
Dengan wajah tenang, Mikael langsung menembak orang itu tepat di bagian uluh hatinya. Orang itu langsung tumbang dan lagi lagi jas dan kemeja Mikael terkena cipratan darah begitupun dengan wajah tampannya.
"Reino! Supir mu sudah mati tuh." Kata-kata yang dingin dan aura membunuh yang sangat pekat, melekat pada Mikael secara tajam.
Reino berdiri ketakutan, dengan tubuh tuanya itu kakinya melemas dan membuatnya sulit untuk melangkahkan kaki selangkah-pun untuk kabur.
"Diam disana Mikael jangan mendekat! Kau ini anak tidak tahu diri aku ini juga kakek mu!"
"Oh ya? Kau akan mengampuni mu, dengan memasukan mu ke penjara polisi atau penjara keluarga?" Mikael benar-benar sangat menakutkan siapapun yang melihatnya bisa saja terkencing-kencing seperti yang dilakukan oleh Reino.
"K,, Kai! Kai masih hidup." Alasan Reino agar Mikael mau mengampuninya.
"Aku sudah tahu dari kak Geo, jadi kau hanya berdalih sekarang." Mikael menempelkan pistolnya di dagu bawah Reino.
"A,,..A..ada..l.lagi.., Kai sekarang jadi bos mafia yang jahat, s,..se..., sebentar lagi.. dia akan datang membalas.. dendam" . Reino sangat gugup dan gemetaran saat berbicara untuk membuat alasan agar hidupnya bisa diampuni oleh Mikael.
Mikael pun menurunkan pistolnya dan mengampuni Reino, karena ia berhasil mendapatkan informasi yang cukup untuk meyakinkan dirinya bahwa Kai masih hidup.
Namun saat lengah itu di manfaatkan oleh Reino untuk menyelamatkan dirinya, ia pun berlari ke arah jalan raya yang mereka lalui sebelumnya.
Ckiiiittttt, Brak!!!
Reino tertabrak oleh sebuah mobil box yang melaju dengan cepat. Hingga tubuhnya terlempar kembali ke tepian dimana Mikael berada.
Mikael dengan matanya yang dingin hanya melihat Reino yang berdarah-darah di sekujur tubuhnya. Sedangkan supir mobil yang baru saja menabrak Reino itu sempat berhenti dan kemudian melarikan diri dengan mobilnya itu.
__ADS_1
Beruntung sepertinya mobil Mikael yang berada di tepian itu, tepat sekali dengan kamera yang berada di mobilnya. Sehingga kejadian tertabraknya Reino terekam dengan jelas oleh Mikael.
"Mi.., kaael.., hati-hati denga..n Ang..ga.. Dir..gan..tar-" Reino pun menutup matanya setelah mengalami begitu banyak pendarahan di tubuhnya. Nampaknya Mikael harus kehilangan lagi keluarga Gumelar.
Mikael mengambil ponselnya segera dan menekan nomor di layar ponsel itu, segera setelah itu nada tersambung berbunyi dan akhirnya suara berat seseorang muncul dari ponselnya itu
"Mikael!? Apa kau berhasil menangkap Reino?" suara yang begitu tidak asing di telinga Mikael begitu jelas terdengar.
"Bukan begitu, bawa anggota polisi mu dan sebuah ambulan kemari, Kakek Rei sudah meninggal!" Mikael mengucapkan hal itu dengan santainya, namun bagi Rio itu adalah hal yang mengejutkan karena ia salah paham menduga Mikael yang telah membunuhnya.
"Apa yang kau lakukan Mikael apa kau ingin menyerah kan dirimu setelah membunuh Kakek Rei?" Rio berteriak namun pelan sepertinya ia sudah kembali ke rumah sakit.
"Dia mengalami kecelakaan kau cepat bawa ambulan untuk mengangkut mayatnya, jangan banyak bicara lagi." Mikael segera menutup ponselnya tanpa memberikan Rio kesempatan berbicara lagi.
Sebelum polisi datang Mikael harus membereskan terlebih dahulu mayat supir Reino yang mati tertembak olehnya. Ia menelpon anak buah kepercayaannya, karena jika ia menelpon Giovanni untuk membereskan kejahatannya lagi mungkin waktunya tidak cukup.
