
"Hentikan omong kosong mu." Malik benar-benar marah dan kesal bahkan sampai menggertakkan giginya.
"Apa maksudmu Malik?tidak biasanya kau seperti ini, apa kau terlibat dalam kasus hilangnya Geo dirumah sakit?" Dewi Gumelar tiba-tiba angkat suara begitu ia menyadari bahwa anaknya itu berbohong dan menyembunyikan sesuatu darinya.
"Kakak sebenarnya apa yang terjadi?" Guntur mengikuti gaya Dewi Gumelar untuk menyudutkan Malik. Namun hal itu semuanya sia-sia karena Malik sangat pintar berdalih.
"Jika kalian tahu aku menyembunyikannya bukankah artinya kalian juga tahu dimana Geo sekarang?" Malik memberikan sebuah alasan yang membuat Dewi Gumelar pun kebingungan
Suasana menjadi terbalik, Déwi Gumelar bertanya-tanya jika Mikael tahu mengapa ia tidak langsung mencari Geo. Kemampuan pelacakannya tidak kalah hebat, hanya saja Mikael lebih menyukai hal yang lebih efektif pada waktu.
"Mikael bagaimana kau mengetahui, bahwa Malik menyembunyikan Geo?" Dewi Gumelar menjadi tidak bisa memihak siapapun diantara Mikael dan Malik.
"Itu pasti karena kau menyimpan kamera di boneka itu bukan?" Malik sambil meneguk kopinya dengan santai seolah olah Mikael melakukan hal yang menyimpang dengan menyimpan kamera tersembunyi di ruang pribadi keluarganya sendiri.
"Benar, awalnya itu digunakan agar Geo bisa diawasi dari jarak jauh oleh Ken karena kemungkinannya cucu-cucu kakek Rey datang untuk balas dendam. Namun tidak disangka aku mendapatkan pemandangan yang lebih menarik." Mikael senyum dengan segala kelicikannya.
"Apa kau bisa membuktikan videonya?" Malik menantang balik Mikael dengan menyuruhnya memperlihatkan video bukti bahwa ia yang menyembunyikan Geo. Karena Malik yakin Dewi tidak mengerti apa yang ada di dalam video itu sebenarnya.
__ADS_1
Mikael pun memperlihatkannya pada Dewi Gumelar menggunakan ponselnya mengenai penggalan video dimana sehari sebelum Geo kabur dari rumah sakit, namun Dewi merasa itu hanyalah video pemeriksaan biasa tidak ada yang aneh, walaupun Mikael menjelaskannya Dewi Gumelar tetap tidak mengerti apa yang di bicarakan Mikael.
Malik pun menyeringai akan kemenangannya, yang tahu betul tentang ibunya adalah anaknya sendiri sedangkan Mikael hanya seorang anak yang ditolong oleh Dewi dari insiden pembantaian yang dilakukan oleh Raphael.
"Kurasa itu hanya asumsi mu Mikael." Ujar Dewi Gumelar mengembalikan ponsel milik Mikael dengan tenang.
"Sudah kukatakan ibu, aku tidak menyembunyikan Geo untuk apa aku menyembunyikan dia. Aku ini seorang Rudyantara, dan tidak akan pernah berhubungan lebih dalam lagi mengenai urusan keluarga Gumelar" Malik tersenyum penuh kemenangan pada Mikael, namun Malik tidak tahu bahwa Guntur menangkap hal itu sehingga diam-diam adiknya itu curiga pada kakaknya itu.
Mikael pun menyerahkan kembali Videonya yang kedua dimana Malik ketika itu ia sedang membawa seseorang dengan atas nama Rudolf di hari pernikahan Mikael, namun tentu jelas terlihat bahwa orang tersebut bukanlah Rudolf karena Rudolf memiliki tinggi yang cukup lebih tinggi dari pria yang ada di video itu.
Dewi yang ketika itu melihat Videonya ia pun terkejut, melihat tayangan pria yang berada di sebelah Malik. Malik bahkan sampai mengancam para penjaga itu untuk membiarkan masuk pria itu, hal itu bukanlah hal yang wajar. Malik yang bersifat dingin dan tidak peduli sekitar itu. Dihadapan para penjaga membela seseorang.
