Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
benang kusut


__ADS_3

Aya masih menolak menikah dengan Mikael, namun Mikael tidak kehilangan akal untuk mengikat Aya agar berada disisinya untuk memudahkannya, melindungi Aya dan juga agar bisa menjaga Aya sesuai apa yang di pesankan Kai pada Mikael.


"Bagaimana kalau begini, kita menikah sampai urusan ini selesai." Mikael mencoba membuat kesepakatan. Ia menyodorkan tangannya, untuk menawarkan kesepakatan.


"Urusan ini selesai?" Aya masih tidak mengerti, urusan apa yang Mikael maksud selesai.


"Benar, aku ingin menguak dan membalas dendam kematian kakak mu." Dengan tatapan serius Mikael mencoba memastikan agar Aya yakin padanya.


"Mengapa kau sangat ingin membalas dendam kematian kakakku?" Aya tidak mengerti kenap mikael berusaha keras untuk membalas dendam kematian kakaknya, padahal ia sendiri tidak memiliki hubungan apa-apa dengan keluarganya. Lagi pula dalam kepala Aya, ia masih curiga bahwa kematian kakaknya sebenarnya berkaitan dengan Mikael juga.


Mikael menyimpan tangannya di sakunya dan mulai mendekati Aya secara perlahan. Kini jarak wajah Aya dan Mikael kini hanya berjarak lima sentimeter. Mikael tidak berhentinya mengunci tatapan Aya dengan tatapan yang serius.


"Karena dia adalah Kai Gumelar." didekat wajah Aya Mikael berbicara dengan tenang namun sedikit terdengar mengancam juga tegas.


Aya yang mengingat nama Keluarga milik kakaknya itu adalah Gumelar, mata Aya terbelalak kaget. Akhirnya Aya paham bahwa kakakny berkaitan erat dengan keluarga Gumelar. Keluarga mafia terbesar saat ini.


Setelah mengingat bahwa Kai adalah bagian dari Gumelar artinya alasan yang Mikael berikan pada Aya cukup kuat. Karena merupakan dari keluarga yang sama. Mungkin Mikael ingin membalas dendam yang merupakan bagian dari keluarganya itu.


Aya pun memikirkan secara hati-hati dan mendalam, dalam pikirannya mungkin yang dikatakan Mikael benar. Jika berkerjasama dengan Mikael. Aya akan mendapatkan petunjuk tentang kematian kakaknya dan juga bisa menemukan kakak pertamanya yang sudah menghilang bertahun-tahun yang lalu. Walau berat mengatakannya, Aya menerima tawaran Mikael.


"Tapi kau harus ingat pernikahan ini adalah pernikahan kerjasama, bukan hal yang lain." Aya mengingatkan dengan tegas Mikael untuk tidak memanfaatkan dirinya atas hal lain yang tidak berkaitan dengan kematian kakaknya.

__ADS_1


Mikael tersenyum menang setelah berhasil membuat Aya menerima lamarannya. Senyum liciknya itu terlihat jelas di mata Aya.


"Berhenti tersenyum kemenangan, wajahmu itu mirip sekali dengan Arka ketika ia mendapatkan apa yang dia mau." Aya berkata sebelum ia pergi meninggalkan Mikael dan kembali ke ruang pasien untuk menemui Arka.


Mikael mengikuti Aya di belakang dengan sosok dinginnya. Berjalan dengan kaki jenjangnya itu. Sambil membicarakan penawaran lainnya yang mungkin menguntungkan Aya.


"Karena sebentar lagi kita akan menikah, kau tinggallah di apartemen ku. Aku sudah lama tidak menggunakannya karena pekerjaan ku terlalu banyak. Sedangkan aku akan tinggal di kamar perusahaan."


"Di kamar perusahaan?" Aya merasa aneh mengapa Mikael membuat kamarnya di perusahaan. padahal villa, rumah, dan Apartemennya begitu berserakan dimana-mana. Diantara tempat yang nyaman ia memilih perusahaan sebagai tempat beristirahat. Itu bukanlah hal yang bagus.


"Benar karena pekerjaan ku sangat banyak sekali. tapi akhir-akhir ini pekerjaan ku menjadi ringan berkat Arka. Jadi anggap saja ini seperti rasa terimakasih ku."


"Kau tidak tahu! Sebenarnya bukan aku yang mau, tetapi Arka yang minta. Ia mengancam ku dengan menghapus semua data perusahaan dan Akun pribadi milikku. Kalau tidak dengan itu aku juga tidak akan memperkejakan seorang Anak kecil."


