Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season2) Hari pernikahan 3


__ADS_3

Setelah cukup lama Aya memandangi cerminan dirinya melewati cermin meja rias itu. Satu dari sekian hal yang paling Aya khawatirkan adalah mengenai anak-anaknya.


"Nyoya, pernikahannya akan segera dimulai. Harap nyonya jangan meneteskan air mata atau riasannya akan rusak." Seorang wanita yang sedang merias Aya melihat begitu jelas bagaimana dan Apa yang dipikirkan oleh Aya sekarang. Karena wajah Aya sama sekali tidak bisa berbohong.


"Nyonya, apa tuan ada salah pada nyonya hingga membuat nyoya begitu sedih?" Wanita perias pengantin itu mencoba memahami apa yang dirasakan oleh Aya saat ini untuk mencoba memancingnya menceritakannya, agar lebih lega.


"Tidak ada, aku hanya sedih karena pernikahanku saat ini tidak dihadiri oleh kedua kakakku." Aya beralasan lain, namun yang sebenarnya hal itu juga merupakan salah satu alasan kesedihannya.


"Baik nona, Anda sudah siap. Sebentar lagi acaranya akan segera dimulai." Wanita itu berusaha tersenyum agar Ataupun ikut tersenyum bersamanya.


"Terimakasih, nona." Aya berusaha tersenyum dan berterimakasih pada wanita perias pengantin itu.


"Sama-sama, nyonya. Saya harap anda akan selalu bahagia bersama Tuan." Wanita itu begitu senang melihat Aya tersenyum manis walaupun ia tahu Aya melakukannya secara terpaksa.


Aya pun hendak keluar dari kamar riasnya, namun saat ia hendak keluar ia menemukan sebuah buku novel favoritnya, dimana tokoh Antagonis menjadi panutannya selama ini berada di dekat tas wanita perias pengantin itu.


"Ah, maaf nyonya.., saya memang suka membaca novel ini. Walaupun bukunya sedikit kurang laku di pasaran tetapi ceritanya tidak hambar." Wanita itu menjelaskan mengapa dirinya membawa novel itu pada Aya, saat Aya terkejut melihat novel itu.


"Tidak, apa-apa aku juga suka membaca novel ini." Aya tersadarkan oleh wanita perias pengantin itu. Bahwa karakter antagonis dalam novel itu adalah sosok wanita yang sangat hebat ia tidak gentar, meskipun suaminya bermain licik terhadapnya. Bahkan karakter wanita itu bisa mengendalikan banyak pria jahat di sekitarnya untuk dijadikan sekutu yang menguntungkan.


Aya kembali, tersenyum. Kini Aya berkeyakinan untuk tidak terlalu dimanfaatkan oleh Mikael, tetapi dialah yang memanfaatkan Mikael sepenuhnya. "Ayo kita bermain dengan Levis serius." Dalam hati Aya bertekad untuk menjadi yang terkuat dari yang terkuat.


Seseorang yang menjadi wali Aya pun sudah menunggu cukup lama, Aya tersenyum ketika menggandeng wali palsunya itu. Seperti pernikahan sebelumnya Aya menggunakan wali palsu, karena tidak ada satupun keluarga yang setuju pernikahannya dengan Zen.

__ADS_1


Seorang pelayan membantu mengangkat Gaun pernikahan Aya sedangkan yang satunya merapihkan kembali Gaun pengantin dan buket bunga yang Aya pegang.


Para pelayan itu mengangkat jempol mereka mencoba memberikan isyarat bahwa semuanya sudah siap. perlahan-lahan Aya melangkah keluar menembus tirai yang halus bersama seorang pria yang menjadi wali palsunya.


Aya tidak melihat dengan jelas siapa orang yang menjadi wali palsunya itu, karena ia tidak peduli tentang hal itu. Sekarang Aya hanya mengharapkan bahwa pencitraan ini akan segera selesai.


Begitu menembus tirai itu, kini terlihat jelas wajah tampan yang merona dihadapannya, menggunakan jas pengantin berwarna putih bersih. Dengan rambut yang di tata rapih. Berdiri tegak dihadapannya. Bersiap untuk menyambutnya.


