
Suasana berubah menjadi getir. Lantai licin mengkilap berwarna coklat muda memantulkan cerminan para orang-orang di tempat ruangan permainan bola bowling.
Hawa yang begitu menegangkan. Sekitar sepuluh orang ditambah empat orang yang harus dilindungi dengan total empat belas orang, harus melawan sekitar tiga puluh orang dalam ruangan itu.
Entah bagaimana mereka masuk, namun Arya curiga bahwa ada sebuah ruangan rahasia di balik ruangan VIP yang dipesan oleh Giovanni.
Suara langkah kaki sepatu kulit yang berat itu terdengar, seseorang sedang berjalan kedepan menembus para kerumunan orang bersenjata yang hendak membunuh Arya dan Arka.
"Hehehe, tidak menyangka Tuan muda Geo sekarang berubah haluan. Bukan hanya para petinggi yang menghadiri rapat saat itu, tetapi kini hampir semua keluarga Gumelar berpihak pada Mikael si Kepala keluarga yang tidak kompeten itu.
Dia bukan pewaris sesungguhnya, seharusnya Tuan muda Rudolf yang menjadi kepala keluarga sekarang, setelah apa yang dilakukan oleh Raphael yang membantai sebagian keluarga kita. Kau masih saja menganggap hal itu adalah hal wajar kah?"
Orang dengan menggunakan kacamata hitam, berjas hijau tua dengan sedikit pola macan tutul di sebelah bahunya. Rambut hitam khas keluarga Gumelar tertata rapih dengan sedikit penggunaan minyak rambut agar terlihat berkilau.
Pria yang begitu bergaya itu, tingginya sekitar sebahu Mikael, karena nampaknya pria dibalik penampilan kerennya itu adalah seorang kakek berusia tujuh puluh tahunan lebih, namun tubuhnya tampak lebih sehat bugar dibandingkan dengan para lansia umumnya.
Tongkat kayu yang menjadi kaki ketiganya itu nampaknya sudah menjadi teman setianya yang selalu ia bawa kemanapun.
Sebelumnya Geo sudah menduganya bahwa, saat Mikael menggunakan anak-anaknya seperti ini hal ini akan terjadi. Itulah mengapa dirinya setelah mengantarkan Arya ia ingin bertindak menyusun rencana untuk menjebak pria tua itu.
Geo menggertak-kan giginya, sepertinya semua persiapan yang dilakukannya tidak berpengaruh apapun terhadapnya. Bryan yang berkolusi dengan Raphael dan sekarang pemimpin keluarga bagian tengah menyiapkan pemberontakan terhadap keluarga utama.
Arka tiba-tiba membuka mulutnya. Ia hendak mengucapkan sesuatu hal tidak terduga, namun Geo melihat gerakan Arka dan segera menutup mulutnya agar tidak memperkeruh keadaan. Karena yang lebih baik saat ini adalah diam.
__ADS_1
Arka tidak menyerah begitu saja ia menggigit dengan keras tangan Geo, sehingga Geo kesakitan dan menurunkan Arka dari pangkuannya.
"Kakek Tua! Aku sangat penasaran kacamata hitam mu itu bisa membuatmu melihat dengan jelas atau tidak?" Arka tanpa sedikitpun keraguan dia mengucapkan hal yang langsung tepat mengenainya. "Ini didalam ruangan bukan diluar kau masih menggunakan kacamatamu itu?"
"Paman Geo aku perlu bantuan mu, aku akan segera menelpon papa bos dan paman Rio." Arka menyentuh bagian ujung baju Geo dan berbisik pelan untuk mengatakan kerja samanya.
Arka pun melirik pada Arya dengan kontak batin milik mereka Arya langsung mengangguk mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Arka.
"Kakek Reino, yang dikatakan oleh Arka benar, diusia senja untuk melihat pun pastinya sulit bagimu. Kenapa kau memakai kacamata hitam dalam ruangan." Geo mengikuti gaya bicara Arka yang begitu angkuh itu.
Ternyata pria tua dengan style fashion yang sangat bagus itu ternyata adalah Reino Gumelar orang yang memegang perusahaan Baju branded dan Industri hiburan.
