
***
"Jadi bagaimana Edward?" Tanya Mikael yang sedang terduduk di ruang tamu bersama Edward Dirgantara dan Satria Rudyantara.
"Jujur, aku sangat berterimakasih padamu yang sudah menolongku dan memberikanku tempat berlindung yang aman di keluarga ini. tapi jujur masalah ini sangat serius, informasi tentang Angga Gumelar adalah hal yang sangat tabu bagi keluarga Dirgantara yang sekarang.
Aku tidak bisa memberitahumu secara keseluruhan, Angga Dirgantara sudah di turunkan dari kepala keluarga Dirgantara, sekarang ia berpindah kewarganegaraan dan memburu semua keluarga Dirgantara terutama keluarga utama."
"Mikael, walaupun Paman tidak mengerti cara kerja kalian para mafia. tapi Paman mengerti sekali apa yang dialami oleh Edward. Kemarin Paman menangani pasien yang bernama Dustin Dirgantara, kebetulan Edward dan Paman yang menemukan pria itu sedang sekarat diterowongan jalan menuju rumah sakit.
Satu kalimat sebelum ia krisis dan koma sampai saat ini adalah hati-hati Angga. Awalnya Paman tidak tahu, namun melihat wajah Edward yang terbelalak seperti itu Paman yakin apa yang dilakukan oleh Angga dirgantara tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh Raphael saat itu."
"Tuan besar benar, Angga Dirgantara sudah benar-benar gila. Bahkan Dustin di buat setengah mati didalam terowongan yang jarang di lewati siapapun. Aku yakin ia sengaja melakukannya agar Dustin merasakan kematiannya secara perlahan."
"Sebenarnya belum lama ini akupun memiliki firasat yang sama tentang Angga Dirgantara. Terutama dilihat dari kasus Kai yang meninggal hampir enam tahun yang lalu. Kini sosoknya muncul belum lama ini.
Aku merasa bahwa kedua kakaknya Aya ini, sudah memiliki skenario dari semua kejadian kecelakaan itu. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa penyebab utama kecelakaan itu memang disebabkan oleh keluarga Ardinata."
"Salah, semua kejadian kecelakaan itu real sebuah kecelakaan."
"Bagaimana kau tahu?"
"Saat penyerangan besar-besaran oleh para mafia busuk itu pada keluarga kami, Kai dan Angga demi bisa melepas jabatannya sebagai kepala keluarga mereka membuat senjata mematikan. Sebuah chip yang bisa meretas sistem keamanan negara bahkan stasiun luar angkasa NASA.
__ADS_1
Namun satu ada lagi senjata mematikan yang tidak diketahui banyak oleh kami. Ciptaan Angga yang tidak pernah disebar luaskan. namun informasi itu tiba-tiba bocor oleh seseorang.
Hal itu menyebabkan alasan para mafia busuk itu bahkan hanya membalas dendam saja pada keluarga dirgantara, tetapi mereka menjadi berambisi untuk mendapatkan senjata itu. Keadaan semakin buruk sejak saat itu.
Indra dirgantara tidak bisa berbuat apapun, ia melepaskan jabatannya setelah kehilangan kedua istrinya dengan beralasan ingin hidup dengan damai bersama anak-anak, namun tentu saja membuat semua keluarga frustasi tidak bisa menangani semua penyerangan yang terjadi.
Bahkan Indra Dirgantara tidak sadar bahwa anaknya sendiri Aya Dirgantara dimanfaatkan oleh keluarga Ardinata. Semuanya frustasi tidak ada pemimpin yang bisa mengatasi permasalahan ini.
Ayahku akhirnya maju sebagai pemimpin keluarga namun tidak sampai satu hari ia dikalahkan oleh keluarga Ardinata. Jujur aku sangat marah pada Aya dan Indra serta anak-anaknya yang lain. Itu membuatku frustasi.
Tetapi bukan hanya aku saja yang frustasi saat itu, sebelum pernikahan Aya di gelar keluarga Dirgantara yang lain membunuh Indra Dirgantara untuk mengancam Angga Dirgantara agar mau mengisi kekosongan posisi kepala keluarga saat itu.
