
"Akhirnya aku mengerti mengapa setelah kau Kakek meninggal, ia tiba-tiba saja menulis surat wasiat yang tidak masuk akal. Tulisan itu juga tertulis di kamar Kakek tepat diatas ranjangnya. Tentu saja hal itu bukanlah hal yang seharusnya dilakukan ketika seseorang menulis surat wasiat. Biasanya orang menulis surat itu lalu menyembunyikannya disebuah tempat
dan lagi terdapat banyak kejanggalan saat kakek menulis surat itu yang paling utama adalah harta Kakek yang tersisa itu, jika dilihat sekilas saja hanya memberikan hartanya padamu sebagian kecil saja. tetapi nyatanya tidak. Harta yang lainnya akan diberikan pada Rio hanya jika Rio sudah menikah dengan seseorang.
Jadi sebelum Rio menikah, hartanya akan kau pegang sebagai orang yang bertanggung jawab atas Rio."
Geo menyimpulkan semuanya dalam satu rangkuman singkat, yang membuktikan bahwa semua kejanggalan itu mengarah pada Reino.
"Kau tidak punya bukti yang kuat untuk menuduhku sembarangan!" Reino menyangkal semua tuduhan yang dilontarkan oleh Geo. "Semuanya! Bersiap untuk membunuh Tuan Muda Geo!" Reino menyuruh anak buahnya untuk menyerang Geo.
DORRR!!!
Suara tembakan dari arah lain di dekat pintu masuk ruangan. Sontak membuat semuanya mengalihkan perhatian mereka pada asal suara tembakan itu.
Tampak siluet bayangan yang jelas dari bentuk tubuh tinggi Mikael dan Rio yang berjalan di belakangnya, namun nampaknya mereka berdua tidak serta merta melakukan persiapan untuk melakukan hal tersebut.
"KAKEK! Menyerah-lah! Saya sebagai anggota polisi yang dipercaya oleh negara hanya boleh berpihak pada negara saja tidak akan membedakan apapun di dalam hubungan keluarga kita."
Sorak Rio yang membawa pasukan polisinya untuk menangkap Reino yang merupakan Kakek angkatnya sendiri.
"Ri, Rio!?" Reino tidak menyangka bahwa Rio dengan berani menangkap kakeknya sendiri dan hendak memasukannya kedalam penjara.
>>>>>> Dua jam sebelumnya..
Arya dan Arka telah pergi meninggalkan Mikael setelah mereka selesai bersiap.
"Hmmm.. Siapa yang masak nih, kayaknya enak sekali~"
Rio mengendus makanan enak diatas meja itu langsung terbangun dari tidurnya dan asyik pergi menyantapnya di meja makan.
Mikael yang kesal, karena akhir pekannya bersama anak-anak menjadi terganggu oleh janji yang dibuat Giovanni, segera akan melampiaskannya pada Rio.
Saat Rio hendak mengambil makanan itu tiba-tiba..,
Plak..
Mikael memukul tangan Rio.
__ADS_1
"Itu aku sisakan untuk Aya makan, kau pergi cari makan sendiri. seharusnya kau sudah menjadi sangat kaya karena pertaruhan semalam!" Mikael menasehati Rio dengan sangat dingin dan kejam.
"Huaa.., sakit sekali kau memukul ku seperti seekor lalat!" Rio berteriak kesakitan karena tangan kanannya di pukul oleh Mikael hingga menggalakan jejak bekas merah di punggung tangannya.
"Ngomong-ngomong kau ini seorang polisi bukan?"
"Bukan aku seorang detektif!"
"Maksudku kau anggota kepolisian.._
"Bukankah kau sudah tahu, kau yang membuatku seperti ini bukan apa kau mabuk!?" Rio berteriak pada Mikael.
"Bukan itu, apa kau sudah mencoba mengungkap kasus kematian Kakek mu?"
"Tentu saja sudah, tetapi beberapa file buktinya tidak bisa diakses. Ada apa kau tiba-tiba mengungkit hal yang sudah terkubur sangat lama."
"Firasat ku mengatakan bahwa hal besar akan terjadi pada anak-anak."
"Memangnya apa hubungannya dengan kakek?"
"Keluarga Ayahmu pernah di tekan dengan kekuasaan yang sangat lemah diantara keluarga Gumelar yang lain. Salah satunya adalah pemindahan Hak asuh mu.
