Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Fakta dibaliknya


__ADS_3

Setelah mendengar semua penjelasan dari Tora, Mikael akhirnya tahu kalau Aya adalah adik sahabat baiknya, Kai. Mikael tidak memiliki rencana apapun untuk melindungi Aya. Sehingga saat ia datang menjenguk Arka dan Aya di rumah sakit di pagi hari.


Arka yang sudah pulih sudah diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit. Aya juga tidak mau dirinya berlama-lama di rumah sakit. Aya segera membereskan sisanya dan bersiap untuk pulang. tetapi Mikael yang muncul menghentikan Arka dan Aya untuk kembali ke apartemen mereka.


Arka tentu senang melihat Mikael kembali saat itu ia langsung meminta memberikan pelukannya kepada Mikael. Arka sepertinya sudah kembali tersenyum seperti biasanya.


"Papah! papah kembali? Seperti janjimu saat itu kau akan menikahi ibuku bukan?" Arka yang tersenyum licik itu berusaha menagih janji pada Mikael.


"Apa yang kau janjikan? Apa yang kau rahasiakan dari ibu Arka!" Aya yang merasa bingung, menjadi marah karena Arka selalu saja merahasiakan sesuatu dari Aya.


"Ibu tidak perlu tahu, biar Arka yang melindungi ibu." Dengan percaya diri. Dirinya yang angkuh itu kembali lagi, Arka tidak berhenti-henti nya membanggakan dirinya.


"Baik aku akan menikahi ibumu." Mikael dengan tenang mengatakan pernikahan dengan mudah. Membuat Aya terkejut. Arka hanya tersenyum senang.


Mikael berpikir bahwa tidak ada pilihan lain untuk melindunginya selain untuk mengikat Aya berada disisinya.


"Kau pria sejati! ternyata Bos!" Arka dengan wajah berseri-seri memuji Mikael dengan bangga.


"Hey, ini bukan sebuah hal yang bisa kalian putuskan sendiri." Aya menolak dengan tegas ketidak jelasan yang terjadi ini


"Bukankah kau mempunyai hutang padaku?"


"Hutang?" Aya mencoba mengingat-ingat tetapi ia tidak ingat memiliki hutang dengan Mikael.


"Yap, Bagaimana rasanya setelah kau melihat tubuhku?" Mikael mengancam dengan kejadian saat di villa.


"Apa yang ibu lakukan pada papa bos?" Arka mencoba memanas-manasi suasana yang ada. Karena Arka sangat mendukung Mikael menjadi ayahnya.


"Apa kau gila membicarakan itu didepan anak berusia lima tahun?" Aya membentak untuk tidak memperlihatkan dirinya yang sedang malu.


"Ibu kau jangan malu-malu." Arya terus memprovokasi Aya dengan mengatakan hal-hal yang membuat Aya benar-benar malu.


Aya langsung menarik Mikael keluar ruangan, agar Arka tidak ikut campur dan membuatnya selalu terpojok. Sepanjang koridor Aya terus menarik Mikael hingga ketempat yang sepi.


"Bagaimana bisa seimbang? Aku hanya melihatnya sekilas." Aya menyilang kan kedua tangannya.


"Tentu saja seimbang. Aku adalah Bos mafia nomor satu di negara ini, kau bisa melakukan apapun yang kau mau dengan bebas setelah menikah denganku."

__ADS_1


Mikael berjalan maju kehadapan Aya sampai membuatnya terpojok di tembok.


"Kau salah menjadi mafia seumur hidupnya tidak akan pernah tenang. Kau bisa mati kapanpun ketika di serang musuh mu!" Aya mennanggahkan wajahnya karena Mikael yang begitu tinggi itu berada dekat sekali dengannya.


Parfum Mikael di tubuh Aya mulai tercampur, Mikael tidak bisa memaksa Aya jika Ia tidak berbuat demikian. Aya sangat ingin mendorong Mikael yang menurutnya terlalu dekat itu. Hingga saat Mikael berbisik menyentuh telinga Aya.


"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?"


Aya langsung mendorong Mikael menjauh karena telinganya sudah terlalu panas seperti terbakar saat Mikael berbisik di telinganya.


"Apa yang kau inginkan?" Aya memalingkan wajahnya dan bernada angkuh untuk menghilangkan kelemahannya.


"Menikahlah denganku"


"Hahaha.. kau bercanda? aku bilang tidak mau. Apa kau tidak mengerti ucapan ku?"