Namun tidak disangka bahwa apa yang kami lakukan itu terlalu berlebihan padanya akibat dari ke putus adaan kami. Sampai kecelakaan yang dibuat oleh keluarga Ardinata saat pernikahan itu terjadi. Tentu saja saat pernikahan adalah saat yang tepat bagi mereka untuk menyerang karena pengawasan dari kami sendiri sedang berkurang.
"Bukankah kau bilang padaku saat itu kau diserang oleh keluarga Ardinata?" Mikael menatap dengan penasaran pada Edward Dirgantara.
"Memang karena apa bedanya, jika tidak ada serangan dari keluarga Ardinata kemungkinan kejadiannya tidak akan separah ini."
"Jika kau masih penasaran dengan keberadaan monster itu, kau bisa mengetahuinya dengan menanyakannya langsung pada Layla Dirgantara. Sekarang ia berada dirumah bordil, tetapi hati-hati dengannya dia itu adalah rubah, sulit sekali mengendalikannya."
"Paman tidak menyangka keluarga yang dulunya kaya raya itu ternyata merupakan salah satu dari mafia juga. Aku pernah bertemu dengan Indra Gumelar satu kali yaitu saat ia memberikan sebuah donasi besar-besaran untuk rumah sakit. Kupikir dia adalah pemimpin perusahan yang baik dan bijaksana.
Kurasa sedikit keegoisannya berakhir membuat semua keluarga yang membesarkannya hancur. tapi aku juga tidak bisa memutuskan bahwa Indra Dirgantara itu salah sepenuhnya pasti ada penyebab lain yang membuatnya seperti itu."
__ADS_1
"Kalian sedang apa?" tiba-tiba Dewi Gumelar datang di tengah pembicaraan mereka. "Sarapan akan segera siap, kalian harus segera pergi ke ruang makan sebelum kanannya menjadi dingin."
Perkataan Dewi mengakhiri semua pembicaraan antara Mikael dan Edward Dirgantara. Akhirnya Mikael mengetahui semua kejadian yang terjadi di keluarga dirgantara dari berbagai sudut pandang keluarga Dirgantara.
Semuanya memiliki kesimpulan yang sama kehancuran keluarga Dirgantara oleh Indra Dirgantara yang mundur dari posisinya sebagai kepala keluarga. Namun mundur dari posisi keluarga bukanlah perkara yang sepele bagi semua kepemimpinan di dalam keluarga Mafia.
Semua keluarga pun berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan mereka, namun satu hal yang mereka lupakan adalah Aya.
"Mikael, bagaimana dengan Aya?" Dewi pun bertanya pada Mikael untuk mengetahui keadaan Aya. "Apa demamnya semalam sudah sembuh?" Tanya Dewi membuat Mikael sedikit gelagapan saat menjawabnya.
Wajah Mikael sedikit merona ia, namun ia berhasil mengontrol wajahnya itu. "Ah, emm itu Aya sepertinya sudah sedikit baikan."
"Baiklah, kalau begitu mba yu tolong panggilkan Aya kemari untuk sarapan ya."
"Baik nyoya."
Pelayan itu pun pergi mentdengar perintah dari Dewi. "Mba yu jangan lupa untuk memberi Aya baju ganti, semalam demamnya membuat bajunya penuh dengan keringat."
"Apa separah itu Mikael? Kenapa kau tidak memanggil bibi untuk membantumu merawat Aya?"
"Tidak bibi, aku masih bisa mengatasinya sendiri." dalam hati Mikael sedikit resah tentang apa yang ia lakukan pada Aya semalam. "(Apakah aku terlalu berlebihan semalam? tapi aku tidak suka mendengar dari mulutnya itu kata menggantikan Kai. walau bagaimanapun sifat diantara keduanya sangat berbeda jauh walaupun pada awalnya memiliki kesan yang sama.
Seharusnya dia tidak bilang seperti itu, seharunya ia mengatakan seperti apa yang biasanya wanita-wanita katakan, agar melihatnya sebagai wanita bukan sebuah pengganti atau barang. Dasar cewek bodoh)."
__ADS_1
"Mikael kenapa kau tersenyum seperti itu, membuatku merinding saja" Ujar Guntur yang mendapati Mikael yang tiba-tiba tersenyum.