Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Perceraian


__ADS_3

Hari persidangan tiba. Pagi sekali Aya mempersiapkan dirinya. Begitupun Arya dan Arka. Mereka bersiap pergi kerumah Tora, selama Aya menyelesaikan sidangnya. Pakaian formal yang sudah lama sekali ia pakai kini ia terlihat seperti kembali menjadi wanita yang tegas dan penuh wibawa dengan setelan jasnya.


Rambut hitam kecoklatan bergelombang yang terurai. Ditambah dengan sepatu dengan hails sedang. Membuat Aya tampak seperti orang yang benar-benar siap dan matang untuk melakukan perceraian dengan Zen yaitu suami yang sudah ia nikahi ya selam enam tahun terakhir.


Aya benar-benar gugup tidak karuan. Pikirannya juga tidak begitu baik, serasa ada benang kusut berada di kepalanya. Aya berusaha menenangkan dirinya dengan mendengarkan lagu-lagu santai dan memainkan ponselnya.


Arya yang tampak khawatir dengan ibunya itu berusaha menenangkannya dan memberikan semangat pada ibunya. Sedangkan Arka yang masih berpura-pura marah pada ibunya itu, mengacuhkan ibunya dan pergi bersiap ke rumah Tora yang tidak jauh dari sekolah mereka.


"Kalian nanti bersiap sekolah di rumah paman Tora ya! Jangan nakal! Jangan bertengkar! Mengerti?" Aya menasehati kedua anak kembarnya itu agar bisa menjaga diri mereka ketika ibunya itu sedang tidak bersamanya.


Aya segera mengantarkan anak-anaknya itu ke rumah Tora. Sebelumnya Aya sempat berbicara beberapa kata pada Tora. Sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke gedung persidangan, karena letaknya lumayan sangat jauh dari rumahnya itu di tambah ia menggunakan transportasi umum. Sehingga ia mungkin akan terkena banyak hambatan. Seperti kemacetan atau menunggu transportasinya.


Sesuai dengan firasat Arka. Zen merencanakan sesuatu terhadap Aya. Sebelum sidang perceraian nya tiba. Zen berpikir untuk menculik si kembar dan menjadi tawanannya, agar Aya mau menerima permintaan Zen untuk membuang si kembar dan membatalkan sidang perceraiannya.


Mobil yang digunakan Zen tiba-tiba saja mengalami kerusakan. Ban mobil yang Zen kendarai bocor. Sehingga sedikit menghambatnya untuk sampai di sekolah Arka dan Arya. Zen pun menelpon asistennya untuk meminjam mobil asistennya itu.

__ADS_1


Sedangkan Aya sudah tiba di persidangan dengan lancar dan hambatan pada pukul 9:30. Zen yang masih menunggu Asistennya itu merasa kesal karena asistennya tidak mengerti bahwa ia sedang terburu-buru.


Ketika Asistennya itu sampai Zen segera mengambil mobilnya dan melaju melesat membelah kota untuk sampai ke sekolah Arka dan Arya. Namun saat itu Arka dan Arya sudah masuk bersekolah di antar oleh Tora. Entah mengapa Zen sangat takut sekali dengan Tora, ia pun memutuskan untuk mengambil rencana keduanya.


Zen berusaha menekan Tora dengan beberapa ancaman, untuk mengambil Arka dan Arya di sekolahnya, namun Tora yang ia takuti selama ini kembali menjadi sosok yang tidak mengenal batasan, Tora menghajar Zen Habis-habisan sebelum akhirnya security datang untuk melerai. Rencana kedua pun tidak berhasil di jalan oleh Zen.


Ketika ia sibuk menekan Tora untuk menyerahkan Arka dan Arya. Sebuah pesan yang tidak diketahui asal usulnya itu memberitahukan bahwa keluarga Ardinata sedang di serang oleh Mikael. Keluarganya tersebut merupakan adik kesayangannya Zen. Zen sempat bingung dan kalang kabut ia tidak tahu jika Mikael juga turun tangan atas perceraiannya.


