya kembali dari kamarnya. Ia mendapati Mikael yang tidak ada di dapur, sehingga ia pun sontak teringat dengan sosok Giovanni yang akan pergi menjemputnya hari ini.


Segera setelah Arya mendapati Mikael dan Arka yang berdiri di depan itu pun menyusul mereka dan melihat siapa orang yang datang bertamu itu.


“Siapa yang datang?” Arya bertanya penasaran siapa yang datang bertamu pagi hari ini.


“Paman Gio.” Arka menjawab pertanyaan yang Arya lontarkan.


“Oh paman Gio kenapa kalian tidak mengizinkannya masuk?” Arya berpura-pura layaknya tidak ada yang terjadi sesuatu.


“Papa bos ternyata ini ulahnya Arya!” Arka dengan cepat melihat gerak-gerik Arya itu langsung melaporkan apa yang dilakukan oleh Arya.


“Apa yang kau  katakan Arka?” Arya beralasan, namun bola matanya tidak berani melihat Arka yang sedang berbicara dengannya itu benar-benar mencurigai Arya pelaku yang sebenarnya.


“Tadi aku melihatmu membawa ponsel papa bos dan membukakan ponselnya dengan meminjam jari papa bos.” Arka memberikan alasan yang kuat untuk Arya mengaku akan perbuatannya itu.


“Baiklah-baiklah, ponselku kan rusak jadi aku tidak bisa memberikan nomor ponselku padanya." Keluh Arya karena ponsel miliknya rusak karena beberapa hari lalu saat kejadian hati itu.

__ADS_1


"Gio masuklah!" Mikael pun membukakan pintu untuk Gio melihat Arya yang nampaknya bosan tanpa ponselnya itu.


"Benarkah, kau memperbolehkan Paman Giovanni masuk?" Arya tidak percaya dengan Mikael yang dengan mudah mengizinkan Gio untuk masuk.


"Kau yang mengundangnya, lagian kalau aku tidak membiarkannya masuk adiknya pasti akan mengong-gong seperti anjing liar."


"Adik? Bukankah Paman Rio hanya sepupu Paman Giovanni?" Arka yang mengetahui segalanya itu penasaran mengapa Mikael terus mengatakan Rio adalah adik dari Giovanni.


"Arka, Kaukan serba tahu. Bagaimana jika kau mencarinya sendiri."


Arka masih bingung, namun Arya begitu Mikael mengatakannya ia langsung paham dengan apa yang dibicarakannya. Karena sebelumnya ia melihat tulisan nama pemilik nomor Rio saat di ponsel Geo bertuliskan 'Anak Tiri' pasti ada kaitan diantaranya.


Mikael pun membiarkan Giovanni masuk dalam Apartemennya. Arya senang sekali, jika meminta izin dengan kemampuannya memasang wajah polos mungkin bisa mendapatkan izin dari Mikael untuk bermain dengan Geo menurut isi kepalanya.


Karena Mikael sudah memasak makanan, ia pun membawa Gio ke ruang makan mereka. Disana sudah ada banyak hasil masakan Mikael untuk sarapan anak-anak dan Aya yang masih tertidur didalam kamar.


"Aku dan Arya pada saat itu berjanji untuk mengajaknya bertemu Geo, dan hari ini aku dan Gio akan pergi ke tempat Bowling, aku berencana untuk mengajak Arya ikut bersama kami." Gio meminta izin pada Mikael untuk mengizinkannya membawa Arya bermain bersama dua bersaudara itu.


"Ternyata kau sudah berbaikan dengannya ya, tapi aku harap kau jangan melalaikan tugasmu untuk mengawasinya. Satu lagi meminta izinlah pada Aya." Mikael pun dengan tenang sambil memakan sarapannya, menyuruh Arya meminta izin pada Aya secara tidak langsung.


"Papa bos apa aku juga boleh ikut?" Arka merengek ingin ikut bersama Arya.


"Kau tanya Paman itu dan ibumu dulu." Mikael mulai terganggu ketenangannya saat Arka juga ingin ikut bersama Gio.


Arka langsung turun dari meja makannya dan berlari menuju kamarnya untuk meminta izin pada Aya karena ia ingin sekali berlibur diluar rumah sesekali.

__ADS_1


"Gio! Jika kalian bertengkar saat kalian bermain dan anak-anak terkena dampak pertengkaran kalian jangan harap kau dan kakakmu untuk hidup sebagai keluarga Gumelar lagi." Mata Mikael menahan aura yang tajam pada Gio itu benar-benar sangat mengerikan.


...****************...


"Arya, Kau sudah bertemu dengan Paman Geo?"


Arka yang tidak bisa duduk dengan tenang di jok mobil belakang itu pun berdiri kedepan dengan memegang dua jol di paling depan dengan mencondongkan badannya dan kepalanya, bertanya pada Arya yang duduk di jok mobil di paling depan.


"Bukannya aku sudah menceritakan semuanya padamu?" Arya kesal dengan Arka yang benar-benar tidak bisa diam itu.


"Anak-anak kalian terlihat sangat mirip sekali, jika kalian bersama dengan Mikael mungkin aku mengira kalian adalah kembar tiga." Giovanni tidak bisa menyebutkan nama Arya dan Arka karena mereka yang merupakan seorang kembar yang identik.


"Paman lihat! Aku punya cincin ajaib dari Paman Ken! Kau tidak akan tertukar jika melihat cincin milikku." Arka memamerkan sebuah cincin yang memiliki pola yang sangat unik dan terlihat sangat cocok dengannya.


Giovanni terbelalak kaget melihat Arka menyombongkan cincin keluarga yang Arka gunakan, sebelumnya Gio tidak pernah menyadarinya jika Arka menggunakannya sejelas itu.


"Paman ken yang memberikannya pada mu?" Giovanni bertanya pada Arka untuk memastikan kembali bahwa ia tidak salah mendengarnya.


""Betul, seperti saat pertemuan para petinggi itu Paman Ken memakaikannya padaku, katanya ini adalah cincinnya yang ia pakai saat kecil."


Giovanni tidak menyangka bahwa ken member8kan cincin penerus itu pada Arka dan bukan Arya, masih berkata berbohong bahwa cincin itu adalah miliknya saat kecil. Dalam isi kepala Giovanni sungguh tidak tenang apa lagi mungkin saat bertemu dengan Geo, yang sangat membenci keluarga utama itu mungkin bisa melakukan sesuatu pada Arya atau Arka.


"Apakah kau bisa melepasnya saat kita sampai nanti?" Giovanni berusaha membujuk Arka agar tidak menggunakan cincin itu saat bertemu dengan Geo nanti.


"Tidak bisa, ia adalah janji suci yang aku janjikan dengan Paman Ken, lagian Paman juga memakai cincin yang sama denganku." Arka yang polos itu tidak tahu bencana apa yang akan datang kepadanya jika ia menggunakan cincin itu saat bertemu dengan Geo.

__ADS_1


"Kau lepas saja! Cincinnya jelek sekali." Arya menimpali Arka si anak sombong itu.


"Kalau aku lepas bagaimana mereka bisa membedakan kita berdua? Aku bertaruh paman eskrim dekat apartemen ibu dulu bahkan masih belum bisa membedakan kita dengan baik." Arka memberikan alasan yang sangat logis untuk tetap memakai cincin penerus kepala Keluarga itu.


__ADS_2