"Akan ku anggap impas."


"Jangan mengatakan hal konyol! Aku tidak mau!"


Sontak Aya kaget ketika nama kakaknya di sebut oleh Mikael. Tangannya dengan cepat menarik kerah Mikael dengan kuat.


"Apa maksudmu menyebut nama kakakku?"


"Bukankah kalian bukan keluarga mafia? tapi kenapa Kai bisa meninggal?" Mikael mencengkram tangan Aya yang sedang menarik kerahnya.


"Jangan sembarangan menuduh kakakku! kakakku meninggal karena kecelakaan."


"Kenapa? Kenapa kakak pertamamu yang dituduh membunuhnya!" Nada bicara Mikael mulai meninggi agar Aya berpikir lebih dalam.


"Itu.."


"Karena polisi mempunyai bukti kalau dia dibunuh bukan?" Mikael mengatakan kata finalnya kepada Aya, yang membuat Aya kalah telak.


Aya mulai mengeluarkan Air matanya. Kemarahannya, rasa sedihnya dan rasa kesalnya bercampur aduk membuat air matanya tak bisa di bendung lagi. Pikirannya mulai tidak jernih. Karena kemarahan yang membara setelah mengetahui kakaknya memang dibunuh.


"KAU! Pasti kau yang MEMBUNUH KAKAK ku!" Aya menarik kembali kerah Mikael tetapi Mikael langsung menepisnya dan merapihkan kembali kemejanya.

__ADS_1


"Apa kau bodoh! Buat apa Aku melakukannya? Bukankah kita baru saling mengenal?"


"Lalu mengapa kau mengetahui tentang kakakku?"


"Karena aku berada di tempat kejadian sebagai saksi."


"A, apa!?"


"Mereka semua tidak percaya bahwa Angga Dirgantara bukanlah pembunuhnya. Aku mengatakan bahwa Zen Ardinata lah pelakunya tetapi aku tidak punya bukti yang kuat untuk itu. Sehingga aku dianggap sebagai kesaksian palsu."


"Zen!?"


"Benar Zen, mantan suamimu!"


"Aku tidak percaya! Zen pada awalnya bukanlah pria seperti itu."


"Biar Aku tebak, 99% Kai pasti melarang mu menikah dengan Zen bukan?"


Tebakan Mikael sangat tepat sasaran, Aya yang mau pernikahan itu dipercepat. Padahal Kai sudah melarangnya. Pada saat itu Aya sangat dibutakan oleh cintanya terhadap Zen.


"Tapi bagaimana bisa pelakunya adalah Zen? sedangkan ia sedang berada di upacara pernikahan?"


"Tentu saja, dengan menyuruh Anggota mafianya. Aku mempunyai dua dugaan. Kai di bunuh karena mau menghalangi pernikahan kalian atau ia mengincar sesuatu di keluarga mu. misalnya penemuan Kai?"


Aya tersentak ketika Mikael mengatakan kedua dugaannya. Kai pernah mengatakan pada Aya bahwa ia tidak setuju dengan pernikahan Aya dan bersumpah akan menggalakan pernikahan Aya. Disisi lain kakak pertamanya dan Kai sedang mengembangkan penemuannya di laboratorium yang ada di bawah toko peliharaannya.


"Itu masuk Akal, tapi mengapa? Zen yang kulihat berbeda?"


"Tentu saja untuk memanfaatkan mu. Bukankah dia tidak segan-segan ingin membunuhmu saat Arka terluka?"


"Itu tidak mungkin. Ini sulit di percaya."


"Ada satu lagi, kau saat itu bilang saat Zen tau kalau kau hamil anakku dia mengirim mu ke pulau pribadinya. Mungkin tujuannya adalah untuk menyembunyikan mu. Dia takut aku kembali dan ingin bertanggungjawab padamu. Ia takut kehilangan kartu As nya. Itulah mengapa kau dikirim ke pulau itu."


"Yang kau katakan masuk Akal, aku tidak bisa menyangkal hal itu. itu mungkin terjadi."


Aya teringat ketika mereka baru saja menikah, Zen bahkan belum menyentuhnya dan malah pergi meninggalkannya selama sebulan lebih. Jika itu benar terjadi, Aya tidak bisa menyangkalnya. Bahkan Zen dengan teganya menyiksanya menggunakan ikat pinggangnya. Bahkan beberapa kali ia main dengan wanita lain di luar saat Aya berada di pulau itu.

__ADS_1


__ADS_2