Sehingga rencananya untuk menelepon Aya di tengah sidang untuk membatalkan perceraian dan menawan si kembar untuk dijadikan barang negosiasi pun lenyap. Kesempatan untuk kembali ke persidangan juga memiliki kemungkinan yang sangat kecil


Ketika sampai dirumah adiknya, Zen melihat adiknya baik-baik saja ketika bersama Mikael, adiknya tertawa seperti sedang menikmati pembicaraan dengan Mikael, tetapi saat Mikael melihat Zen yang kalang kabut tersenyum dengan senang.


Zen marah merasa dirinya sedang ditipu oleh Mikael. Ia semakin meluap dan membenci Mikael. Ia menyangka bahwa yang mengirim pesan palsu itu adalah Mikael yang berusaha melindungi Aya. Sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan rumah adiknya dan kembali ke persidangan, tetapi Zen berhasil dicegah oleh Mikael.


"Oh Zen ini rumah adikmu? mengapa kau buru-buru pergi? kau kan baru datang?" Basa-basi Mikael pun di terima oleh adik Zen. Adiknya membela Mikael menyuruh Zen untuk bergabung pada pembicaraan mereka. Untuk sedikit berbincang-bincang tentang hal yang menarik.

__ADS_1


Zen marah merasa dirinya sengaja di tahan untuk membuat Zen tidak bisa hadir di persidangan. Ia Menolaknya dengan tegas bahwa ia memiliki hal yang mendesak, tetapi adiknya yang memohon pada kakaknya itu tidak bisa ia biarkan begitu saja.


Sementara itu sidangnya terus berlanjut. Hakim sudah memberikan banyak waktu peluang untuk Zen hadir di persidangan. Beberapa orang yang membelanya menelpon kepadanya tetapi ponselnya berhasil Arka retas untuk memasukan Hp dalam mode pesawat. karena Zen tidak datang, hakim akhirnya memutuskan bahwa pihak Zen setuju dengan perceraiannya dengan Aya. Akhirnya mereka resmi bercerai dan Aya merasa lega sekali.


Setelah mendapatkan kabar bahwa persidangannya selesai, Mikael segera pergi dengan alasan masalah kantor. Adiknya Zen pun mengantar Mikael sampai ke gerbang dengan sebelum akhirnya mereka berpisah. sedangkan Zen sedang frustasi. Ia akhirnya meninggalkan rumah adiknya dan mengacak-acak rambutnya. Merasa dirinya telah gagal total dan hilang harapan


Di sisi lain. Ketika Aya selesai. Ia merasa lega sekali. Akhirnya ia terbebas dari orang yang sering membuatnya menderita. Hatinya merasa senang sekaligus sedih karena melepas orang yang ia cintai sejak masih di perguruan tinggi.


Dengan penuh percaya diri, ia mengibaskan rambuynya yang terurai dengan tangan kanannya dan berjalan keluar gedung persidangan. Untung sidangnya tertutup, sehingga tidak ada orang lain yang datang, karena Aya benci sekali dengan wartawan dan media yang suka melebih-lebihkan berita mereka.


Aya pun hendak naik taksi, tetapi seseorang mengganti taksinya. Taksi itu sudah diubah dengan orang lain. Ketika Aya menaiki taksinya. Lalu taksi itu menyuruh Aya untuk meminum Air dengan alasan agar rileks setelah mengalami persidangan.


Aya pun menurut, karena ia merasa apa yang dikatakan orang itu benar. tenggorokannya sedang kering sekarang sehingga ia membutuhkan Air untuk minum. Air yang sudah di beri obatnya itu pun membuat Aya tiba-tiba saja merasa pusing, hingga membuat Aya pun terpingsan didalam mobil itu.


Mobil itu pun melaju dengan kecepatan tinggi, membawa pergi Aya jauh dari daerah ibu kota ke daerah pegunungan. Tempat itu tepat berada di perbatasan luar kota, di sebuah Villa milik seseorang yang kaya raya.

__ADS_1


Aya yang sedang pingsan, dibawa ke dalam Villa yang mewah itu dan ditidurkan disalah satu kamar villa yang masih kosong.


__ADS_2