Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Kematian Salah Satu Petinggi 5


__ADS_3

Akhirnya suara nada tersambung dari Bintang Gumelar. Alex langsung memulai percakapannya dengan tanpa basa basi lagi dan menyuruh Bintang Gumelar untuk datang kerumah sakit milik keluarga Rudiantara.


Awalnya tidak ada respon apapun, namun terdengar suara lirih dari seseorang yang mengiyakan perintah dari Alex. Suara yang terdengar parau seperti habis menangis. Pertanyaannya bagi diri Alex adalah, apa mungkin bintang mengetahui apa yang sudah terjadi pada Ayahnya. Namun bagaimana ia bisa mengetahuinya. Menurutnya ini agak sedikit ganjil.


Sebenarnya Alex benar-benar tidak peduli dengan masalah keluarga Gumelar, namun sebagai kandidat orang yang pernah akan dijadikan nama keluarga Gumelar. Alex seperti masih memiliki sisa tanggung jawabnya yang ia tinggalkan untuk adiknya Guntur.


Ting.. suara lift yang menandakan mereka sedang tiba di lantai yang mereka tuju. Satu persatu dari mereka keluar dari lift itu dan berjalan menelusuri lorong yang begitu indah, dengan hiasan-hiasan tanaman hias yang Asri.


Mereka pun menemukan sebuah pintu di ujung lorong itu. Pintu itu adalah pintu menuju ruangan Alex. Begitu pintu itu dibuka semerbak bau mint dan tanaman alam yang menyegarkan pernafasan. Merilekskan dan menyegarkan kepala yang sudah cukup pusing karena teka-teki yang menguras pikiran.


Mereka dengan sendirinya langsung menempati posisi tempat duduk yang nyaman untuk mereka masing. Itu pun tanpa instruksi dari Alex terlebih dahulu untuk mengizinkan mereka duduk di kursi sofa ruangan Alex yang super lembut dan nyaman itu. Kini semuanya sudah menduduki posisi masing-masing.


Tinggal menunggu satu orang lagi yaitu Bintang Gumelar. Suasananya benar-benar serius, Alex menunggu bintang walaupun waktu sudah berlalu cukup lama. Karena ia paling tidak suka menjelaskan dua kali pada hal yang sama. Arka dan Arya cukup kesal dengan waktunya yang terbuang sia-sia begitu saja.


Tiga puluh menit kemudian Bintang sampai dengan pakaian dan semua yang berantakan. Benar-benar terlihat sangat kacau. Namun pembicaraan ini tidak bisa di tunda lagi. Sebelum masalah ini menjadi masalah yang akan lebih besar lagi. Karena menyangkut perpecahan internal di keluarga Gumelar.


Alex langsung menyuruh bintang untuk duduk dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alex. Ketika Bintang sudah duduk di tempatnya. Alex membuka mulutnya dan mulai berbicara hasil autopsinya.


"Dari hasil autopsi nya seperti yang Arya lihat, bahwa ada racun ditubuhnya yang sudah ditanamkan bertahun-tahun. Arya sangat mengenali racun itu karena ibunya Arya sebelumnya pernah mempelajarinya.


Namun setelah di reaksi kan oleh cairan yang aku buat ternyata racun itu adalah racun yang hampir mirip dengan racun yang diminum oleh adikku Guntur. Tadinya jika adikku benar-benar lumpuh aku akan menghabisi kalian para keluarga Gumelar yang terlibat, termasuk kau juga Arka!" Arka tertegun saat mendengar Alex mengucapkan namanya. Lalu Alex melanjutkan lagi pembahasannya.


"Aku sangat kenal dengan paman Septian, dia tidak pernah mengunyah tembakau dan dia adalah orang baik, jujur dan sangat kompeten.


Namun hasil akhir menunjukan bahwa ada sisa tembakau di sela-sela giginya dan tembakau itu banyak sekali mengandung obat narkotika yang bahkan membuat orang yang mengunyahnya bisa merasakan sensasi halusinasi yang luar biasa.


Aku yakin ini bukanlah keinginannya. Menurut Arya pembunuhnya sengaja melakukannya agar korban terlihat sebagai pecandu narkoba dan investigasi ini tidak bisa dilanjutkan lagi.


Sayang sekali orang yang begitu baik harus berakhir seperti ini. Aku ingin tahu bagaimana kalian bisa tega memberi paman racun yang cukup membuatnya menderita di ranjang pasien dirumah kalian pada setiap harinya?

__ADS_1


BINTANG! Apa kau tidak menyayangi Ayahmu? Menurut analisis Arya kau yang sengaja membiarkan Ayahmu keluar malam hari sendirian. Bahkan kau memberinya ongkos untuk pergi naik taksi. Benar begitu, bukan?" Pertanyaan demi pertanyaan tegas dilontarkan oleh Alex. Arya begitu kagum dengan perkataan tegas dari Alex yang sangat berwibawa.


Kata-katanya melebihi Rio yang seorang detektif sesungguhnya. Alex malah terlihat seperti atasan Rio padahal ia hanya seorang dokter, yang baik dan lembut pada kesehariannya.


"Benar, aku yang membiarkannya pergi tapi aku tidak pernah sekalipun ingin berbuat jahat pada Ayah, hiks.." Bintang mengatakannya sambil menangis tersengal-sengal.


