Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Run!


__ADS_3

"Bryan bersekongkol dengan Zen dan membunuh Paman Septian." - Giovani Gumelar.


Mikael benar-benar marah dan murka. ia memilih turun dari Taksi dari tepat di jalan itu juga. Mikael menyuruh supir itu berhenti dengan menepukkan tangannya berulang kali pada mobil itu sehingga mobil taksi itu berhenti.


Mikael bergegas turun dan berlari di sebuah belokan jalan yang sempit. Langkah kakinya begitu cepat sehingga dalam sekejap saja Mikael sudah menghilang dari pandangan Aya.


Aya memutuskan untuk ikut turun dan memberikan ongkos lebih pada supir taksi itu kemudian mengejar Mikael yang menghilang dibelikan jalan itu. Aya benar-benar kehilangan jejaknya.


Jalan sempit itu ternyata memiliki banyak cabang di ujung jalannya. Aya memutuskan untuk kembali ke jalan utama. Aya berjalan lemas, sambil mengkhawatirkan Mikael yang tiba-tiba terkena demam. Aya tidak tahu penyebab pasti mengapa Mikael sering terkena demam atau sesak nafas. Apakah kondisinya memang memprihatikan seperti itu.


Selama ini Mikael hanya menutupinya dengan sikap arogan dan tekanan dominasinya untuk mengalahkan perang mental pada lawan bicaranya. Aya akhirnya mengerti bahwa Mikael memiliki beban yang sangat berat di pundaknya, setelah Aya melihat sebuah televisi berita yang menggantung besar di gedung penyiaran.


Pembawa berita itu mengatakan bahwa salah satu Direktur utama Perusahaan Wine dan Restoran mewah terkenal itu meninggal akibat penyerangan dan nama Direktur itu adalah Septian GUMELAR. Aya langsung tertegun mendengar berita itu.


Aya tahu alasan Mikael tiba-tiba berlari begitu saja dan tidak mendengarkan teriakannya sama sekali. Bahwa beban terbesarnya itu adalah Keluarganya sendiri. Walaupun mereka semua adalah mafia, akan tetapi Satu nyawa saja keturunan Gumelar itu sangat berarti bagi Mikael.


Jalan tersulit yang di tempuh oleh Mikael, cukup membuatnya menderita. Aya menyadari bahwa selama ini ia hanya menganggap dirinya sendirilah yang paling menderita di dunia ini. Namun kenyataannya bukan hanya Aya saja yang melalui semua ini dengan sulit. Mikael bahkan pada setiap harinya berada diambang Kematian. Nyawanya bagaikan sudah diujung jurang Jika ia tertidur sebentar saja mungkin ia akan terjatuh atau ada orang yang akan menjatuhkannya.

__ADS_1


Aya memutuskan untuk kembali ke gang sempit belokan sebelumnya. Sambil berharap ia masih bisa mengejar Mikael. namun nasib soalnya berkata lain saat ia hendak masuk kedalam jalan sempit itu. Aya di hadang oleh dua preman yang tubuhnya dua kali lebih besar darinya.


Awalnya Aya ragu-ragu namun Aya juga senang melihat ada dua objek eksperimen di hadapannya secara gratis. Dengan adanya kesempatan itu Aya yang selalu membawa sebuah pistol dengan peluru berisi cairan yang sudah Aya racik sendiri.


Aya bersiap menembakkan pistolnya. Namun kedua preman itu tidak takut dengan gertakan Aya yang sedang mengacungkan pistol pada mereka. Mereka malah dengan sengaja mendekati Aya


Dengan refleks yang kuat, Aya menembakkan kedua serumnya tepat pada dahi kedua orang tersebut. Serum yang sudah di racik oleh Aya itu merupakan sebuah cairan kimia yang bersifat korosif atau jika terkena cairan itu kulit kita bisa rusak atau melepuh.


