
Melihat sorot mata tajam Aya yang begitu serius Mikael tidak mau dirinya yang sedang lemah ini di pukul oleh sampai berkali-kali. Akhirnya Mikael memaksakan dirinya menelan obat yang sangat dibencinya itu. Walaupun gemetar ia memasukan obat itu kedalam mulutnya dan menelannya perlahan. Lalu menghabiskan Air minum segelas penuh. Namun ajaibnya Mikael tidak sedikitpun menunjukan ekspresi wajah yang tidak biasa. Ia bisa menjaga ekspresi datarnya di hadapan Aya.
"Anak pintar!" Aya memuji Mikael dengan nada sinis dan tersenyum angkuh. Sambil meletakan tangannya di atas kepala Mikael dan mengacak-acak rambutnya.
Sebenarnya hati Mikael sangat ingin berontak dan menghukum Aya dengan hal yang setimpal tetapi kondisinya benar-benar sedang melemah saat ini. Ia sendiri menyadari hal itu.
Tidak lama terdengar suara ponsel Mikael berdering nyaring membuatnya refleks segera membuka ponselnya. Namun Aya teringat kalau Mikael harus bersih meninggalkan pekerjaannya selama tiga hari untuk membantunya rileks dan bisa beristirahat. Agar Mikael bisa sembuh dengan cepat.
Aya langsung merebut ponsel Mikael dengan cepat. Namun Mikael yang penasaran ingin melihat siapa orang yang menelpon itu berusaha untuk merebut kembali ponselnya dari Aya.
Mikael langsung menarik tangan Aya dan membanting Aya keatas ranjangnya. Namun Aya yang tidak suka berusaha berontak, Mikael pun menindih badannya dan memegangi kedua tangan Aya dengan kuat menggunakan tangan kanannya. sedangkan tangan kirinya menekan ponselnya untuk menjawab telpon itu.
Aya masih belum menyerah ia masih berontak. namun Mikael sudah menerima telpon itu. Untungnya telpon itu hanya telpon dari dokter Petra saja, karena ia sudah berulang kali menelpon Aya namun ponselnya tertinggal di kamarnya. Hanya telpon tidak penting Mikael melemaskan pegangannya. Aya menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan tangannya.
Tangan Aya yang berhasil lepas itu. tidak disangka dengan cepat langsung memukul tekuk leher Mikael dengan keras sehingga membuat Mikael pingsan di atas tubuhnya. Aya kaget bukan main. setelah badan Mikael ambruk diatas tubuhnya. Wajah tampan Mikael yang kini sangat dekat dengan Aya membuat dadanya bedesir. wajahnya memerah seperti bom yang akan meledak. Detak jantungnya seakan-akan membuat jantung Aya akan meloncat dari tempatnya.
__ADS_1
Bingung serta malu, Aya tidak bisa berpikir jernih. namun ketika ia mendengar suara ketukan dibalik pintu kamar Mikael. Ia langsung meloncat berdiri menghempaskan Mikael. Beruntung tidak terjatuh ke lantai karena hempasan tersebut.
Aya langsung membenarkan Mikael tidur di ranjangnya. Sebelum akhirnya pelayan itu masuk sendiri kedalam kamar karena khawatir terjadi sesuatu.
"E,eh maaf.. ada telpon masuk dari tuan Ken." Pelayan itu melihat Aya sedang menyelimuti Mikael lalu menatap tajam pelayan itu.
Tanpa berkata sedikitpun, Aya langsung mengikuti pelayan itu keruang tengah untuk menerima telpon dari Ken.
"hmm, anu.. Ternyata Arya bisa membuat Bayu Anggara tertarik dengannya. Saya tidak tahu apa yang anda ajarkan dan beri makan pada Arya dan Arka tetapi keduanya memiliki performa yang patut dipuji. Saya seolah-olah melihat cahaya masa depan yang cerah untuk penerus perusahaan." Ken tidak habisnya memuji Arya dan Arka yang sedang sibuk membantu Ken di perusahaan. Aya tahu bahwa anak kembarnya itu memiliki kemampuan yang hebat namun ia tidak tahu bahwa mereka bisa membuat seorang Bayu Anggara si haus akan ilmu pengetahuan itu tertarik pada mereka.
