
Aya mendorong Mikael menjauh. "Kau, kau, Kenapa begini? padahal sudah kubilang selama kita akan mewujudkan tujuan kita masing-masing kau tidak boleh menyentuhku."
Mikael duduk disisi ranjang dekat Aya. "Soalnya setalah dipikir-pikir apa aku tidak rugi jika bekerja sama dengan mu?"
"Aku lupa sesuatu, apakah kau mau mendengarnya atau tidak dan apakah kau mau melanjut perjanjian kita aku sudah tidak peduli lagi, tapi kita harus tetap menikah." Sambung Mikael lagi.
"Apa maksudmu?"
"Karena permintaan terakhir Kai saat itu, ia ingin aku menikahi mu."
"Apa kakak berkata seperti itu?" Aya bisa saja berkata seperti itu namun sebenarnya hatinya agak sakit mendengarnya ternyata Mikael menikahinya bukan karena mencintainya, melainkan hanya ingin menjalankan wasiat dari kakaknya.
"Benar, aku bertemu dengan kakakmu sebelum ia mengalami kecelakaan."
"Apa lagi yang ia katakan pada mu?' Aya tidak tahan menahan tangisnya ketika mendengar nama kakaknya terus menerus keluar dari mulut Mikael.
"Tidak ada." Mikael memalingkan wajahnya dari Aya.
"Tidak ada? kau pasti menyembunyikan sesuatu bukan?" Aya melihat wajah Mikael yang tidak berani menatapnya itu, sudah bisa dipastikan bahwa ia sedang menyembunyikan sesuatu menurut pikir apa yang ada di kepala Aya.
"Karena kau sudah menerima lamaran ku, kita akan menikah Minggu depan. Besok kita akan memilih gaun pengantin dan selebihnya aku yang akan mengurusnya." Mikael beranjak diri ranjangnya lalu pergi meninggalkan Aya begitu saja.
Aya mengambil bantal di ranjangnya itu, lalu membenamkan wajahnya didalam bantal itu. "Bagus sekali kau bisa mempermainkan hati seseorang. Ternyata semua perilaku baikmu itu hanya demi kakak. Kenapa dulu kau tidak menikahi kakakku saja.., hiks..,hiks..
Tidak seharusnya aku menerima lamarannya barusan, aku terbawa suasana. Lagian ciuman lembutnya itu-
Benar aku lupa bahwa ia seorang mafia dia pasti memiliki banyak simpanan wanita dimana-mana. Aku sudah masuk terlalu jauh dengan melibatkan semua bahaya pada diriku dan anak-anak.
Aku seharusnya tahu bahwa memang sejak awal ia melakukannya demi kakak, aku sudah tahu itu. tapi setelah apa yang terjadi aku dengannya, wajar bukan jika aku lama-lama menjadi terbiasa dengannya.
Tapi jika aku ingin menarik kembali diriku. Semua nya sudah terlambat. Begitupun dengan anak-anak. Aku sudah banyak bergantung padanya."
***
Mikael memilih untuk kembali ke kantornya saja, karena sebenarnya niat awalnya untuk pergi ke apartemen bukanlah untuk melamar Aya. Karena ia sudah menyiapkan beberapa kejutan di kafe terkenal hari ini untuk melamar Aya dari jauh-jauh hari sebelumnya.
__ADS_1
Bahkan cincin yang selalu ia bawa kemanapun itu, akhirnya bisa terpasang juga. Walaupun tidak sesuai dengan rencana awalnya.
Padahal dari awal Mikael sudah memantapkan dirinya untuk mengatakan pada Aya, bahwa Kai masih hidup. walaupun ia sudah mengatakannya tapi ia mengatakannya tidak begitu jelas saat demam. Sehingga Aya juga tidak mendengarnya dengan jelas.
Mikael berkendara dengan kecepatan sedang, tidak seperti biasanya ia mengendarai mobilnya. namun ternyata itu karena pikirannya sedang kalang kabut. Ia tidak bisa menerjemahkan isi hatinya pada Aya setelah mendengar bahwa Kai masih hidup.
"Maaf Aya, kakak mu masih hidup. Sekarang prioritas utamanya adalah Kai. Aku perlu menikahi mu dengan cepat agar bisa memancing Kai keluar.
karena aku yakin 99 persen bahwa kai akan muncul di pernikahan kita."
