
Mikael berjalan dengan terburu-buru, tidak memikirkan apapun tentang dirinya. Keringat bercucuran di kepala dan sekujur tubuhnya. Nafasnya nampak sangat berat sekali. Ia mencoba melonggarkan dasinya sambil terus berjalan menelusuri dinding tinggi gang sempit itu. Mikael mulai memahami demam yang belakangan ini selalu menimpanya adalah efek samping dari racun yang pernah hinggap ditubuhnya itu tidak sepenuhnya hilang, ditambah dengan tubuhnya yang sudah merekam ketakutan yang luar biasa dari apa yang pernah dialaminya.
Ketakutan yang amat mendalam karena deritanya saat masa lalu, dimana Mikael yang biasa bersama bahagia dengan sosok kakaknya Raphael. Berubah menjadi sebuah tragedi, kebencian dan peperangan yang masih belum selesai hingga kini.
Pada saat itu Raphael dan Mikael sudah berumur memasuki usia 18 dan 10 tahun. Walaupun begitu mereka masih memiliki ikatan yang kuat untuk saling bercerita satu sama lain tentang kehidupan yang mereka jalani masing-masing. Mereka juga menceritakan masalah mereka masing-masing
Suatu hari Raphael mengungkapkan bahwa ia sudah mulai bosan dengan perkataan keluarga Gumelar yang sering menganggapnya sebagai anak pungut yang numpang nama di keluarga Gumelar. Akhirnya dirinya sudah tidak bisa menerima lagi caci maki yang begitu menyakitkan baginya.
Pada saat itu, Raphael memutuskan untuk menyerahkan tanggungjawab yang ia pikul atas nama Gumelar pada Mikael. Raphael berharap agar adiknya itu bisa membantu sedikit tentang menyelesaikan beban masalahnya itu.
Namun tidak disangka Mikael menjalani semuanya dengan baik. Bahkan Mikael memiliki banyak sekali bakat dan keterampilan yang membuat semuanya bangga. Semua orang begitu mengagumi Mikael yang pintar di segala bidang. Sehingga Mikael selalu mendapat pujian dari semua orang disekitarnya
Ada saatnya ikatan kekeluargaan itu mulai memudar ketika saat mereka berjanji untuk saling bertemu di taman biasa mereka bertemu, Mikael tidak kunjung datang karena ia harus menyelesaikan studi akhirnya di Jepang sambil mengatur perusahaan dari jarak jauh, hari-harinya menjadi benar-benar sibuk sekali. Hingga ia lupa akan janji pada kakaknya.
Raphael terus menunggu, namun Mikael tidak kunjung datang. Sampai akhirnya ada seseorang yang datang hendak membunuh Raphael. Orang dengan menggunakan pakaian serba hitam itu membuat Raphael tidak bisa mengenali wajah dari orang yang menyerangnya.
Orang itu bertindak secara brutal hendak melukai Raphael dengan sebuah bilah pisau yang di pegang di tangan kanan orang asing itu. Raphael hanya sedikit melakukan perlawanan sehingga ia tertangkap dan di seret ke sebuah gang sempit gelap dan sepi.
__ADS_1
Baju kemeja yang digunakan Raphael pakai sengaja dirobek oleh orang itu dan digunakan untuk menutupi mulut dan tangan Raphael.
Raphael tidak banyak melakukan perlawanan karena ia tidak menguasai ilmu bela diri dan juga ia tidak bisa memegang pistol dengan benar. Sehingga ia pasrah begitu saja karena ia tahu perlawanannya itu akan sia-sia saja.
Raphael mengalami banyak sekali penyiksaan, Hingga darah memotori Baju jas yang masih tersisa ditubuhnya itu. Ia tidak begitu ingat dengan apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan penjahat itu pada dirinya.
Namun satu kata yang ia ingat hanyalah, Orang itu adalah seseorang yang dikirimkan oleh salah satu keluarga Gumelar. Setelah itu ia tidak sadarkan diri. tidak ada satupun orang yang melihat dan menolongnya saat itu.