Sejam berlalu begitu saja, Aya tidak menyangka ia harus mendengar ocehan Ken yang terus-menerus memuji Arya dan Arka selama satu jam penuh. Jika semuanya baik-baik saja tinggal tugasnya yang harus ia selesaikan dengan cepat. Agar ia bisa menikmati waktunya membuat alat-alat yang unik untuk ia gunakan jika sesuatu hari ia bertemu dengan kakak pertamanya. Aya sangat menantikan suatu saat bisa bertemu dengan kakaknya.
Saat ia menatap layar ponselnya, banyak notifikasi panggilan tak terjawab dari Petra dan Arya yang menggantung di layar ponselnya. Petra? Aya bertanya-tanya mengapa Petra menelponnya sebanyak itu. Aya pun memutuskan untuk meneleponya balik.
Sudah tiga panggilan, belum kunjung di terima oleh Petra. Apa yang terjadi? dalam kepala Aya berpikir. Tidak menyerah sedikitpun Aya kembali menelpon Petra karena rasa penasarannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian akhirnya Petra mengangkat telpon dari Aya. "Hallo, Petra ada apa tadi kau telpon aku?" Aya memulai percakapannya langsung pada intinya.
"A,ah iyaa. Aku cuman mau memastikan kau merawat Mikael dengan benar jangan sampai dia pergi ke perusahaannya dua hari lagi. Dia benar-benar butuh waktu istirahat." Suara gugup antara Petra dan Ken saat memulai percakapan mereka membuat Aya menjadi curiga bahwa terjadi sesuatu yang di sembunyikan oleh mereka berdua. Aya juga melihat bahwa Arya menelpon padanya. Ini sesuatu yang tidak biasa baginya.
"Katakan yang sebenarnya!" Dengan tegas Aya menekan Petra untuk mengatakan yang sejujurnya pada Aya. Keheningan sesaat terjadi di dalam percakapan telpon mereka, sebelum akhirnya Petra kembali berdalih pada Aya.
"A,aku tidak terlalu mengerti apa maksudnya." Dengan mengatakan itu. Aya semakin yakin bahwa terjadi sesuatu yang mereka sembunyikan. maka dari itu Aya mencari cara untuk menekan emosi Petra agar ia mau mengatakan yang sejujurnya pada Aya.
"Kau tahu bagaimana suara keledai saat berbohong?" Kata-kata sarkas yang Aya ucapkan membuat keheningan sejenak lalu dilanjutkan dengan kalimat selanjutnya. "Jika kau pikir orang yang mendengar itu bodoh, Apa yang akan dilakukan orang itu pada keledai yang sudah tahu berbohong itu?" Kata-kata yang Aya katakan itu sebenarnya ia ambil dari tokoh Antagonis di novel yang ia sukai ketika pemeran antagonis itu mengancam bawahannya berbohong pada tokoh antagonis itu.
"Baiklah, aku akan beritahu sedikit detailnya. Karena aku pun hanya tau sedikit ceritanya dari Tora dan Ken." Petra menghela nafas sesaat sebelum melanjutkan kalimatnya kembali. "Raphael sudah tiba di bandara bersama Zen."
Aya terbelalak kaget saat mendengar Zen bersama dengan musuh besarnya. Karena Aya tahu saat terakhir kalinya ia melihat ibunya berbicara dengan Raphael semenjak saat itu ibunya menghilang. Ayah dan kakak pertamanya yang satu ibu dengan Aya juga ikut mencari keberadaannya.
tetapi orang-orang didalam rumahnya mengatakan bahwa ibunya berkhianat dan selingkuh dari Ayahnya karena kesal suaminya juga memiliki istri lain yaitu ibunya Kai.
__ADS_1
namun setelah Aya pikir-pikir kembali ibunya tidak mungkin berselingkuh dengan seorang yang lebih muda darinya. Bahkan umurnya hanya dua tahun lebih tua dari kakak pertamanya.
Mendengar Zen bersama dengan orang yang dibencinya itu. Aya yang semula masih meragukan Mikael menjadi yakin bahwa Zen terlibat dalam kematian kakak keduanya.