Mikael membenamkan perasaanya demi hal yang sangat ia ingin lakukan. Demi Kai semuanya ia lakukan karena ia merupakan sahabat yang paling membekas dan berjasa besar untuk hidup Mikael.
Saat mengendarai mobilnya menuju kantornya, tiba-tiba saja Mikael mendapatkan telpon dari seseorang. "Halo!?" Suara Mikael yang terdengar jelas di telinga orang yang menekeponya itu.
"Mikael ini bibi."
Bibi? dalam kepala Mikael bertanya-tanya dia terlalu banyak bibi di dalam keluarganya.
"Guntur bilang, kakek Rei meninggal dan kau ada di lokasi kejadian, apa kau tidak apa-apa?"
"Bibi, aku tidak apa apa. tidak perlu mengkhawatirkan aku. Bibikan bukan ibu."
membantu tetapi ia malah banyak merepotkan mu."
"Tidak apa apa, bi. Guntur baru saja sembuh."
"Sekarang kau ada dimana?"
"aku sedang di perjalanan menuju kantor."
"Di akhir pekan ini kau masih harus ke kantor?"
"Ada project yang harus aku selesaikan, karena pekan depan aku akan menikah."
"Menikah???!"
__ADS_1
"Benar."
"Apakah kau tidak akan menunjukan pasangan mu pada bibi dulu?"
"Tidak Bi, aku tidak punya waktu banyak. Bibi akan melihatnya ketika kami menikah nanti."
"Kalau begitu boleh bibi bantu menyiapkan pernikahan mu? Dulu saat pernikahan Malik bibi menyesal tidak membantunya. Jadi boleh bibi sedikit membantu mu ya."
"Baiklah, Bi. Kau bisa menghubungi Ken jika bibi sedang kurang kerjaan."
"Baiklah."
"Aku tutup Telponnya ya bi."
"Tunggu dulu, Mikael bukankah sebaiknya kau mengundur pernikahanmu. Keluarga kan sedang berkabung atas kematian keluarga kita berturut-turut.
Apalagi Kakek Rei berasal dari keluarga bagian, jika kau mengadakan pernikahan. Mereka akan semakin membenci mu. Menganggap kau tidak menghargai mereka."
"Yang dikatakan bibi benar, tapi sudah kubilang aku tidak punya waktu lagi. Jika suatu saat nanti kak Raphael menyerang dan sesuatu terjadi padaku.
Istriku akan berada dalam status yang membingungkan. Begitupun juga dengan anak-anak. Terserah mereka mau bilang apa-"
"Baiklah, bibi. Mengerti tapi setidaknya kau beri waktu dua pekan di hari berkabung mereka. Bibi hanya ingin yang terbaik untukmu, setelah kematian kakak dan ibumu menghilang. Bibi sudah menganggap kau seperti anak bibi.
Begitupun dengan Paman, dia baru saja menyelamatkan Geo. Ia bilang keluarga bagian sedang kacau. Apakah kau akan menikah di tengah kekacauan ini?"
"Baik, Bi. Kau ada benarnya. tapi-"
"Bersabarlah. Jika kalian masih berjodoh bibi yakin kalian masih bisa menikah di lain waktu."
"Baik bi, akan ku tutup telponnya."
Mikael menutup telponnya. Inilah mengapa Alex dan kakaknya Malik menjadi orang yang sangat tenang dan Rasional. Karena Dewi Gumelar sendiri adalah orang yang sangat bijak dan tenang.
Namun sayangnya setelah menikah dengan Satria Rudiantara ia harus masuk kedalam keluarga Rudiantara, membuat sedikit kekecewaan dalam keluarga. namun hal itu tidak membuatnya lepas tangan saat keluarga Gumelar di bantai habis-habisan oleh Raphael.
__ADS_1
Ia langsung mengambil kendali, dan menyelamatkan keluarga Gumelar dari kehancuran. Membuat Mikael menjadi kepala keluarga setelahnya, merupakan prestasi Dewi yang harus semua keluarga hargai atas perjuangannya.
Maka dari itu Mikael tidak bisa menolak saran yang telah di berikan Dewi. keputusannya selalu menjadi yang terbaik untuk seluruh keluarga Gumelar dan selalu menjadi penasehat Mikael dalam urusan kepemimpinannya.