Ketika hampir tengah malam ada seorang kakek pemulung yang kebetulan sekali sedang mengumpulkan botol bekas yang ada di dekat gang sempit itu dan menemukan Raphael yang sedang tidak sadarkan diri dengan banyak lebam dan darah bercucuran di sekujur tubuhnya.
Kakek itu tentu saja panik melihat Raphael yang hampir seperti mayat itu. Ia pun memanggil salah satu seorang lagi untuk membantu menyelamatkan Raphael yang sepertinya sedang sekarat itu.
Hal itupun di ketahui oleh Dewa Gumelar yang langsung mendatangi Raphael kerumah sakit. Dokter yang menanganinya saat itu adalah Tony Baskoro. Salah satu dokter yang bekerja pada rumah sakit keluarga Rudyanto.
Baskoro menjelaskan secara detail tentang hal yang dialami oleh Raphael. Ketika itu juga Dewa menangis merasa iba pada Raphael. Dewa merasa hal yang terjadi pada Raphael adalah salahnya sendiri, sehingga saat itu dewa benar-benar putus asa dan dihantui rasa bersalahnya.
Baskoro ikut sedih dengan yang terjadi pada Raphael, sehingga ia merekomendasikan seorang dokter psikologi yang sangat terkenal, yaitu istri seseorang yang terkenal dengan kekayaannya yang sangat melimpah dan menjadi orang terkaya nomor satu di dalam negara ini. Anak-anaknya yang sangat jenius juga tidak kalah terkenal di semua penjuru negara.
__ADS_1
Dewa Gumelar menemui wanita itu dan memohon untuk membantu mengobati Raphael, dengan senang hati wanita itu merasa senang bisa membantu Dewa Gumelar.
Setiap harinya Raphael pasti selalu diantar ke kediaman keluarga Dirgantara. lalu menjalani terapi psikologis yang dilakukan oleh seorang wanita salah satu istri dari keluarga Dirgantara.
Tidak hanya itu terkadang Raphael yang mata dan semuanya hampa seperti layaknya sebuah patung itu awalnya hanya bisa terdiam dan tidak merespon apapun. Namun ketika itu Angga dan Kai. Mengajaknya untuk bermain, memang pada saat awal reaksinya masih seperti patung yang hampa.
Ketika itu Angga menceritakan tentang cerita sebuah buku yang dibaca Angga secara diam-diam di perpustakaan milik keluarga dirgantara.
Angga bercerita tentang seorang mafia yang berhasil mendapatkan kekuasaan yang tidak terkalahkan, orang itu bisa melakukan apapun dengan kekuatan uang itu.
Suatu saat Wanita itu dipindah kerjakan di klinik psikologi yang ada di Spanyol. Raphael yang belum sepenuhnya sembuh itu harus ditinggalkan oleh wanita itu. Raphael masih belum juga sembuh itu akhirnya mendapatkan kembali responnya dan meminta ayahnya untuk mencegah wanita itu pergi ke Spanyol, namun mereka gagal mencegah wanita itu pergi.
Ketika itu Dewa Gumelar membawa Raphael ke Spanyol untuk menemui wanita itu dan untuk waktu yang cukup lama Raphael di rawat oleh wanita itu selama di Spanyol, sampai beberapa tahun mereka tinggal bersama. namun tragedi mengerikan terjadi menimpanya.
Pada saat itu tempat di mana wanita itu bekerja, di serang oleh sekelompok anggota mafia yang berada di Spanyol. Saat itu tepat di hadapannya. Wanita itu dibunuh oleh mafia itu demi melindungi Raphael yang sudah mulai hampir membaik.
Ketika itu perasaannya menjadi campur aduk tiba-tiba. Wajah tersenyum terakhir kali wanita itu membuatnya terganggu. Karena satu hal yang ia katakan yaitu jangan merasa bersalah karena itu bukan salahnya.
__ADS_1
Hingga suatu saat, Dewa Gumelar mendapatkan kabar yang terjadi di Spanyol dan kembali menjemput Raphael. Ternyata Raphael nampak sudah mulai membaik dan terlihat sangat sembuh sepenuhnya. Hanya saja saat itu Dewa tidak mengetahui apa isi hati Raphael yang sesungguhnya.