***
"Mikael!? Bagaimana Kakek Rei bisa mengalami kecelakaan apa itu ulah mu?" Rio mengintrogasi Mikael begitu mereka sampai di rumah sakit.
"Kau lihat saja rekaman yang ada di dalam mobilku dan sekarang juga kau harus menangkap pelaku yang menabrak Kakek Rei, aku sedikit curiga orang itu tiba-tiba muncul di jalanan yang begitu sepi itu."
Mikael tidak menunjukan kesedihannya atas meninggalnya Kakek satu-satunya di keluarga Gumelar.
"Satu lagi Rio aku minta bantuan mu untuk mencari surat kematian, data penduduk, serta lain-lain tentang Kai Gumelar atau Aji Gumelar. Karena kak Geo dan Kakek Rei sebelum Kematiannya menjemput ia sempat mengatakan bahwa Kai masih hidup."
__ADS_1
"Aku mengerti."
Mikael pun pergi kembali ke Apartemennya untuk membakar baju kemeja dan jasnya yang terkena cipratan darah. Mikael begitu mempercayai Rio atas tugas pencarian data tentang Kai karena Rio adalah seorang detektif ia bisa mengakses semua data yang terdaftar di negara.
Begitu Mikael pergi Bella Chen ibu kandung dari Rio pun datang. Mengatakan bahwa operasi Geo berhasil namun ia masih belum sadarkan diri dari ranjang pasiennya dan akan segera di pindahkan ke ruangan perawatan khusus.
"Baik Bu aku ingin melihat kakak dulu sebelum aku menjalankan perintah dari Mikael."
Rio pun pergi melihat Geo di balik kaca ruangan dimana Geo terlihat terbaring lemas dan tidak berdaya dengan di bantu oleh alat bantu pernafasan.
"Kakak! walaupun kau sudah banyak melakukan kejahatan, aku tahu kau melakukannya demi melindungi keluarga kita dan juga Mikael. Aku sudah melihat semua kejahatan yang Kakek Rei lakukan, bahkan sebagian dari itu kau pun terseret dalam kejahatannya itu. Semoga di sidang nanti kau sudah terbangun dan melakukan pembelaan terhadap dirimu."
Dengan meneteskan air mata Rio pun pergi setelah melihat Geo. Rio tidak bisa memihak kakaknya sendiri hanya karena dia adalah seorang adiknya, tetapi Rio harus menegakkan keadilan seadil-adilnya untuk negara karena ia seorang bagian dari kepolisian.
Rio berpamitan pada Zaidan Gumelar dan Bella Chen untuk pergi melanjutkan tugasnya. Walaupun hari ini adalah akhir pekan, tetapi sudah begitu banyak yang terjadi membuatnya sangat sibuk walaupun di hari libur seperti ini.
Dengan popularitasnya sebagai detektif terkenal dan polisi yang hebat, Rio tidak bisa mengabaikan panggilan dari atasannya tentang kasus Reino yang sudah lama ia tangani.
Begitu selesai mengurusi kasus Reino, ia mesti harus mencari data yang Mikael minta. Sehingga pada saat itu Bella Chen yang mengetahui begitu beratnya hal yang harus dijalani oleh Rio, ia pun memberikan sesuatu pada Rio.
"Sayang, anak ibu. Walaupun selama ini kau sudah bekerja keras dan sekarang kau harus bekerja keras lagi. Ini! Ini ponsel kakakmu, aku yakin di dalam ponsel kakakmu ini ada sesuatu yang bisa meringankan pekerjaan mu.
Karena kakakmu setahu ibu ia selalu diam-diam membantu para adiknya sendiri, termasuk Mikael yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
Kali ini ibu percayakan ponsel kakakmu ini, Password-nya" Bella Chen pun menyuruh Rio untuk mendekatkan telinganya. "Password-nya adalah nomor sepatu Dia, Giovanni dan nomor sepatumu, hehe" Bella Che berbisik sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Aish.., kakak selalu melakukan hal yang unik, aku tidak tahu dari mana kakak bisa tahu ukuran nomor sepatuku."