"Aku baru mengetahui, obat yang di berikan kakak adalah racun yang ia cobakan pada Ayah baru-baru ini setelah mendengar berita dari kak Frey, Bahwa kakak ingin meracuni semua petinggi keluarga dengan racun.


Kak Frey juga mengatakan kalau racunnya tidak terlalu mematikan hanya membuat mati organ tertentu. Setelah itu aku teringat sesekali dokter mengatakan bahwa salah satu organ Ayah hampir tidak berfungsi dan harus segera di operasi.


Aku mencoba menggabungkan pecahan itu, dan saling berhubungan. Setelah Kak Frey baru saja meneleponku. Ayah bilang ingin pergi ke Kak Mikael untuk membicarakan sesuatu dengannya.


Namun kakak tidak kunjung pulang, Ibu juga sudah seminggu tidak pulang kerumah. Aku ingin mengantar Ayah, tapi Ayah berkata Kalau kakak pulang tidak ada orang yang pergi menyambutnya. Aku menurut begitu saja.


dan ini adalah akhir yang mengerikan bagi Ayah dan aku tidak sanggup melihatnya, karena aku merasa gagal." Bintang mengatakan penyesalannya dengan kesungguhan hatinya namun hal itu disanggah oleh Arya dan Arka.


Begitupun dengan Alex . Padahal Alex baru saja mengabari bahwa orang yang meninggal hari ini adalah ayahnya, namun nampaknya Bintang sudah mengetahuinya lebih dahulu karena saat di telpon suaranya terdengar parau seperti sudah menangis semalaman.


"Kau tahu siapa orang yang di balik topi dan masker hitam ini? Sebelumnya memang ada orang lain yang membuat kakek babak belur terlebih dahulu. tapi lihat lah!" Arka memutar ulang Vidio yang berisikan percakapan yang membuat semua orang terkejut.


Vidio itu pun di putar


Pria 1 : "Hahaha, hanya mengurus pria tua begini saja mesti menyuruh kita dasar bos yang terlalu boros dengan uang."


Pria 2 : "Kau tidak tahu diakan tidak sanggup membunuh Ayahnya sendiri."


Pria 1 : "Itu omong kosong, tetap saja saat pemakaman dia akan melihat sosok ayahnya yang tidak bisa bergerak lagi."


Pria 3 : "Parah sih, anak zaman sekarang banyak yang membuang orang tuanya seperti sampah."

__ADS_1


Pria 2 : "Sebenarnya ada masalah keluarga apa sih sampai segitunya ia ingin menyiksa Ayahnya."


Pria 1 : " Kalau begitu cukup sampai disini. Aku merasa iba dengan Pria tua ini."


Pria 3 : "Sial itu, Benar. Aku jadi teringat Ayahku yang ada dirumah pasti dia sedang tertidur dengan nyaman tidak seperti pria ini."


Para pria itu bubar dan membiarkan Pria tua itu pergi kabur menuju kantor kepolisian kepolisian.


Pria 4 : "Hei-hei kalian berani menentang bos ya."


Pria 4 itu menghajar habis-habisan ketiga pria yang membiarkan Septian pergi ke kantor polisi itu. Pria ke 4 itu kemudian berlari menyusul Septian yang tampaknya hampir sampai di kantor polisi itu.


Pria 4 : "Mau kemana? Ayah!"


Septian : "B, B!!"


Pria 4 : "Ayah mau membocorkan bisnis gelap ku, pada kak Mikael ya? Dasar pengkhianat! Mati kau!"


Pria itu menghajar habis-habisan pria tua itu, lalu Pria itu mencekik Pria tua itu sampai meronta-ronta kesakitan dan akhirnya ambruk tidak sadarkan diri untuk selama-lamanya.


Pria 4 : "Hahaha, Sesuai informasi dari bocah bodoh itu Ayah sedang pergi ke luar menemui Mikael. Lain kali aku harus membunuhnya sebelum ia membocorkan sesuatu."


Vidio itu di hentikan oleh Arka. Ia langsung pergi mengamati Bintang yang sedang berwaspada itu. Tangan dan seluruh badan Bintang bergetar hebat. Menandakan ketakutan yang luar biasa. Arka menirukan Arya untuk menganalisis yang terjadi pada Bintang.


"Sebenarnya kau di perintahkan oleh Bryan untuk mengawasi Ayah mu, bukan? namun kau juga sudah kelelahan akan semua itu dan membiarkan Ayahmu pergi lalu memberitahukannya pada kakakmu kalau Ayahmu kabur." Singkat Arka yang mengatakan kesimpulan dari Vidio yang ia dapatkan.


"Bagaimana bisa kau mendapatkan rekaman CCTV semudah itu?" Tanya Alex pada Arka si jenius hacker.


"Itu sih gampang untukku." Arka dengan nada yang sombong, ia menyombongkan bakatnya itu di hadapan semuanya.

__ADS_1


Bintang membuka mulut seolah-olah ingin mengatakan sesuatu namun Arya lebih dahulu berbicara. "Kau salah Arka." Semuanya fokus pada Arya yang jenius dalam hal ini.


__ADS_2