Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Rahasia Arka dan Arya


__ADS_3

Mikael sadarkan diri, tidak sengaja tangannya mengenai Aya. Ia melihat Aya yang tengah tertidur menemani di sampingnya di sebuah kursi. Tanpa sadar Mikael tiba-tiba mengusap kepala Aya, dan merasa kasihan terhadap Aya, yang sepertinya Aya mulai kesemutan dan pegal-pegal.


Mikael pun memindahkan Aya ke atas ranjangnya, lalu menyelimutinya dengan selimut yang menggantung ditubuh Aya sebelumnya. Mikael pun melanjutkan istirahatnya. Sehingga mereka pun tertidur berdua diatas ranjang yang sama sampai pagi.


Pagi sekali Aya terbangun, melihat dirinya berada diatas ranjang Mikael membuat Aya panik dan berteriak. Aya segera menendang jatuh Mikael dari ranjangnya. Hingga akhirnya Mikael terbangun kesakitan.


"Kau!" Aya berteriak lantang sekali hingga terdengar keluar kamar, tetapi tidak ada satupun pelayan yang berani masuk ke dalam kamar Mikael.


"..." Mikael tidak mengatakan apapun sebab dia masih setengah sadar.


"Kau, mau berbuat mesum padaku lagi? seperti waktu di hotel itu? Jadi ini sebenarnya niatmu yang sesungguhnya mengurungku di Villa ini? Kau bukan ingin bekerja sama bukan? Apa tidak cukup kau membuat hidupku hancur? gara-gara aku mengandung anakmu Zen menjadi seperti itu!? Dasar laki-laki murahan!"


Aya mengucapkan semua isi pikirannya, tanpa berpikir terlebih dahulu. Ia membentak Mikael tetapi Mikael tetap tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Aya. Wajah Aya merah padam karena marah dan kesal pada Mikael, paru-parunya kembang-kempis karena membentak dalam satu tarikan nafas.


"Dasar kalian para mafia sangat merepotkan!"


Mikael pun mulai mencerna apa yang diucapkan Aya hingga akhirnya ia menangkap kata mengandung anak Mikael, yang tadinya setengah sadar ia pun langsung tersadar setelah melihat anting yang menggantung di telinga Aya sama dengan Anting pada wanita yang ia tinggalkan di hotel pada hari itu.


Mikael pun beranjak berdiri, lalu duduk di kursi yang Aya gunakan semalam untuk menemani Mikael. Mikael menyilang kan kedua tangan dan kakinya. Menyuruh Aya menjelaskan apa maksud dari perkataan Aya tentang mengandung anaknya.


Aya tidak kunjung berbicara hingga akhirnya Mikael membawa Aya turun ke ruang tamu berbicara dua mata dan menyuruh Aya mengatakan hal yang sejujur-jujurnya, kalau tidak ia akan menembak kepala Aya dengan sebuah pistol.


"Cepat katakan apa yang kau maksud dengan mengandung anakku! Cepat katakan!" Nada mengancam dan Aura gelapnya membuat Aya tidak bisa lagi berkata-kata.


"Bukankah kau sudah mengetahuinya? kupikir Arka memanggilmu papa karena kau sudah tahu itu!

__ADS_1


Kau menculik ku dan membuatku hamil bukan? setelah itu meninggalkan aku di hotel itu. Untuk memancing amarah Zen yang sebagai musuh mu. Kau tau seberapa sakitnya aku menderita karena Zen tahu hal itu?


Zen berubah menjadi pria tidak waras semuanya adalah salahmu! Aku memilih membesarkan mereka karena aku tidak tega menggugurkan anakku sendiri.


Aku membesarkan mereka sendirian di pulau pribadi milik Zen karena emosinya menjadi tidak stabil, karena aku..


ya karena aku lebih memilih membesarkan Arya dan Arka sendirian.." Aya nangis pecah mengingat dirinya pada masa lalu yang kelam itu. Awal dari masa penderitaannya.


Mikael tidak percaya bahwa ia melakukan hal itu pada Aya. Sehingga ia pun pergi meninggalkan Aya dan menambah penjagaannya agar Aya tidak kabur. Mikael pergi menemui Arka dan mengajaknya keluar kota untuk melakukan tes DNA di sebuah rumah sakit kepercayaannya.


