
Aya dan Muka saling mengikrarkan sumpah pernikahan mereka untuk setia. Apa daya Aya hanya menganggap pernikahannya adalah sebuah kerjasama yang tak bisa terhindarkan karena anak-, anaknya dan pernjanjian mereka untuk saling memanfaatkan satu sama lain.
"Saya berjanji akan menerima Aya Dirgantara atas segala kelebihan dan kekurangannya sampai mati." Ucap Mikael dengan lantang yang didengarkan oleh seluruh tamu hadirin pernikahannya itu.
Setelah itu dilanjut oleh Aya "Saya berjanji akan menerima Mikael Gumelar atas segala Kelebihan dan kekurangannya sampai mati." Semua bersorak bahagia dan senang.
Selepas itu mereka berciuman, benar-benar pasangan yang sangat serasi dilihat dari manapun. Bahkan orang-orang sangat iri dengan pernikahan yang mereka gelar dengan sangat sempurna.
Namun satu orang yang tidak senang atas pernikahan mereka yaitu Bayu, orang yang sebelumnya meminta Mikael untuk mencari keberadaan Aya. Ia tidak menyangka bahwa pasangan yang Mikael nikahi adalah orang yang merupakan cinta pertamanya.
Pada awalnya ia begitu menerima undangan pernikahan Mikael dan nama Aya yang bersanding di hologram undangan pernikahannya, Ia masih belum percaya ternyata nama Aya Dirgantara yang selama ini ia kira adalah orang lain itu. Ternyata adalah benar-benar nama orang yang menjadi cinta pertamanya
Begitu acara bersalam-salaman dan memberikan selamat pada pasangan Mikael dan Aya. Bayu muncul dengan wajah palsunya dihadapan Aya. Tentu saja kedatangan Bayu dihadapan Aya membuatnya terbelalak kaget. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan Pria yang sudah ia tidak temui selama bertahun-tahun.
Mikael dan Bayu pun bersalaman dengan tersenyum, namun kejadian sebenarnya Bayu mengatakan sesuatu pada Mikael karena rasa kesal dan kecewanya pada Mikael.
"Oi, bukankah sudah kubilang untuk memberitahuku jika kau sudah menemukan orang yang aku cari?" Bisikan Bayu pada Mikael membuat Mikael geli
"hehe, bukankah kau sudah bertemu dengan anakku? Bukankah dia mirip sekali dengan istriku?" Mikael tersenyum licik dihadapan Bayu, sehingga membuatnya sangat kesal.
"Kuharap kedepannya kita masih bisa bekerja sama Mikael." Setelah berbicara seperti itu, Bayu pun lanjut berbincang sedikit pada Aya.
"Aya kuharap kau bahagia dengan pria jahat ini." Aya tertegun begitu ia mendengar apa yang diucapkan oleh Bayu yang berkata menjatuhkan Mikael sambil tersenyum itu.
"Terimakasih doanya, aku harap kau berhenti atas kegilaan mu dan menemukan pasangan yang cocok denganmu." Aya tersenyum manis hingga membuat Bayu tersipu malu, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kata-katanya sangat menyindir Bayu dengan jelas.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku menginginkan mu jadi pasanganku?"
"Maka kau harus melawan suamiku dulu."
Perkataan Aya sangat tidak disangka-sangka oleh Bayu, Aya yang begitu lugu dan polos saat masih muda kini tumbuh menjadi wanita yang sangat berbeda.
"Baiklah, hati-hati jika kau segera menjadi janda. Karena aku akan menculik mu ke bawah ranjang ku."
Kata-kata Bayu membuat Aya tertegun, seorang Bayu si manusia gila dengan ilmu pengetahuan berkata demikian kepada Aya. Setahu yang Aya tahu Bayu adalah orang yang hanya memikirkan pengetahuan baru dan inovasi-inovasi baru yang membuatnya tertarik. Daripada memikirkan pernikahan atau percintaan dalam hidupnya.
"Harusnya kau yang hati-hati, takutnya kau mati sebelum merasakan itu."