Awalnya Malik sempat terkejut karena seolah-olah Dewi dan Mikael mengetahui bahwa orang yang di bawanya itu adalah Kai, namun tidak menyangka Dewi Gumelar salah menduganya dengan mengatakan bahwa orang yang dibawanya itu adalah Xion.
"Memangnya kenapa,Bu? Xion kan baru juga sampai dari luar negeri begitu sampai menggantikan kakaknya ia langsung diusir begitu saja bukankah itu tidak adil?" Malik membenarkan seolah-olah orang yang ia bela dihadapan publik itu benar-benar Xion adik dari Rudolf Gumelar.
Tiba-tiba kepala Dewi Gumelar merasa pusing. Ia memegangi kepalanya dengan sigap Guntur yang ada disebelahnya itupun menopang Dewi Gumelar yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit di kepalanya. "Ibu, ibu! Ibu tidak apa-apa?" Teriak Guntur begitu ibunya merasa pusing.
__ADS_1
"Tidak, sepertinya ibu harus segera beristirahat. Kalian juga pergilah beristirahat dulu. Kita lanjutkan pembicaraan ini besok." Dewi Gumelar pun membubarkan Mikael dan Malik juga. Ia berharap permasalahan ini tidak dilanjutkan. Mengingat kekuatan Keluarga Gumelar dari golongan Rudolf sangat kuat, kemungkinan mereka berdua untuk selamat juga menjadi sangat tipis, jika benar-benar berurusan dengan golongan itu.
karena kekuatan keluarga young masih sangat kuat walau tidak sekuat pada masa kejayaannya. tetapi keluarga Young masih menjadi salah satu keluarga yang patut diwaspadai.
Dewi pun beranjak dari kursi sofanya, ia pun pergi masuk kedalam kamarnya dibantu oleh Guntur yang menuntunnya dengan perlahan-lahan. "Sebaiknya kak Malik tidak pulang malam ini, bilang saja pada kakak ipar bahwa kesehatan ibu tiba-tiba menurun. Kau bisa pergi dinas ke luar kota pada pukul 8 pagi." Ujar Guntur seketika itu menjadi orang yang sangat bijak.
"Kurasa Guntur benar, aku harap kau tidak kabur dan mau menjelaskan semuanya." Mikael pun beranjak dari kursi sofa itu sambil menatapnya dengan tajam pada Malik, karena ia masih mencurigai bahwa Malik masih memiliki banyak rahasia yang belum diketahuinya.
Mikael pun kembali ke kamarnya dimana tempat Aya berada. Jauh di balik pintu itu walau hanya terdengar sayup-sayup, Aya bisa mendengar sedikit percakapan mereka. Namun Aya menyadari sesuatu tentang Mikael.
Mendengar suara langkah Mikael yang sudah berada di depan pintu itu, Aya pun segera berlari menuju ranjangnya dengan membantingkan dirinya di ranjang dan berpura-pura sudah tertidur lelap diatas ranjang.
Mikael pun membuka pintu kamar itu, iapun melepas jas luarnya dan menggantungnya. Begitu pula kemeja dan celana yang ia kenakan ia menggantinya dengan batu tidur yang sudah disiapkan oleh Dewi Gumelar.
Perasaan Aya sungguh tegang, ia takut terjadi sesuatu padanya. Karena ini adalah malam pertama pernikahan mereka mungkin saja Mikael akan melakukan sesuatu padanya menurut pikir Aya.
Namun ternyata setelah Mikael mengganti pakaiannya, Mikael pun terduduk diujung ranjang. Ia mengusap kepala Aya dengan lembut sambil tersenyum, sayang sekali Aya tidak bisa melihatnya karena sekarang ia dalam posisi membelakangi Mikael.
__ADS_1
Mikael pun mencium lembut kepala Aya dan tertidur disampingnya sambil memeluknya. Entah mengapa tiba-tiba air matanya meleleh diwajahnya. Aya tidak tahu sebenarnya perasaan apa yang sedang ia rasakan saat ini.