Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Kematian Salah Satu Petinggi 6


__ADS_3

Arya melanjutkan pembicaraannya dengan tenang setelah melihat Vidio itu. "Kau adalah orang yang sebenarnya memerintahkan ketiga pria itu. Kau sengaja memilih tempat yang berdekatan dengan kantor polisi agar Ayahmu bisa di selamatkan.


Karena kau tahu bahwa setelah terungkapnya identitas kakakmu dihadapan semua para petinggi mafia Keluarga Gumelar. Ia pasti akan membunuh Ayahmu karena harta yang ada di tangannya sudah diambil oleh Arka, sedangkan ia membutuhkan harta itu untuk rencana besarnya.


Ia membuat surat wasiat palsu dan membunuh Ayahmu. Seolah-olah Ayahmu memang terkena bengal pada malam itu, ia tidak menikam atau melakukan hal yang menyebabkan pertumpahan darah, jadi ia memilih membunuh Ayahmu dengan cara mencekiknya.


Ayahmu berteriak tetapi polisi yang berjaga pada malam itu adalah kaki tangannya seseorang yang sedang mendukung kakakmu. Walau Ayahmu masih bernafas polisi itu membiarkan Ayahmu mati kedinginan dan baru di temukan setelah paginya."


Bintang terbelalak kaget dengan analisis Arya yang tepat sasaran itu. Sambil menunduk Bintang mengakui kesalahannya. Bahwa ia sebenarnya sudah tahu sejak dulu bahwa kakaknya mencoba racun baru yang ia beli di pasar gelap dan memberikannya pada Ayahnya sebagai percobaan.


Bintang tidak sanggup menahan penderitaan Ayahnya yang sangat menyayangi kedua anaknya dengan tulus. Bintang sendiri pernah disiksa oleh kakaknya karena berhasil membuat ibunya kabur dari rumah.


"Dulu kakak tidak seperti ini, Sejak ia bertemu dengan kak Zen dari keluarga Ardinata, ia sering diiming-imingi menjadi kepala keluarga Gumelar, setelah ia berhasil menjatuhkan kak Mikael.


walaupun ia tahu meski kak Mikael jatuh pun dia tidak akan menjadi kepala keluarga tapi dia cukup membuat scenario yang tepat untuk membuatnya bisa menjadi kepala keluarga, yaitu dengan peran besar Ayah didalam keluarga Gumelar."


Dengan begini kasus ini selesai dalam kurun waktu seharian penuh dan Rio bisa menuliskan semuanya lalu melaporkannya pada atasannya. Ken memutuskan untuk membawa Bintang dalam pengawasannya.


Semuanya selesai, berita kematian Septian Gumelar pun diumumkan ke semua anggota keluarga Gumelar. tanpa di sadari hal ini juga sampai pada telinga Mikael dan membuatnya murka.


***

__ADS_1


Mikael bertemu dengan Tora di Rumahnya. Tujuan utama Mikael untuk menemui Tora adalah menanyakan tentang latar belakang Angga Dirgantara, juga bagaimana rupa wajah dari Angga Dirgantara.


Tentu saja Tora sendiri juga agak kebingungan saat menjelaskan. Tentang bagaimana jelasnya Angga Dirgantara yang jelas orang yang lebih mengetahuinya adalah Aya. Tora hanya menjelaskan apa yang ia tahu tentang Angga Dirgantara dari cerita yang pernah Kai sampaikan pada Tora.


"Kau tahu, Angga Dirgantara adalah si Jenius terkenal yang membuat Alat yang menjadi rebutan para dunia mafia enam tahun yang lalu." Tora menyeruput tehnya karena tenggorokannya mulai mengering. Lalu melanjutkan percakapannya. "Aku curiga, jika Kau dan Angga memiliki kemiripan dengan wajah yang sama seperti Indra dirgantara. Walaupun mereka berbeda Ibu. Sebenarnya ini juga agak cukup mencurigakan." Tora tidak tahu apa-apa jika menyangkut tentang Angga dirgantara.


"Menurut Kai, Angga adalah orang yang dapat menciptakan apa yang hal mustahil, ia dapat menciptakan sesuatu dari barang di sekitarnya. Bahkan sampah yang sudah tidak bisa digunakan sekalipun." Tora berkata dengan lancar. Ketika teringat Kai yang sering membanggakan Angga dan Aya.