Bayu terbelalak, Aya benar-benar berani menentangnya. Saat itu juga Mikael berdeham batuk palsu pada Bayi agar segera menyingkir dari Aya.
Aya melirik Mikael begitu Bayu pergi meninggalkan Aya. Terlihat gerakan mulut Mikael yang mengatakan sesuatu pada Aya.
"Bagus sekali. kau berani berbicara dengan pria lain disaat pernikahan. Jangan harap kau menyesali hukuman yang akan ku berikan padamu malam ini." Aya bergidik ngeri, apa yang akan dilakukan oleh Mikael padanya. Ia merasa nyawanya sedang terancam.
Namun ia harus tetap teguh pada prinsipnya, untuk bersikap seperti tokoh novel yang disukainya . "Aku menantikannya." Dengan senyum ala tokoh-tokoh jahat, membuat Mikael sedikit tersipu malu ketika mendengar Aya yang begitu menantikannya.
Begitu acara pemberian selamat pada Mikael dan Aya selesai. Acar selanjutnya adalah pesta dansa, itu Artinya Mikael dan Aya akan pergi berdansa. Aya pergi ke belakang untuk mengganti gaunnya menjadi gaun yang lebih ringan dan dapat digunakan untuk berpesta dansa.
Tepat dihadapan meja riasnya dan wanita yang secara khusus merias Aya itu, sedikit berbincang-bincang mengenai pernikahan hari ini.
"Apa kau menikmati pernikahannya? Bagaimana perasaanmu sekarang." Ujar wanita yang merias Aya itu
__ADS_1
"Ini sangat mendebarkan daripada pernikahan ku sebelumnya."
Wanita perias itu berhenti merapihkan riasan wajah Aya, ia terbelalak kaget begitu mengetahui. Bahwa ini adalah pernikahan Aya yang kedua, padahal dilihat dari wajahnya sepertinya umur Aya sangatlah muda darinya.
"Apa? ini pernikahan kedua mu?"
"Benar, maka dari itu sebelumnya aku sangat takut, jika pengalaman buruk pernikahan pertamaku akan terulang kembali pada pernikahanku kali ini." Wajah Aya kembali tidak begitu baik, ketika ia teringat begitu buruknya perlakuan Zen terhadapnya, bahkan ia dengan berani membunuh kakak keduanya.
"Tidak, kau jangan berpikiran seperti itu. Kau ingat tokoh antagonis yang sangat keren di novel yang kita baca? Ia bahkan menikahi banyak pria untuk membalas dendam pada tokoh utama. tetapi tetap saja hanya ada satu pria yang hanya bersanding dengannya.
Aku yakin suamimu kali ini akan membuatmu bahagia. Meskipun kau dalam kesulitan."
Kata-kata wanita itu memang benar, seandainya memang begitu. Tapi pernikahannya hanyalah sebuah kerjasama satu sama lain untuk mencapai tujuan masing-masing.
"Terimakasih."
"Ini Gaun dansa mu, bagaimana? Bagus bukan? Ini Gaun yang dipilih Tuan secara langsung. Sepertinya ia sangat-sangat mengerti apa yang cocok denganmu."
Wanita itu memperlihatkan sebuah Gaun berwarna merah muda dengan panjang sampai ke mata kaki Aya. agar Aya lebih mudah bergerak saat berdansa nanti. Corak yang sangat indah, masih nampak seperti gaun pernikahan namun bahannya benar-benar sangat ringan.
"Aku benar-benar iri denganmu, kapan lagi aku bisa menemukan pria yang benar-benar mencintaiku seperti ini." Wanita itu pun membantu Aya untuk menggenakan Gaun itu di badan Aya.
Begitu selesai dipakaikan Aya pun memandangi cermin dan melihat pantulan wajah dan bajunya. Benar-benar cantik. Sangat cocok dengan wajah dan riasannya, dan begitu pas serta nyaman ditubuhnya.
"Kau sudah seperti putri bangsawan, aku tidak sabar melihatmu berdansa dengan Tuan." Ucap wanita itu tersenyum. Begitu melihat wajah Aya yang memerah ketika ia bercermin melihat pantulan dirinya menggenakan Gaun yang indah itu.,
__ADS_1