Aya sangat menyesal karena efek dari serum itu ternyata sangat tinggi, membuat kedua orang tersebut celaka. Aya yang percaya diri berubah seketika menjadi takut jika kedua orang tersebut melaporkan Aya pada rumah sakit.


Aya pun lari kabur ke arah yang berlawanan dari gang sempit itu menuju jalan trotoar besar. Tepat dimana ia turun dari taksinya. Alhasil Aya tidak bisa bertemu dengan Mikael.


Aya bermondar-mandir menelpon arka didepan sebuah toko roti yang harumnya sangat tercium sampai keluar. Namun Arka tidak kunjung mengangkat telponnya. Sudah berkali-kali Aya menelpon tetapi tidak ada jawaban apapun dari Arka.


Aya memang tidak pandai dalam menggunakan media digital untuk melacak Mikael, namun satu hal yang Aya pikirkan adalah perusahaan AngelTech. Mikael pasti pergi kesana terlebih dahulu. Karena semua peralatan dan pistol Mikael berada di mobil itu.


Namun kemungkinan keduanya ia pergi ketempat rahasia miliknya yang berada di dalam kota. Secara detailnya orang lain bahkan Ken sendiri tidak mengetahuinya karena tempat itu sangat rahasia dan penting untuk Mikael.

__ADS_1


Dari jarak Aya berdiri memang tidak terlalu jauh untuk menuju AngelTech melalui jalan pintas seperti, jalan sempit yang di lalui oleh Mikael. namun sulit bagi Aya jika ia harus kembali lagi ketempat sebelumnya.


Terdengar suara teriakan yang samar di telinga Aya, Suara orang yang nampaknya sedang marah dan kesal dengannya. Aya pun menoleh kearah sumber suara itu yang tepat berada di belakangnya.


Dengan berjarakkan 5 meter dari tempat Aya berdiri, orang yang baru saja terkena serum percobaan Aya itu berlari bersama dengan polisi di sampingnya. Mereka berempat mengejar Aya bersama-sama.


Aya yang sudah terbiasa untuk berlari itu, langsung mendahului start untuk lari kabur dari pengejaran empat orang itu. Dalam hati Aya menggerutu bahwa kesiapannya hari ini adalah akibat ulah Mikael yang selalu saja membuat kesehariannya menjadi sial dan tidak tenang.


Beruntung jalanan di trotoar masih sepi, Aya bisa leluasa untuk berlari tanpa menabrak orang. Aya yang menggunakan sepatu hails pendek itu merasakan bahwa kakinya sudah mulai lecet, hal itu sangat mengganggunya saat berlari.


Sambil sedikit terpincang-pincang Aya terus berlari sambil menahan rasa sakit di bagian kakinya. Perih dan sakit yang Aya rasakan pada kaki dekat pergelangan kakinya.


Aya benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi, ia pun memilih menepi di sebuah toko yang sedang tutup di belokan sebuah jalan sepi. Polisi dan kedua orang itu masih mengejar Aya.


Aya berusaha mengintip orang-orang yang mengejarnya, melihat ternyata efek dari serum nya tidak semengerikkan apa yang ia pikirkan. Serum nya itu hanya meninggalkan sedikit luka iritasi pada dahi kedua orang itu.


Polisi itu melihat keberadaan Aya. Mata Aya terbelalak kaget dan langsung melepaskan sepatunya dan kembali berlari tanpa arah yang jelas. Namun ketika itu juga ada sebuah suara klakson mobil yang mengarah padanya.

__ADS_1


Pria dengan kacamata hitam dan rambut berwarna krem coklat itu, menggenakan jas berwarna merah maroon. Pria itu terus meneriaki Aya agar segera masuk kedalam mobilnya. Aya benar-benar bingung disisi lain ia tidak mengenali pria itu dan disisi lain ia masih harus berlari. namun kakinya sudah tidak bisa mungkin untuk berlari lagi.


__ADS_2