Drtzz..Drtzz...
Suara ponsel berbunyi dari ponsel Rio.
"Hallo!?" Rio memulai percakapan.
"Tuan Rio! Kau coba cek file bukti kejahatan pembunuhan, pemerkosaan dan korupsi lima belas tahun yang lalu ini. Seperti yang Tuan duga bahwa pelaku utamanya adalah salah satu dari anggota keluarga anda Reino Gumelar?" Suara berat dari teleponnya itu berbicara dengan sangat cepat dan terburu-buru.
"Bagaimana mungkin file itu tiba-tiba bisa dibuka?" Rio masih tidak bisa percaya, hal yang baru saja Mikael dengannya ungkit itu tiba-tiba secara kebetulan, kasus yang sebelumnya tidak bisa diselesaikan hingga tuntas karena sebuah file bukti yang tidak bisa di buka, namun hari ini file itu tiba-tiba saja terbuka.
"Sebaiknya Tuan kemari dan lihat keaslian Filenya!" Pria dengan suara berat itu menyuruh Rio untuk melihat bagaimana kondisi filenya.
"Baik aku akan segera kesana." Rio segera bergegas bersiap-siap.
"Kau tidak mandi?" Mikael melihat Rio yang tergesa-gesa.
__ADS_1
"Kalau begitu aku pinjam bajumu!" Rio segera bergegas ke kamar mandi.
Sedangkan Mikael penasaran dengan file yang terbuka secara tiba-tiba itu, namun tiba-tiba ponselnya berdering.
"Papa bos!" Bisik pelan Arka
"Ada apa?"
"Disini ada seorang kakek tua yang hendak membunuh kita semua."
"APA!? SIAPA ORANGNYA?"
"Sttt..! Aku sudah menggunakan Aplikasi Revenge System. Kupikir seharusnya beberapa file kebusukannya akan segera terbongkar. Jadi kau kesini bersama Paman Rio dan tangkap orang ini oke?"
Suara manis Arka membuat situasi yang segenting itu menjadi baik-baik saja, bagaimana Mikael tidak cemas jika Arka dan Arya sekarang sedang dalam masalah.
Tidak lama Rio pun keluar dari kamar mandi. Mikael langsung menyuruh Rio untuk segera mengganti pakaiannya.
"Rio kau tidak perlu menuju kantor mu, sekarang suruh bawahannya untuk mengirimkan Filenya! Kita akan langsung menangkap basah parasit yang ada di keluarga kita."
Mikael menyuruh Rio untuk segera bergegas ke tempat Arya dan Arka. Jelas sudah ternyata orang yang membuka File yang sangat sulit dibuka itu adalah Arka yang menggunakan Aplikasi buatannya itu untuk menghancurkan orang yang mengancam nyawanya itu.
"Baiklah! Kau tahu sekarang posisi orang itu dimana?" Rio berteriak di dalam kamar Mikael.
"Dia dan anak buahnya tengah menyerang Kedua kakakmu dan Arya-Arka di tempat Bowling."
"APA? Kenap mereka bisa berada disana?" Rio terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Mikael.
"Maka dari itu kita harus cepat bergegas kesana."
"Tempat itukan sudah di beli oleh Kakek dua tahun yang lalu, kenapa kakak-kakak bodoh ku itu selalu saja bertindak ceroboh. Sudah membakar rumah kediaman, saling membunuh, sekarang masuk ke kandang macan secara sukarela."
"Sudahlah kau tidak perlu membahasnya. Sekarang kita harus cepat bergegas. Karena mungkin saja yang orang itu incar bukan hanya Geo saja, tetapi Arka dan Arya."
"Kenapa mereka mengincar kak Geo?"
"Kau tahu saham tersembunyi, Kakek Andi Gumelar. Hampir seluruhnya di pegang oleh Faisal, tetapi keuntungan terbesarnya di kelola oleh Geo."
__ADS_1
"Baik-baik aku paham. Aku sudah selesai. Ayo kita cepat pergi ke lokasi. Tapi tolong perhatikan rambu-rambu lalulintas ketika kau mengendarai mobil Mikael!"
Mikael dan Rio yang sudah bersiap-siap itupun langsung pergi ke tempat Arya dan Arka berada.