"Kalian berdua mengomentari kacamata ku atau penampilanku? tapi keduanya pun sama-sama tidak ada gunanya, Apakah kalian sangat senggang sampai masih bisa melakukan penjurian terhadap fashion ku." Sambil menekan tongkat kayunya dengan kedua tangannya Reino tampak geram dengan perlakuan Arka dan Geo terhadapnya.
"Hehehe, siapapun pasti mengetahui itu tapi tidak menyangka anak-anak nakal seperti kalian mengetahui ku." Reino tertawa dengan angkuhnya berusaha membanggakan kemampuan dan prestasi yang dimilikinya.
Giovanni diam-diam menghubungi anak buahnya, namun ketika itu juga tiba-tiba..
DORRR!! Tembakan keras hampir mengenai Giovanni.
Geo terkejut setengah mati dengan apa yang tiba-tiba dilakukan oleh kakek Tua itu.
"APA YANG KAU LAKUKAN KAKEK TUA?" Teriak Geo yang sangat marah sampai urat didaerah kepalanya itu keluar melihat tindakan yang dilakukan Reino.
__ADS_1
"Apa kau pikir aku bodoh? Adikmu berusaha memanggil anak buahnya, kau pikir aku tidak mengetahuinya?" Giovanni tersentak karena tebakan Pria tua itu benar, sebenarnya ia hendak menelpon para anak buahnya kemari.
"Sudah cukup kau berdalih, kau sudah memisahkan ku dengan Rio saat ia masih kecil sekarang kau masih mau membunuh adik ku yang lain?"
Geo benar-benar kesal dengan perlakuan Reino yang semaunya itu hanya karena dia adalah satu-satunya orang yang sudah lama hidup dan masih bisa hidup bertahan sampai sekarang.
Rio yang merupakan anak bungsu dari Zaidan Gumelar dan Bella Chen itu, harus dipisahkan karena melihat Rio yang memiliki potensi besar dalam bakatnya itu. Reino mengubah status Rio menjadi cucunya dan menjadikan sebagai anak dari Galih Gumelar agar ia bisa mengendalikannya sepenuhnya.
Namun nampaknya impiannya itu hanya sebuah hal yang sia-sia ketika Rio lebih memilih masuk ke sektor kepolisian yang keberadaannya sangat berlawanan dengan keluarga Mafia sepertinya.
"Pfftt.., kau anak muda tidak tahu masalah yang terjadi sebelumnya. Aku dan adikku Andi Gumelar yang naif itu melakukan sebuah pertaruhan di masa kecil dan yang kalah akan menyerahkan apa yang ia punya sebagai gantinya.
Namun saat itu aku belum kepikiran apa yang harus aku minta dari Andi. Kebetulan ketika ia sakit aku melihat potensi Rio yang sangat cerdas dan berbakat tidak jauh Seperti Mikael, namun masih belum cukup untuk dibandingkan dengannya.
Maka saat itu aku meminta Rio untuk menjadi cucuku dan ia mengabulkannya. Dengan Alasan Galih anakku yang sudah sepuluh tahun menikah itu tidak di karuniai seorang anak satupun.
Aku tidak menyangka adikku yang bodoh itu bisa merasa iba dan memberikan satu cucunya untukku. Jadi sudah jelas bukan Kakek mu lah yang tidak terlalu memperdulikan kalian sebagai cucunya."
Reino bercerita panjang lebar, namun Arya berhasil menganalisa semua ucapan yang penuh kepalsuan dari mulut Reino itu.
"Hehe, kau tadi bilang kalau Kakek Paman Geo sedang sakit bukan? Kalau begitu, Paman Geo! Paman Giovanni! Apakah kalian tahu apa penyakit Kakek kalian saat meninggal?" Arya bertanya pada Geo dan Giovanni untuk memastikan kebenaran analisisnya.
"Kakek terkena sebuah penyakit pernafasan, bahkan untuk bicara pun ia kesulitan." Setelah mengingat penyakit itu mereka berdua tersadarkan.
__ADS_1