Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season2) Malam


__ADS_3

Aya merasakan tangan Mikael yang sangat besar, walaupun lampunya mati ia tidak bisa melihat tangan Mikael dengan jelas, tetapi ia besya merasakan dengan jelas bahwa tangannya banyak sekali dengan luka.


Aya pun sadar ia menangis karena ia merasakan hal yang sama pada Mikael, berjuang sendirian sebagai mafia tanpa ada seorangpun yang ia andalkan. Mengerjakan semua rencana demi rencana dengan tangannya sendiri. Tidak ada pilihan lain selain menanganinya sendiri dan menjadi kejam untuk berada dipuncak rantai makanan.


Agar kekuatannya diakui, dan tidak ada lagi yang meremehkannya lagi. Namun hal itu adalah sebuah kesalahan dengan dirinya berada diatas puncak, nyawanya malah menjadi incaran bagi orang-orang yang ingin merebut kekuasaan itu.


Dengan berjuang sendiri seperti itu, mengingatkan Aya akan hal dirinya yang juga berjuang sendiri di pulau itu melahirkan dan membesarkan dua anak kembar dengan sisa tabungan yang tersisa hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.


Perasaan Aya lagi-lagi menjadi bimbang, sang mafia kejam yang ia lihat dari luarnya itu. Namun setelah ia sudah beberapa waktu menghabiskan waktu dengan pria itu, Aya sadar saat ia tahu saat ia membantai orang-orang yang membunuh pamannya dengan tangannya sendiri.


Menekan orang lain untuk mendapatkan informasi dan membalaskan dendamnya sendiri, ia lakukan sendiri seperti hal yang dikatakan oleh Professor bahkan Mikael sendiri yang mendatangi Professor dan merencanakan semuanya.


"Kau! Masih belum tidur ya!?" Mikael tiba-tiba berbicara dengan mata yang masih tertutup. Sehingga Aya terbelalak kaget. "Kau menangis ya? Kau merindukan kakakmu? Siapa Kai? Angga?" Mikael membuka matanya. Melihat Aya dari belakang.


Aya pun menghapus Air matanya secara cepat, "Ti,tidak aku hanya-"


"Tidak apa-apa katakanlah. Aku akan mendengarnya."


"Dasar bodoh sudah kubilang, aku tidak apa-apa. Aku hanya perlu satu jawaban darimu."


"Apa?"

__ADS_1


"Apakah k,kau suka padaku?"


"Tentu saja karena kau sangat berguna bukan?"


Aya pun terbangun dari tidurnya dan berusaha melihat wajah Mikael dalam kegelapan itu. "Sudah kuduga kau sebenarnya tidak pernah pernah mempercayai siapapun. Bagaimana jika begini, kau anggap aku seperti kakakku dan bergantungan padaku, dengan begini kurasa semuanya impas bukan?"


Mikael pun beranjak dari tidurnya setelah mendengar kata-kata dari Aya "Hehehe, kau sangat naif. Sepertinya kau terlalu banyak membaca novel romance ya?" Mikael narik dahu Aya dan mencapitnya dengan keras menggunakan tangannya.


"Kau membuat kesalahan Aya seharusnya kau pura-pura tidur saja tadi, Kai dia tidak sama dengan mu. Dia itu seorang pria dan kau adalah wanita." Sambung Mikael, ia pun menjatuh jatuhkan Aya dan menahan tangannya di ranjang.


"Lepaskan aku, dasar pria pengecut! Apa hanya kakakku saja yang bisa melelehkan gunung es sepertimu? Lihat saja aku tidak akan membuat gunung es mu meleleh saja bahkan akan ku buat kau menguap." Aya mengatakan perkataan yang ia sendiri tidak tahu, ia mengatakan hal itu saat ia membaca buku novel lain. namun ia yang sering berpikir logika dengan rumus kimia, fisika, dan matematika. tidak pernah mengerti dengan bahasa kiasan.


"Kau benar, sekarang aku sedang sedang kepanasan dan hampir menguap karena mu. Kalau begitu malam ini layani aku dengan benar ya?" Entah Mikael merasa kesal ataupun sebenarnya ia benar-benar ingin mempermainkan Aya. namun tindakannya kali ini diluar batasnya.