Untuk tes yang paling akurat membutuhkan waktu yang agak lama. Sehingga mereka pun kembali pulang ke Villa, namun saat di perjalanan pulang. Pada malam hari. Mikael dan Arka di serang oleh anggota mafia keluarga Ardinata yang dipimpin oleh Zen langsung. Mikael tidak bisa bebas melawan mafia dari keluarga Ardinata itu. karena Arka tengah bersamanya.


Jika benar Arka adalah anaknya, maka ia harus melindunginya. Setelah melihat rute jalan Mikael pun memiliki ide untuk bersembunyi di sebuah desa terpencil di sebrang ibu kota. Mikael langsung menancap gasnya pergi melesat membelah kota dan berbelok di sebuah jalan yang sempit.


Para mobil anggota mafia Zen kebingungan karena jalan yang di gunakan Mikael itu adalah sebuah jalan rahasia. Walaupun jalannya agak terjal Mikael terus berkendara hingga mendapati sebuah desa kecil disana.


"Papa, apakah Ayah Zen yang melakukan itu tadi?"


"Kau sangat pintar, untuk sementara kita menginap di desa ini." Sambil menunjuk Ke arah paling ujung Mikael mengatakan "Itu adalah rumahku."


Tentu saja Arka tidak percaya bahwa orang yang tajir melintir seperti Mikael, tinggal di sebuah rumah gubuk yang sangat jelek. "Aku tidak percaya, apa kau berusaha menipuku?"


Mereka pun sampai di dalam gubuk itu, ternyata dalam gubuk itu banyak sekali peralatan canggih dan beberapa sketsa robot yang akan di buat Mikael. Rumah itu bisa disebut markas pribadi Mikael.


"Wah! kau gila! ini keren sekali!" Mata Arka berbinar-binar tertarik dengan penemuan-penemuan Mikael dan beberapa peralatan canggihnya.

__ADS_1


"Ini sungguh lebih gila daripada milik ibu, saat di pulau Ayah."


"Apa ibumu membuat penemuan juga?"


"Bukan hanya itu, ibu bahkan dapat meracik obat dan membuatnya menjadi sebuah pil obat yang biasa di jual di apotek."


"Ibumu sangat berbakat. Mengapa ibumu lebih memilih membuang dirinya?"


"Ibu bilang pamanku yang mengajarinya banyak hal, tapi pamanku sudah lama meninggal. Papa! bolehkah aku menelpon ibu? Aku takut paman Tora juga akan mengkhawatirkan aku."


Seketika itu Mikael menyadari nama Tora yang Arka sebut mirip dengan nama orang yang pernah mencuri chipnya dahulu. Mikael memutuskan untuk menggali informasi lebih dalam lagi tentang Aya. Melalui Arka.


"Jadi boleh tidak?"


"Boleh, kau pakai saja ponselmu sendiri."


"Baiklah, dasar pelit!"


Arka menelpon Aya dan mengatakan bahwa hari ini ia tidak mungkin pulang, Karena Zen tengah menyerang mereka berdua. Arka meminta untuk tidak mengkhawatirkannya. Walau bagaimanapun Aya tetap khawatir pada Arka.


"Ibu tidak usah khawatir, karena aku bersama seorang bos mafia yang hebat yang kelak akan menikahi ibu." Arka masih bisa menggoda ibunya meskipun situasinya sekarang sedang genting, ia membuat Aya agar tidak khawatir padanya.


Lalu Arka pun menelpon Tora, "Paman! sepertinya aku tidak akan pulang kerumah paman. Ibu sangat merindukan aku, aku akan menginap disini dengannya." Arka tidak memberikan kesempatan untuk Tora berbicara satu patah katapun dan langsung menutup telponnya.


Mikael yang penasaran siapa paman Tora yang dimaksud Arka pun mencoba menggali informasi dari Arka. "Paman Tora yang kamu maksud itu, paman yang mengajarkan ibumu banyak hal?"

__ADS_1


"Kau ini bodoh atau tidak, tadi kan aku sudah bilang pamanku yang itu sudah meninggal. Paman Tora adalah sahabat pamanku. Kami sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri. Kalau kau menyinggung pamanku yang sudah meninggal habislah kau ibu tidak akan tinggal diam."


Mikael lagi-lagi dikagetkan dengan pernyataan Arka, Mikael semakin curiga jika paman yang Arka maksud adalah Kai, Sabahat baiknya.


__ADS_2