Aya tiba-tiba tertawa ketika Mikael marah dan mengatakan bahwa dirinya diancam oleh Arka yang umurnya masih di bawah umur sepuluh tahun itu. Menurutnya itu sangat menggelikan bos mafia nomor satu di negara, namun bisa dikalahkan oleh anak kecil yang tidak pernah berhubungan dengan mafia atau kejahatan di dunia sebenarnya.


Tanpa pembelaan dia tahu bahwa itu adalah hal yang sangat memalukan untuk dibicarakan.


****


Raphael atau dengan nama barunya Bianco mulai mengirim anggota mafianya untuk bersiap membunuh Mikael. Dengan membonceng Zen yang merupakan otak dari rencana yang akan dilakukan oleh Bianco. Mereka pergi menggunakan pesawat pribadinya.

__ADS_1


Dengan perusahaan pelabuhan yang Aya berikan pada Zen. Mereka menyeludupkan banyak senjata untuk berperang dengan Mikael. Butuh berbulan-bulan senjata itu untuk sampai di pelabuhan. Sehingga Zen sementara waktu sebelum waktunya berperang. Bianco dan Zen melakukan operasi kejahatannya yang disebut opening.


Bianco sangat tidak sabar untuk melihat kembali Adiknya yang manis itu berdiri ketakutan dihadapannya menurut pikirnya. Bianco dengan sengaja mengirimkan pesan singkat ke email perusahaan milik Mikael.


Bianco memberikan salam rindunya kepada Mikael dalam email itu. Kata-kata yang manis namun cukup membuat tubuh bergidik ketakutan. Surat yang pasti sebuah peringatan itu di terima oleh Ken.


Ken mengerti bahwa surat itu berisikan ancaman agar Mikael segera bersiap-siap untuk melawannya. Sudah bertahun-tahun berlalu inilah saatnya Mikael mempersiapkan dirinya untuk perang yang lebih besar dan juga kejam. Hari-hari tenang untuknya sekarang sudah menghilang. Sekarang bukan waktunya Mikael untuk bersantai lagi.


Ken yang melihat email itu lebih dulu, langsung memberitahukannya kepada Mikael. Namun Mikael berulang kali tidak menjawab panggilan di ponselnya. Karena pada saat itu Mikael sedang mengantar Aya dan Arka menuju Apartemen miliknya.


Ken pun memutuskan untuk mengirim pesan singkat agar bisa langsung terlihat saat Mikael membuka ponselnya. Mikael yang baru saja mengantar Aya dan Arka ke apartemennya itu. Melihat pesan yang menggantung di ponselnya berasal dari Ken. Tulisan yang menggantung dengan berhuruf kapital di cetak lebar. Artinya Mikael tahu bahwa arti dari pesan itu adalah sesuatu yang sangat mendesak.


Setelah mengantar Aya dan Arka Mikael langsung melesat pergi ke perusahaannya tanpa mengucapkan apapun pada Aya dan Arka. Aya yang paham mengira bahwa Mikael sedang menerima telpon dari klien perusahaannya. Karena sebelumnya Aya pernah melihat kakak pertamanya yang begitu sibuk dengan telpon-telpon para klien. Kadang pergi begitu saja karena ada urusan mendesak.


Aya melihat Mikael yang sudah tenggelam di lorong koridor itu. Memutuskan untuk langsung pergi beristirahat dengan Arka di apartemen megah milik Mikael. Aya langsung membanting kan tubuhnya di sofa berusaha merilekskan semua otot-otot nya diatas sofa.


Beberapa kali Aya memandangi layar ponselnya. Sambil teringat dengan nama orang yang memberikan ponselnya saat dirumah sakit. Nama yang begitu familiar di telinganya. bahkan ia merasa ia tidak mendengarnya hanya sekali dua kali saja. Bahkan sering mendengarnya ketika keluarganya masih tenang dan harmonis.


Aya memejamkan matanya. Mengingat kenangan yang tersisa tentang keluarganya. Air mata mulai mengalir begitu saja tanpa perintah. Aya berusaha menanggahkan wajahnya agar air matanya tidak turun lagi.


Ia berusaha menguatkan dirinya dan akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya itu. Walau tampak harmonis diluar, menurutnya keluarganya memiliki sejarah yang panjang. Bahkan beladiri yang hanya diturunkan secara turun temurun. Mungkin memiliki alasan didalamnya. Menurut pikir Aya.

__ADS_1


__ADS_2