"Kau gila Mikael, aku mencoba membantu mu. Apa ini balasan kau terhadap orang yang mau membalas mu?" Aya sangat kecewa niat baiknya benar-benar diabaikan oleh Mikael. Aya tahu bagi orang yang tidak pernah percaya siapapun seperti Mikael, ia akan sulit membuka dirinya terhadap orang lain meskipun orang itu berniat baik sekalipun.


Mikael pun mulai menempelkan bibirnya di leher Aya. Kegigihan Aya untuk meronta-ronta agar dilepaskan itu tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan Mikael yang sudah bergelut menghadapi banyak musuh yang kuat didalam dunia mafianya.


"Kau lupa kontrak kita Mikael, kau tidak di perbolehkan untuk berhubungan seperti ini denganku." Aya benar-benar kehilangan kesabarannya, Mikael benar-benar keterlaluan.


"Diam, dengan patuh!" Mikael pun menempelkan bibirnya dengan Bibir Aya. Membuat Aya terdiam seketika. Ia sadar bahwa Mikael benar-benar gila, sekarang ia sangat menyesal ingin memberikan kesempatan untuk Mikael.

__ADS_1


***


Malam yang panjang berlalu, Aya terbangun sedikit lebih terlambat daripada biasanya ia terbangun. Seluruh tubuhnya yang sakit seperti dulu, ia rasakan kembali hari ini. Rasa sakit yang sudah lama ia lupakan hari itu.


Sesuai dengan dugaan Aya, Mikael terbangun lebih cepat dengannya, namun sekarang posisinya berbeda mereka sudah menjadi suami isteri resmi. Aya tidak bisa melaporkannya kepada polisi, namun meskipun ia melaporkannya ada Rio yang akan berdiri membela Mikael.


...tok..tok..tok.....


"Nyoya, tuan menyuruhku untuk membantu nyonya bersiap-siap mengganti baju dan pergi keruang makan untuk makan dengan bersama. Tuan Besar sudah menunggu lama, takutnya tuan besar sendiri yang akan datang kemari." Pelayan itu berteriak dibalik pintu kamar Aya.


"Baik, masuklah!" Aya mempersilahkan para pelayan itu untuk masuk.


Pelayan itupun dengan segera masuk kedalam kamar Aya mereka membawakan baju yang banyak sekali. Bersiap untuk membantu Aya untuk mandi.


"Aku mandi sendiri saja." Aya menolak untuk dibantu oleh para pelayan itu. Ia tidak mau pelayannya tahu bekas-bekas dari kejadian semalam.


Aya pun beranjak dari ranjangnya untuk pergi ke kamar mandi, kakinya benar-benar lemas. Namun ia masih bisa menahannya seperti beberapa tahun yang lalu, apalagi sekarang tubuhnya sudah cukup sering berolah raga untuk mengisi waktu kekosongannya saat di pulau itu.


Aya pun bersiap untuk mandi ia menutupi tubuhnya dengan selimut putih tipis agar tubuhnya tidak terlihat oleh para pelayan. Ia pun berjalan seperti biasanya melamar mandi itu, seperti tidak terasa apa-apa, namun sebenarnya ia sedikit merasa lemas dan sakit.


Begitu sampai Aya pun mengunci pintu kamar mandinya dan mulai membersihkan dirinya. Ia sedikit lebih lama berendam di air hangat itu untuk menghapus sedikit rasa sakit ditubuhnya.

__ADS_1


Ia sempat melamun, tentang hal semalam tidak sengaja ia melihat wajah Mikael yang sedang menangis walaupun tidak terlalu jelas, namun Aya mengerti bahwa semalam Mikael sedang menutupi ekspresi nya yang lemah itu. Sungguh pria yang sangat aneh dalam pikir Aya, hati dan pikirannya tidak bisa ditebak begitu saja oleh Aya.


Selesai membersihkan tubuhnya Aya pun segera mengambil handuk dan bersiap untuk memakai pakaian.


__ADS_2