"Mikael, maaf kebaikanmu selama ini sudah aku salah artikan dengan hal lain yang membuatku sedikit jatuh cinta padamu.Tapi maaf baru saja aku membunuh perasaan itu, sekarang kita hanya akan menjadi rekan yang saling memanfaatkan setelah pernikahan ini selesai."


Aya dalam hatinya berbicara begitu tegas terhadap dirinya, agar tidak begitu terpesona lagi dengan ketampanan orang yang ada dihadapannya itu.


Mikael pun memberikan tangannya, sedangkan wali itu melepaskan tangannya. Saat itu terjadi wali palsunya mengatakan satu kata yang membuat Aya tertegun.


Aya kembali melihat Mikael yang kemudian merangkul tangannya. Merekapun berjalan diatas karpet merah diatas panggung pernikahannya yang begitu mewah dan sangat indah.


Mereka berjalan perlahan menuju upacara yang lebih sakral lagi, yaitu mengucapkan ikrar janji untuk saling menerima satu sama lain. Dalam kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh kedua pasangan.


>>> beberapa menit sebelumnya


"Kak Malik terima kasih sudah membantuku." Kai membungkuk secara mendalam pada Malik yang sudah membantunya untuk masuk.


"Hei, bukankah aku sudah mengajarkanmu bagaimana menjadi seseorang yang sangat kejam?" Malik tidak berekspresi sedikitpun ketika Kai mengungkapkan rasa terimakasihnya itu.

__ADS_1


"Ini." Malik memberikan sesuatu dalam kotak. "Pakai ini. Ini adalah peralatan medis yang sangat bagus dari rumah sakit ku." Malik menyuruh kai untuk memakainya segera.


Kai pun membuka isi kotak yang di diberikan oleh malik dan melihat apa isi yang ada didalamnya. Begitu Kai tahu. Malik begitu teliti terhadap dirinya, yang bahkan dirinya hampir saja melupakan hal ini.


"Topéng manusia?" Kai bertanya mengapa Malik bisa begitu sangat detail akan hal itu


"Benar, pergilah menjadi wali adikmu. Ini bukan inisiatif ku. tapi ini inisiatifnya Geo. Tiba-tiba sekali dia memintaku untuk hal seperti ini dan kemudian kabur keluar kota setelahnya.


Aku sangat khawatir padahal dia baru saja sadar setelah koma selama seminggu. Ya walaupun sebenarnya dia bekerjasama denganku untuk membantunya berpura-pura koma."


"Kenapa kalian melakukan hal itu?"


"Tentu saja untuk menyembunyikan identitas mu. Jika kau sudah selesai bertanya cepat pergilah, sepertinya acaranya akan segera dimulai."


Kai segera menggunakan topéng kulit yang bisa menyamarkannya menjadi seseorang yang lain. Penggunaan topeng ini sudah lama sekali dilarang oleh negara karena banyak penjahat yang melakukannya untuk mengubah identitas kejahatan mereka.


Lanjut setelah itu ia bertanya pada seseorang pegawai disana untuk menanyakan dimana tempat Aya berada dan dimana tempat ia harus bersiap.


Setelah para pelayan dan kru pernikahan Mikael dan Aya menunjukannya, Kai begitu berdebar tidak sabar melihat adiknya menggunakan gaun pengantin yang cantik, ternyata permintaannya dulu untuk melihat Aya menggunakan gaun pengantin terkabulkan.


Dulu Kai berpikir saat kecelakaan yang menimpanya hal itu menjadi hal yang tidak akan pernah ia lihat seumur hidupnya. namun kenyataannya sekarang Kai begitu tertegun ketika melihat Aya berjalan perlahan dengan menggunakan gaun pengantin itu.


Hatinya begitu senang. Karena tidak hanya adiknya, namun kini ia juga bisa melihat sahabat baiknya itu menggunakan pakaian pengantin yang sama disaat yang bersamaan.

__ADS_1


Kai merangkul Aya dengan penuh hangat, sudah lama sekali ia tidak melihat bahkan menyentuh Aya dari dekat. Kai hanya bisa berharap semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja. Tanpa gangguan apapun saat pernikahan Aya saat ini.


__ADS_2