"Tampaknya kalian sedang ada masalah, apa kalian sedang bertengkar?" Tora memeriksa raut wajah Mikael. Untuk melihat reaksinya. "Kai bilang ia bermimpi kalau satu saat ia akan jadi kakak ipar mu, tapi melihat sikapmu yang seperti anak kecil Kai yakin kalau suatu saat nanti malah kaulah yang dilindungi oleh Aya.


Jadi jika kau tidak ingin mengikuti apa yang Kai harapkan sebaiknya aku menggantikan mu."


"Ya, aku hanya berbicara sebaiknya kau tidak menyia-nyiakan Aya seperti yang dilakukan oleh Zen. Hatinya sudah cukup sakit Di perlakukan seperti itu oleh Zen." Tora berusaha membantu Mikael, karena ia yakin Mikael dapat menjaga Aya dengan baik.


Pembicaraan mereka selesai begitu saja, ternyata apa yang ditanyakan oleh Mikael tidak seperti apa yang Tora harapkan. Akhirnya mereka kembali ke toko peliharaan milik Aya.


Walaupun ragu Mikael berusaha menerangkan dirinya untuk meminta maaf pada Aya dan mengajaknya pergi keluar. "Aku salah, ikutlah denganku ada yang ingin ku tanyakan tentang kakakmu." Dengan nada datar dan dingin, permintaan maafnya terdengar tidak tulus di telinga Aya.


"Aku tidak bisa mendengar apapun, sepertinya ada sesuatu yang berbisik." Aya dengan sengaja menutup telinganya, seolah-olah tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Mikael.


"Aku minta maaf!" Mikael mengatakannya dengan cepat, karena sebelumnya ia tidak pernah meminta maaf pada siapapun sehingga lidahnya kelu saat mengatakan maaf pada Aya.

__ADS_1


"Ternyata benar ini suara angin, sebaiknya aku pergi sebelum masuk angin." Aya mengabaikan Mikael begitu saja. Bahkan tidak memandangnya sama sekali.


"AKU MINTA MAAF!" Mikael kesal dengan sikap Aya yang pura-pura tidak mendengarnya itu, sehingga ia meneriakinya sambil meminta maaf.


"Wah, lihat bos mafia ini sedang meminta maaf dengan keras pada seorang gadis cantik seperti ku." Aya mengejek Mikael yang sedang meminta maaf padanya itu.


"Sudah cukup kau mempermainkan ku, Ada hal yang mendesak tentang kakakmu." Mikael langsung pada intinya. Walaupun Aya tampak segan tapi demi mengetahui keberadaan kakaknya ia tahu ia tidak boleh egois untuk mempertahankan egonya sendiri.


"Okey, tapi aku ingin bicara di restoran paling mahal di kota ini." Aya meminta Mikael untuk membawanya ke restoran yang paling mahal untuk menunjukan bahwa tidak mudah memaafkan Mikael yang membuatnya menjadi badmood.


Mikael langsung menarik tangan Aya, untuk mengikutinya segera. Genggaman tangannya kali ini sangat lembut, membuat Aya cukup tersipu malu. Pipinya menjadi panas dan ia tidak bisa menahan senyumnya.


"Kenapa senyam-senyum" Mikael bertanya ketus dan dingin pada Aya.


Aya tidak bisa mengungkapkan, ia teringat ketika ia berpacaran dengan Zen yang selalu menggenggam tangannya dengan lembut dan mengajaknya berjalan-jalan menemui banyak tempat yang indah.


Aya membayangkan suasana romantis seperti di novel-novel online yang terbit setiap hari dan Aya sama sekali tidak pernah ketinggalan untuk membacanya. Saat ia kembali ke alam sadarnya.


"(Tunggu dulu kenapa aku mulai membayangkan hal yang seperti itu dengannya, sejak kapan aku menyukainya. Padahal aku benar-benar membenci orang merusak rumah tangga orang sepertinya. tapi sebenarnya aku berterimakasih padanya berkatnya aku bisa melihat kebusukan pria itu)"


"Sekarang kau melamun?" Mikael menanyakan Aya yang melamun sedangkan taksi online yang Mikael pesan sudah sampai menjemput mereka. "Hei, cepat masuklah!"

__ADS_1


__ADS_2